
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Perjalanan menuju kota B akhir nya tiba, mereka begitu ceria, tidak sabar masuk menyampaikan kedatangan mereka.
Sepanjang perjalanan doa terus di panjatkan dalam hati.
Tiba-tiba ponsel Naura berdering, tadinya yang ingin membuka pintu mobil menjadi tertunda. Ia mengangkat panggilan tersebut.
π:"Assalamualaikum Kak," salam Naura lembut pada seseorang di sebrang telpon.
π:"Walaikumsalam. Saya ganggu gak nelpon jam segini?" jawab orang di sebrang sana.
π:"Iya sih, tapi gagapa kenapa Kak Noval hubungi Naura? bukannya lagi tugas kok pegang HP?" bingung Naura mengingat jelas perkataan Noval tempo hari sebelum pergi mengatakan padanya akan sibuk hingga tidak bisa berkomunikasi dengan nya.
π:"Sekarang lagi jam istirahat jadi saya berinisiatif untuk telpon. Sekarang lagi ngapain? kuliah nya gimana, lancar?"
π:"Kuliah aman-aman saja, sekarang Naura dan teman-teman lagi ke kota B cari tempat magang."
π:"Kota B? kok bisa di situ? kenapa gak di kota sendiri, kan rumah sakitnya banyak."
π:"Maunya sih gitu Kak, tapi tempat yang Naura ajukan gak bisa terima 3 orang, sedangkan Naura bertiga yah sudah Naura dan teman-teman cari tempat lain saja."
π:"Kenapa gak beritahu saya tentang ini? kalau tau saya bisa membantu, kamu gak perlu cari tempat jauh-jauh untuk magang, rumah sakit keluarga saya ada."
π:"Naura gak mau ganggu jadi Naura gak pernah beritahu Kakak."
"Ra, buruan masuk jangan sampai kita gagal lagi ingat kata loh ini hati terakhir kita," bisik Ririn pelan melihat sahabat nya.
Tatapan tajam, menatap nya bergantian jam di pergelangan tangan memberitahu agar Naura sadar obrolan nya dengan pria tersebut sudah sangat lama.
Naura melihat kode tersebut paham.
π:"Kak, maaf Naura gak bisa lama-lama ngobrol nya, kita harus segera masuk menemui kepala rumah sakit."
π:"Ya sudah gapapa lain waktu harus kita sambung lagi. Jaga kesehatan mu di sana jangan telat makan," pesan Noval perhatian sebelum mengakhiri panggilan tersebut.
__ADS_1
π:"Baik Komandan siap laksanakan," Noval di sebrang sana mendengar itu menjadi tertawa.
Β
Naura bersama kedua sahabatnya telah berada di dalam rumah sakit. Saat ini mereka begitu deg-degan menunggu hasil keputusan dari pihak rumah sakit
Naura tidak henti berdoa agar semua berjalan lancar, Ia tidak tau jika hari ini kembali gagal, maka harapan nya lulus tepat waktu tidak akan bisa terjadi.
Terus tertunduk penuh harapan, banyak kata-kata terus terucap dalam batin berdoa dan berdoa.
"Ra, gimana kalau kita gagal lagi?" cemas Ririn khawatir menatap Naura yang juga cemas apakah mereka akan berhasil kali ini.
"Sudah kalian jangan berlebihan seperti ini, yakin saja semua akan baik-baik," seru Coki cepat mendahului Naura yang ingin berbicara.
"Hei siapa yang mengajak mu berbicara? lebih baik diam aja!" marah Ririn menatap tajam pria tersebut tidak pernah berbicara baik dengan situasi menegangkan seperti ini.
"Emang situ juga ada pasang tanda di larang ikut nimbrung? kagak kan? jadi boleh dong gue nimbrung?"
"Tapi g-"
"Sudah gak usah ribut!" Lerai Naura menghentikan kedua yang tidak pernah tidak ribut semua tempat pasti saja aduh mulut.
Keributan kedua yang tadi masih berlangsung akhirnya berakhir karena tidak enak melihat kedatangan Dokter kepala yang berjalan mengarah pada mereka.
Coki menatap sinis ke arah Ririn teman yang selalu mengajak nya duel dalam segi hal apapun, karena kedua selalu memiliki pendapat yang bertolak belakang.
"Pagi Dok," sapa lembut Naura dengan kedatangan Dokter kepala di depan mereka.
"Pagi," sahut Dokter tersebut.
"Maaf lama menunggu. Setelah saya dan rekan kerja staff rumah sakit berdiskusi, kami menerima surat magang kalian dan mulai lusa kalian sudah dapat masuk magang di sini," ujar Dokter dan ketiga orang tersebut mendengar itu tersenyum bahagia, saling pandang tidak percaya.
"Dokter serius bukan? tidak mengerjai kami kan?" tanya Coki tidak percaya dengan wajah bodoh nya.
"Hei! pertanyaan apa itu? kau mendengar sendiri bukan kata Dokter apa tadi? kenapa malah bertanya, dasar bodoh," ejek Ririn kesal dan juga bingung dengan Coki.
"Terima kasih Dok, saya dan teman saya akan kembali lagi lusa. Kita permisi dulu sekali lagi terima kasih," ucap Naura tersenyum ramah berterima kasih pada Dokter kepala yang sudah pada baik pada mereka mengizinkan untuk magang.
__ADS_1
"Sama-sama."
.
.
.
"Huh akhir nya selesai juga, loh tau gak sih Ra tadi gue udah ketakutan banget takut gagal, eh taunya semua ketakutan gue tidak terjadi malah kita berhasil," senang Ririn terus tersenyum sepanjang keluar dari rumah sakit.
"Sama gue juga berpikir seperti itu, tapi setelah melihat keluar nya Dokter ketakutan itu hilang dan gue yakin Dokter kepala nya akan menerima kita, jika dia juga ikut menolak kita maka rumah sakit mereka akan memiliki reputasi yang buruk," ucap Coki dengan sombong tersenyum menunjukkan wajah cool nya.
"Maksud loh apa? kenapa bisa buruk? apa loh bakal lakuin sesuatu yang yang aneh?" tebak Ririn menatap Coki yang tersenyum tidak jelas membuat nya melihat itu menjadi jijik sendiri.
"Hei, bambang! gue jijik lihat loh kayak gitu," geli Ririn bergidik ngeri.
"Ini gaje loh."
Naura melihat kedua kembali ribut menghela nafas berat, ia bingung kenapa kedua dalam sehari tidak pernah akur, selalu saja ribut.
Jika di kata bosan sebenarnya tidak, ia merasa cukup terhibur dengan adanya keributan kecil, suasana akan terasa menyenangkan begitu sebaliknya jika tidak suasana akan terasa canggung dan bosan.
Naura menatap kedua bergantian.
"Bagaimana kalau kita rayakan hari bahagia ini dengan makan-makan?" tawar Naura menaik turunkan alis menunggu jawaban mereka.
"Setuju, hari bahagia seperti memang harus di rayakan. Dan hari ini kita akan di traktir Coki, benar gak Cok?" tanya Ririn menatap Coki kaget akan perkataan nya.
"Lah, kak jadi gue yang traktir? seharusnya yang punya ide lah yang traktir," protes Coki tidak terima, malah melangkah lebih cepat dari mereka.
"Sudah, sudah, gapapa Rin. Biar hari ini Naura yang traktir. Gak usah pada ribut lagi. Setelah makan kita harus kembali ke kampus memberikan surat ini," menunjukkan surat yang berada di tangan yang di dapat dari Dokter kepala jika mereka di terima untuk magang di rumah sakit tersebut.
Tidak mau waktu terbuang lebih lama, Naura segera pergi bersama kedua sahabat nya mencari tempat makan yang enak di kota B.
"Ra loh gak mau kabari Kak Noval, mungkin sekarang dia lagi tunggu kabar dari loh di terima atau tidak," saran Ririn melihat Naura yang santai tidak berinisiatif apapun malah begitu menikmati hidangan makanan.
"Oh iya Naura lupa, makasih udah ingatin ya Rin."
__ADS_1
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...