Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 18: Belum siap


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Wajah Naura sejak tadi cemberut, Noval berusaha membujuk tidak juga berhasil.


"Sayang, jangan marah dong.. maaf, katakan apa yang harus ku perbuat agar kamu tidak marah lagi?" tanya Noval berharap dengan tawaran nya ini wanita di depan nya berubah pikiran.


"Kak-"


"Noval tidak kak lagi," potong Noval cepat menegur perkataan wanita nya yang salah.


"Ya, terserah. Sekarang bagaimana aku keluar kalau banyak tanda di sekujur tengkuk ku seperti ini? apa yang akan mereka pikirkan tentang ku? semua ini karena mu yang tidak bisa menahan diri," kesal Naura marah menyalahkan Noval dengan apa yang terjadi padanya.


"Maaf sayang, aku akan menebus kesalahanku, sekarang katakan apa yang harus ku lakukan untuk menutup tanda kepemilikan ku itu."


"Foundation."


"Apa itu? apa bisa menghilangkan?"


"Tidak, tapi setidaknya bisa menutup untuk sementara waktu selama aku berada di luar. Dan Foundation itu salah satu alat makeup wanita yang sering bahkan sangat di gunakan untuk menciptakan warna kulit wajah yang merata."


Noval mengangguk mengerti dengan penjelasan panjang Naura.


"Jika seperti itu seharusnya kamu ada dong sayang, kamu wanita jadi sering mengenakan, lalu kenapa cemas seperti ini?"


"Aku memang wanita, tapi aku tidak pernah menggenakan itu. Seharusnya kamu tau sejak dulu aku tidak suka pakai riasan tebal," jawab Naura dengan nada yang makin kesal dengan pertanyaan Noval.


"Maaf sayang, lalu di mana aku harus cari? teman mu dokter Ririn ada?"


"Mungkin ada, tapi kamu jangan meminta padanya atau dia akan curiga untuk apa kamu meminjamnya," cegah Naura takut Ririn akan kepo nanti nya.


"Lalu pada siapa aku harus meminjamnya sayang jika di teman mu tidak boleh?"


"Kamu pikirkan dong, cari solusi lain selain menggunakan Foundation. Aku tidak mungkin keluar dengan keadaan seperti ini."


"Ya baiklah, akan ku pikirkan. Kamu tunggu sini sekarang, aku akan keluar dengan membawa sesuatu yang dapat membantu mu," Noval beranjak bangun dan pergi.


Meninggalkan Naura seorang diri, ia kepikiran akan pernikahan. Ia ragu akan keputusan nya mengiyakan ajakan Noval.


Menikah? memiliki anak di usia muda membuat nya takut, teringat akan gagalnya pernikahan tetangga di kampung halaman nya dulu.


"Apa semua akan baik-baik saja? bagaimana jika Noval meninggalkan ku dan memilih wanita lain lebih cantik dari ku?" gumam Naura khawatir. Hal tersebut bukan sekali Ia pikirkan, tapi berkali-kali sebelum memutuskan menjalin hubungan dengan pria mana pun.


"Apa sebaik nya aku katakan lagi padanya belum ingin menikah dalam waktu dekat? tapi apa dia bisa mengerti? atau sebaliknya akan salah paham?" Naura mengacak rambut Ia benar-benar pusing memikirkan semua ini.

__ADS_1


"Sayang ada apa?" Noval yang baru datang melihat penampilan Naura berantakan jadi cemas.


"Aku tidak apa-apa, tidak perlu khawatir. Bagaimana apa yang kamu bawa untuk menutup nya?" tanya Naura mengalihkan topik. Ia tidak yakin jika Noval akan terima.


"Alhamdulilah kalau seperti itu. Kamu jangan khawatir aku sudah menemukan. Pakai ini selama berada luar," menyodorkan syal, dan Naura menerima dengan senyum memandang Noval. Ia tidak menyangkah pria di depan nya cepat menemukan solusi.


"Jangan terus tersenyum menatap ku sayang, atau aku bisa khilaf lagi," ucap Noval, yang mana langsung memudarkan senyuman pada wajah Naura.


"Dasar me**m!"


"Tapi suka, kan? me**m nya juga sama kamu," ledek Noval senang menggoda Naura, wajah kesal wanita tersebut membuat nya terlihat lebih cantik.


"Kata siapa aku suka? gak usah ngacau deh."


"Serius nih? tapi siapa ya tadi balas nya agresif gitu?" tanya Noval dengan tatapan menggoda menatap Naura.


"Noval!" teriak Naura kesal terus di goda.


"Hahaha... iya sayang kenapa? aku di sini gak kemana-mana."


"Nyebelin deh, sana keluar aku gak mau lihat kamu."


"Serius, usir nih? nanti kangen loh," goda Noval, dan Naura yang sudah makin kesal bangun mengambil syal di tangan Noval, malah di kerjain hingga tidak bisa tercapai.


"Cepat berikan Noval!" minta Naura, pria tersebut makin meninggikan tangan nya ke atas pada syal yang di pegang.


"Tidak, aku tidak menyukai," bantah Naura menolak.


"Ya sudah kalau begitu ambil sendiri hingga bisa."


"Nyebelin deh kamu."


"Kamu lebih sayang."


Naura tidak menyerah terus loncat meraih syal di tangan kanan Noval. Semakin Ia loncat lebih tinggi, semakin tinggi pula pria tersebut menaikkan ke atas.


Dengan tersengal-sengal, ia masih berusaha mengambil, mulut mengoceh tidak henti.


"Menyerah lah sayang, katakan sejujurnya itu tidak membuat mu rugi, bukan?"


"Tidak!" Melihat ada celah Naura meloncat lebih tinggi dan.


Brught...


Kedua orang tersebut terjatuh di bawah kasur, saat Naura berhasil mengambil syal, tubuh nya hilang keseimbangan hingga hampir jatuh, dan Noval membantu.

__ADS_1


"Kamu nakal sayang, katanya tidak suka, tapi ini apa? kamu menarik ku bersama mu lagi," tatap Noval menggoda Naura.


"Siapa yang menarik mu? cepat bangun aku harus pergi menemui Ririn," ucap Naura beralasan. Jika terus bersama Noval Ia bisa khilaf, godaan pria tersebut membuat nya ingin terus menikmati sentuhan hangat nya.


"Kenapa mendadak? bukan nya katamu 1 jam lagi? berarti kita masih punya waktu 1 jam, bukan?"


"Apa kamu tidak ada urusan lain, bukan nya Tentara sibuk? kenapa sejak tadi kamu terus di sini? bagaimana jika mereka mencari mu?"


"Aku memang sibuk, tapi jika untuk mu kata sibuk itu akan ku hilang ku."


"Tidak, aku baru ingat jika ada urusan bersama Ririn yang harus segera ku selesai kan dengan nya, jadi biarkan aku pergi sekarang."


"Benarkah? kamu tidak sedang membohongiku bukan?" tatap selidik Noval.


Glek!


"Kamu tidak pandai berbohong sayang, jadi saran ku tidak tidak perlu lakukan itu semua hanya sia-sia saja."


"Huft," menghela nafas kasar, Naura menyerah menatap Noval. "Ya, sekarang karena kamu sudah tau lepaskan aku, biarkan aku kembali ke tenda ku. Ririn pasti khawatir."


"Baiklah akan ku lepaskan, setelah ini."


Mmpptt...


Noval membungkam bibir Naura dengan nya.


"Buka, atau kita akan lama?" ancam Noval menatap Naura, wanita tersebut tidak memberi izin padanya mengekspor masuk ke dalam.


Noval kembali menikmati, wanita tersebut sudah membuka dan membiarkan nya masuk menyalurkan hasratnya.


Naura meremas kuat seprei, kedua mata di pejamkan. "Jika kita sudah sah, aku ingin terus dekat seperti ini bersama mu," batin Noval menatap Naura yang menutup mata.


"Buka mata mu sayang," ucap Noval menyudahi ciuman nya.


Menuruti Naura membuka mata menatap pria di depan nya.


"Aku tidak akan melewati batas ku, percaya lah. Aku juga tidak akan meninggalkan mu demi wanita mana pun. Aku hanya mencintai mu sekarang dan selamanya."


"Meski nanti ada wanita lebih cantik dariku?" tanya Naura.


"Iya, di mata ku hanya ada satu wanita cantik di dunia yaitu kamu seorang."


"Terima kasih, aku mencintai mu Noval," senyum nya bahagia mendengar penuturan Noval yang ana kini membuat hatinya tenang.


"Aku juga mencintai mu sayang."

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2