
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Kita ke pantai Kak?" Naura menoleh pada Noval.
"Mmm, gimana kamu senang?" Noval menatap Naura yang tampak bahagia.
"Iya Kak, Naura senang terima kasih sudah mengajak kesini," senyum Naura tidak pernah pudar sejak tiba di pantai.
Saat ingin membuka pintu mobil, tangan nya di tahan.
"Kenapa Kak?" Naura berbalik bertanya pada pelaku yang menggengam pergelangan tangan nya.
"Jangan terburu-buru, tunggu di sini," ucap Noval, lalu keluar dari mobil.
Melihat hal tersebut Naura bingung kemana pria itu akan pergi, kenapa meninggalkan nya sendiri. Namun pikirannya itu salah Noval tidak meninggalkan nya, melainkan keluar untuk membukakan nya pintu.
Mendapatkan perhatian dari Noval membuat Naura senang, entah kenapa ia merasa mendapat satu Kakak lagi yang menyayangi nya.
"Terima kasih, seharusnya Kak Noval gak perlu repot seperti ini, Naura bisa sendiri," ucap Naura seraya keluar dari mobil.
"Tidak apa-apa, saya tidak merasa di repot kan jadi jangan pernah merasa seperti itu, oke."
"Baiklah. Sekarang Naura mau jalan-jalan, apa Kak Noval akan ikut atau tetap di sini?"
"Apa ada alasan saya tetap di sini? saya yang mengajak mu kesini Naura, kamu bisa aja deh," geleng kepala tersenyum dengan pertanyaan Naura.
"Hehehe," cengengesan Naura menunjukkan deretan gigi putih.
Kelakuan Naura membuat Noval menjadi gemas, senyuman wanita tersebut, membuat dirinya lebih cantik.
Sepanjang perjalanan Naura terus tersenyum, mengambil gambar dari ponsel, ia terus memotret kiri kanan.
"Kak tolong fotoin Naura," memberikan ponsel, Naura berlari ke tempat yang menurut nya indah dan mengatur gaya agar terlihat cantik di layar ponsel saat di potret.
Cekrek.
"Lagi Kak," pinta Naura berganti gaya lain.
Noval hanya mengiyakan semua permintaan Naura, entah kenapa melihat Naura senang hatinya ikut senang. Ia tidak menyangka akan begitu muda jatuh hati lagi, padahal sebelumnya hati nya beku.
__ADS_1
Banyak wanita mendekati nya, tapi tidak seorang pun yang berhasil mencairkan nya, tapi Naura dalam sekejap mencairkan tanpa bekerja keras.
Sempat berpikir, dan menduga-duga apakah wanita yang berhasil mencuri hatinya ini melakukan hal yang aneh seperti banyak orang di luar sana lakukan.
Tapi semua kembali lagi, Noval merasa tidak seperti itu, dengan melihat wajah Naura bukan hanya ia tapi semua orang pastinya akan merasakan Naura gadis yang baik.
Naura gadis yang tidak neko-neko.
"Mau gaya yang lain?" tanya Noval.
"Tidak Kak, sudah cukup Naura gak tau mau gaya apalagi," jawab Naura yang kehabisan gaya untuk foto.
"Kemari akan saya ajarkan," panggil Noval dan Naura menurut berjalan mendekat.
"Sini lebih dekat lagi." Naura pun mengikuti berjalan lebih dekat sesuai permintaan Noval.
Tanpa berkata lagi ia merangkul Naura. "Tersenyumlah kita foto bersama."
"Apa?" Naura mendongakkan kepala kaget menatap Noval.
"Kenapa? gak mau?" tanya Noval melihat wajah kaget Naura dengan perkataan nya.
"Tidak, bukan seperti itu. Kirain Kak Noval benaran mau ajarkan Naura, tapi taunya,-" Naura mengantungkan perkataan nya melihat Noval tidak jadi melanjutkan.
"Ayo foto Kak, bukannya tadi mau foto?" ajak nya mengalihkan pembicaraan.
"Dasar bisa aja alihkan pembicaraan," geleng-geleng Noval dengan kelakukan Naura.
Mereka menghabiskan waktu bersama di pantai, banyak foto yang di ambil dari ponsel nya maupun Naura.
Kedua tampak bahagia, senyuman terus melekat di wajah mereka tanpa luntur. Noval menggengam pergelangan tangan Naura kemana pun melangkah. Wajah kedua yang tidak memiliki kemiripan membuat orang yang melihat mengira mereka adalah sepasang kekasih.
"Kak kita kesana yuk,?" ajak Naura antusias.
"Ngapain?" tanya Noval melihat ke arah tempat yang menarik Naura pergi.
"Naura mau lakukan itu," jawab Naura menginginkan permainan tersebut, pandangan nya terus melekat tanpa mengalihkan ke tempat lain.
"Tidak, itu bahaya Naura. Kamu tidak bisa berenang bagaimana mau lakuin?" tolak Noval tidak mengizinkan, menarik Naura pergi karena ia tidak bisa membiarkan Naura terluka.
"Kak, Naura akan baik-baik saja selama Kakak bersama Naura. Please kita kesana yuk," bujuk Naura memohon.
__ADS_1
"Tidak Naura, saya tetap tidak bisa mengizinkan mu."
"Kenapa Kak?"
"Kita pulang sekarang, kasihan abang mu sudah lama menunggu," ucap Noval tidak menjawab pertanyaan Naura malah mengajak pulang.
"Tidak ada protes, sudah cukup untuk hari ini sekarang pulang," Noval kembali berbicara saat Naura ingin mengatakan sesuatu hingga wanita tersebut tidak jadi berkata.
Tanpa menjawab, Naura menarik tangan dari genggaman Noval dan pergi begitu saja.
Saat ini ia merasa kesal, ia bingung dengan Noval yang cepat berubah tadi baik mendadak dingin, entah nanti apalagi sikap yang di tunjukkan.
Kepala nya terasa pusing memikirkan semua itu.
"Naura saya lakukan ini karena saya khawatir padamu. Saya tau kamu tidak bisa berenang. Jadi mengertilah jangan kekanakan seperti ini," Noval mengejar Naura yang terus melangkah, tapi semua perkataan nya tidak di pedulikan.
Rasa takut yang kembali hadir di benak membuat nya takut semua terulang lagi. Noval tidak bisa biarkan itu, meski perasaan nya mendadak, tapi ia yakin akan perasaan nya pada Naura benar cinta.
"Sudah ku katakan untuk mengerti kenapa keras kepala sekali kamu?" marah Noval dengan tingkah Naura yang kekanakan.
"Apa kamu akan seperti ini jika di tidak izinkan? membuat orang repot, pusing memikirkan tingkah kekanakan mu yang banyak mau? sadar Naura tidak semua yang kamu ingin kan bisa kamu lakukan. Jika saya tidak peduli maka sudah pasti saya ijinkan, bodoh amatlah mau kamu terluka, tapi ini tidak, saya melarang karena saya tidak ingin hal tersebut terjadi padamu."
"Maaf," tunduk Naura tidak berani menatap Noval, ia sadar sekarang sikap nya sudah sangat kekanakan, tidak seharusnya bersikap seperti itu tadi.
Namun apa yang bisa di lakukan, semua sudah terlanjur ia tidak bisa berubah yang telah terjadi selain meminta maaf, tidak mungkin bukan, ia memutar waktu yang telah terjadi?
Penyesalan dan rasa bersalah nya dapat di lihat, Noval tidak tega menarik dan memeluk Naura.
"Sudah lupakan, sekarang kita pulang Ar sudah menunggu kita," ajak Noval tidak mempermasalahkan lagi, Naura sudah sadar itu sudah lebih dari cukup.
"Kakak tidak marah lagi sama Naura?" tanya Naura memastikan masih merasa bersalah membuat Noval marah dengan kelakukan kekanakan nya.
"Menurut mu bagaimana?" tanya balik Noval menatap Naura, entah kenapa melihat wajah Naura yang seperti ini sangat mengemaskan hingga tak tahan untuk ia menjahili.
Naura kembali menundukkan kepala, menggeleng kepala." Maaf, Naura janji gak bakal ulangi lagi. Kakak benar Naura sangat kekanakan, gak mikirin orang yang khawatir pada Naura," ucap Naura membenarkan semua yang di katakan Noval padanya. Ia merasa semua itu memang benar.
"Heh, kenapa berkata seperti itu. Saya tidak benar-benar berkata seperti itu," sahut Noval.
"Tapi Kak-"
"Sudah, tidak ada tapi-tapian lagi. Kita pulang sekarang atau abang mu Ar bertanya kenapa saya belum tiba," sela Noval cepat memotong perkataan Naura.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...