Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 19: Kehehohan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Naura duduk bersama Ririn di tenda peristirahatan kedua. Banyak pertanyaan terus terlontar dari mulut wanita tersebut menanyai nya seakan mengintrograsi penjahat.


"Apaan sih Rin, serius Naura gak dari mana-mana, tadi lagi pengen jalan-jalan saja, jadi lama kembali nya," bohong Naura belum siap mengatakan sebenarnya.


"Gak percaya, loh gak pandai bohong Ra jadi percuma katakan sebenarnya loh dari mana? dan ini apa?" tunjuk Ririn pada syal yang dikenakan Naura. "Kenapa mendadak ada? bukan tadi tidak ada?" curiga Ririn.


"Gak usah sembarang deh Rin, Naura gak ngelakuin aneh-aneh," bantah Naura mulai gugup makin ke sini perkataan Ririn sudah mengarah pada yang di takuti.


"Siapa yang bilang loh aneh-aneh? atau memang benar loh lakuin itu sama Kak Noval?" tebak Ririn menatap wajah Naura yang seketika gelagapan seperti orang kebingungan.


"Ra, jadi benar loh lakuin sama kak Noval?" heboh Ririn tidak mendapat jawaban apapun malah berasumsi sendiri.


"Rin. Gak usah tambah asal deh, mending Naura gak ke sini kalau tau bakal kayak gini," ucap Naura kesal, ngambek.


"Jangan marah dong Ra, maaf becanda tadi. Janji gak lagi deh, tapi jangan marah lagi ya," bujuk Ririn merasa bersalah membuat Naura kesal padanya.


Melihat wajah bersalah Ririn, Naura tersenyum dalam batin. Ia menjadi tidak tega harus bohong tidak berkata jujur.


"Maaf Rin, Naura belum bisa berkata jujur, Naura janji bakal jujur tapi bukan sekarang," batin Naura.


"Iya, Naura juga minta maaf. Sekarang kita cek obat-obat di tenda, tadi Naura gak sempat cek semua," ajak Naura.


"Yuk," angguk setuju Ririn.


Kedua keluar menuju tenda pasien. Dalam perjalanan mereka berpapasan dengan Noval.


"Siang Pak," sapa Ririn, sedangkan Naura diam cuek.


"Siang, kalian mau kemana?" tanya Noval melirik Naura.


"Tenda Pak, kita ingin cek persediaan obat," jawab Ririn.


"Dokter Naura kenapa? sejak tadi saya bicara lihat nya ke bawa, apa saya berada di bawa?"


"Maaf Pak, saya rasa tidak ada yang penting lagi kita permisi," pamit Naura, belum juga berbalik sudah di hentikan dengan suara seseorang, siapa lagi kalau bukan Noval.


"Maunya apa sih? seharusnya dia tau aku belum siap orang lain tau tentang hubungan kita," batin Naura kesal dengan tingkah Noval yang terus memancing.


"Kata siapa tidak ada yang penting Dokter Naura," tegas Noval menekan akhirnya perkataan nya.

__ADS_1


"Maaf jika saya salah, sekarang bisakah Bapak Noval berbicara apa yang ingin di katakan itu penting jangan membuang waktu lagi," ucap Naura.


"Ra," panggil Ririn mencubit lengan nya.


"Kenapa? sakit tau," menoleh pada pelaku yang mencubit nya.


"Kita berada di wilayah nya jangan cari masalah deh," bisik Ririn, hatinya terus dag-dig-dug.


"Terus kenapa? gak usah cemas gak bakal terjadi apapun pada kita."


"Temui saya setelah pekerjaan mu selesai," ucap Noval menatap lekat Naura.


Ririn mendengar itu kini cemas mengkhawatirkan Naura. Berbeda dengan Naura bertanya-tanya ada apa pria tersebut mengajak bertemu lagi.


Tatapan Naura di balas senyuman oleh nya, yang mana membuat Naura penasaran dan kesal.


"Baiklah, saya akan menemui Bapak setelah semua kerjaan saya selesai, permisi," Naura menarik tangan Ririn pergi meninggalkan pria menyebalkan tersebut


"Ra, loh yakin mau temui dia? bagaimana kalau perkataan nya menyakiti dan membuat sedih, apa sebaik gue saja yang temui kak Noval, loh gak usah," cemas Ririn takut sahabat nya sedih.


"Tidak perlu, semua akan baik-baik percayalah," menyakinkan sahabat nya, Naura bahagia memiliki sahabat seperti Ririn yang sangat peduli padanya.


.


.


.


Tanpa berkata apapun, kedua fokus dengan mengecek persediaan obat.


Di tempat lain, Noval di uji kesabaran mendengar rekan kerja nya memuji kecantikan Naura.


"Dokter Naura sangat, aku ingin menjadikan nya istriku," ucap pria tersebut semangat.


"Loh yakin bisa miliki Dokter Naura? gue dengar gosip yang beredar dari teman Dokter nya, Dokter Naura adalah salah satu Dokter yang susah untuk di taklukan."


"Nah, itu tantangan yang gue suka," senyum nya dengan angan-angan di otak memikirkan cara ampuh.


"Cih jangan harap. Naura milik saya, siapa pun tidak bisa memiliki nya," batin Noval marah, ingin sekali ia membungkam mulut para pria brengsek itu tidak henti membicarakan Naura.


"Apa topik pembicaraan kalian selalu seperti ini?" tanya Noval.


"Kenapa? apa ada masalah?" tanya balik pria tersebut menantang.

__ADS_1


"Sudah tidak perlu di pedulikan, dia iri padamu bisa memiliki Dokter Naura nanti, sedangkan dia tidak bisa."


"Loh benar, orang seperti nya tidak bisa memiliki wanita mana pun, perasaan Cinta nya sudah mati bersamaan dengan meninggal nya dia," tambah pria tersebut Membenarkan perkataan teman nya.


"Tutup mulut mu!" marah Noval tidak terima, bangun meninju pria tersebut.


Mendapat pukulan, pria tersebut balas memukul. Hingga terjadi kehebohan.


Naura dan Ririn yang tadi fokus pada kerjaan menjadi tidak fokus dengan keributan yang tidak jauh dari tenda mereka.


"Apa yang terjadi, kenapa sangat ribut di sana?" mata Ririn tertuju memandang arah kerumuman di sana.


"Gak tau, apa sebaiknya kita lihat apa yang terjadi?" tawar Naura menoleh mengajak Ririn.


"Yuk," tarik Ririn cepat memengang pergelangan tangan Naura.


Dengan rasa penasaran yang besar, apa yang sebenarnya terjadi, kedua tidak melepaskan pulpen dan buku panjang malah membawa sama di genggaman.


Entah kenapa mendadak perasaan Naura menjadi tidak tenang, langkah kaki di percepat lagi, hingga tiba dan melihat apa yang terjadi.


Deg!


Deg!


Jantung nya terasa hampir copot melihat pertengkaran kedua pria tersebut. Mata nya tidak lepas menatap Noval yang terlihat sangat marah.


"Pak, apa yang terjadi kenapa mereka berantam?" tanya Ririn pada salah satu pasukan TNI di sebelahnya.


"Saya tidak tau jelas masalah nya seperti apa, tapi yang jelas, Pak Noval merasa tersinggung saat Pak Kamal membicarakan mantan tunangan nya yang telah tiada," kata orang tersebut menjawab pertanyaan Ririn.


"Maksud nya bagaimana? tersinggung?" bingung Ririn belum mengerti.


"Pak Noval sangat mencintai mantan tunangan nya yang sudah meninggal, hingga setiap ada yang menyinggung nama mantan, dia akan marah tidak terima."


Naura yang berada di dekat Ririn mendengar perkataan salah satu tentara rekan kerja Noval, menjadi kecewa berbalik meninggal mereka.


"Ra, loh mau kemana?" teriak Ririn kaget melihat Naura pergi begitu saja.


Mendengar nama yang tak asing, Noval menoleh dan melihat seorang wanita berlari menjauh langsung menghentikan perkelahian nya.


"Urusan kita belum selesai, kau ingat itu," ucap Noval pergi mengejar Naura, Ia khawatir perkataan para rekan kerja nya membuat Naura seperti sekarang.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2