
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Keesokan hari Naura sudah rapi ia akan bersiap ke rumah sakit. 2 minggu rasanya sudah cukup untuk ia mengistirahatkan diri. Kehamilannya membuat nya lebih semangat dari sebelumnya.
Meski Noval sudah memberi larangan penuh agar tetap di rumah, Naura tetap memaksa untuk bekerja.
Sekuat bujukan memberi pengertian pada Naura, akhirnya Noval menyerah. Keras kepala sang istri tidak ada tanding nya. Ia akan menuruti dan akan menjaga di sana nanti.
"Jangan memaksa diri, jika lelah langsung istirahat. Aku akan memantau mu dari jauh, jika tidak ada yang benar-benar penting dengan tugas, aku akan menyusul mu," ucap Noval memperingati sang istri.
"Iya, gak usah khawatir lagian jadwal ku gak padat. Aku sudah memberitahu teman ku yang selama ini menggantikan ku untuk meng-handle beberapa pasien ku," sahut Naura menjelaskan pada Noval.
"Kenapa? ada masalah?" tanya Noval menatap bingung dengan penuturan sang istri.
"Aku sengaja ke rumah sebenarnya untuk cek kandungan dan juga ingin mencari tau tentang keberadaan ayah ku," jawab Naura mengungkapkan alasan sebenarnya.
"Ayah? untuk apa lagi kamu mencari nya? sudah lupakan dia. Bukannya tanpa dia hidup mu baik-baik saja, lagian jika bertemu dengan nya apa yang ingin kamu perbuat?" tanya Noval menatap Naura yang terdiam dengan lontaran pertanyaan beruntun.
Perkataan Noval ada benarnya kini Naura menjadi kepikiran, meski tidak sepenuhnya membenarkan.
"Diamnya kamu ku harap sebagai jawaban untuk menyudahi ini atas kesadaran mu dari semua yang ku katakan," sambung nya masih dengan menatap Naura tanpa berpindah.
"Maaf, aku tidak bisa menyudahi ini, aku sudah pernah bilang pada mu saat itu aku akan mencari dia sampai ketemu," putus Naura kekeh dengan tekad nya.
"Emang apa yang akan kamu lakukan Naura jika sudah bertemu? membalasnya dengan penderitaan yang sama atau membunuh nya?" tanya Noval tegas. Ia benar-benar pusing menghadapi Naura yang keras kepala seperti ini.
__ADS_1
Luka masa lalunya kembali terbuka, ia tau sebelum menikah, bahkan sebelum mengatakan cinta dua tahun lalu pada Naura. Naura sudah menceritakan semua kisah hidup nya di masa lalu, bahkan tentang keberadaan nya saat ini bersama nya karena tujuan nya mencari Ayah kandungnya saja tidak ada tujuan lain.
"Aku tidak sejahat itu sampai tega membunuh Ayah kandung ku sendiri Val, meski aku sangat membenci dia aku tidak buta. Aku masih bisa berpikir jernih," Naura sejenak diam men-jeda dan menatap serius Noval. "Membenci seseorang bukan berarti harus membalas rasa sakit hati kita seperti yang kamu katakan tadi... apa tadi?... membunuh?"
"Sangat lucu, tapi tidak masalah aku tidak marah, karena setiap orang memiliki pemikiran masing-masing dan ku hargai pemikiran mu tentang ku. Oh iya seperti nya sudah jam, maaf aku harus segera pergi sekarang, tidak perlu mengantar ku, aku bisa pergi sendiri. Assalamu'alaikum," Naura meraih tangan Noval mencium punggung tangan suami dan pergi meninggalkan nya.
Meski suasana memanas, Naura ya Naura tidak akan bisa bersikap cuek pada keluarga nya. Apalagi Noval suaminya.
Jika di tanya marah pada Noval, Naura tidak marah, tapi lebih ke kecewa. Karena tanpa sadar pria itu seperti meragukan Naura.
Noval mematung memandang kepergian Naura, ia menyadari perkataan nya tadi salah dan pasti sangat menyakiti hati Naura tanpa sengaja.
"Maaf. Aku hanya takut Ayah mu melakukan yang buruk padamu. Dari awal cerita kamu aku sudah bisa menyimpulkan bahwa Ayah mu tidak mengharapkan kehadiran mu, tapi sebaliknya. Maka dari itu aku melarang mu dan meminta mu menyudahi, aku tidak ingin kamu kenapa-napa, aku khawatir padamu sayang," lirih Noval merasakan delima dengan keadaan nya saat ini.
πππ
Langkah Naura yang laju seketika harus terhenti melihat seseorang menghadang jalan nya.
Semenjak kehamilan mood Naura menjadi tidak stabil naik turun yang memang tidak bisa di atur, karena itu hormon kehamilan bawaan bayi.
"Bisakah Ibu tidak menghalangi jalan saya? saya ingin segera masuk sekarang," ucap Naura dengan mimik wajah setenang mungkin, ia mencoba tidak kesal dan menahan perasaan nya hari ini.
"Kenapa? apa kau keberatan? lagian saya kesini bukan ingin cari masalah dengan kau dokter gadungan. Saya kesini hanya ingin memperingatkan mu at-"
"Mama sedang apa di sini? Papa cariin juga dari tadi, kita harus segera pergi sekarang," ucap pria tersebut cepat. Ia adalah suami dari wanita yang sedang berbicara dengan Naura.
Pandangan Naura seketika berpindah menatap kedatangan pria tersebut. Wajahnya sangat tidak asing bagi Naura, bahkan rasanya ia seperti sangat mengenal entah di mana pernah bertemu ia lupa tidak mengingat nya lagi sekarang.
__ADS_1
Dan seketika bayangan wajah pria tersebut mengingat kan pada foto yang di tunjukkan Nenek di kampung halamannya.
"Ayah, yah aku mengingatnya sekarang. Dia pria yang ku cari selama ini. Jadi wanita ini," Naura tidak sanggup melanjutkan perkataan nya dalam hati. Rasanya masih sangat sulit untuk di percaya, entahlah kenapa ia merasa dunia seperti sedang mempermainkan nya sekarang.
"Hai turun kan pandangan menjijikkan mu itu dari suami ku, nanti suami ku kena sial lagi," hina nya menatap tidak suka pada Naura.
"Pa, dia wanita yang Mama ceritakan yang membuat keadaan anak kita Fatur memburuk dan juga seenak hati memindahkan anak kita ke rumah sakit lain, bahkan mem blacklist nama kita di rumah sakit ini," lanjutnya lagi memprovokasi melimpahkan semua pada Naura.
Naura tidak mengatakan apapun untuk membela diri, ia benar-benar diam dengan tatapan tidak percaya bisa bertemu pria yang di cari selama ini. Bahkan kini berada di depan nya, tanpa ia bersusah payah mencari lagi.
Entah kenapa ia ingin sekali memeluk Ayah nya untuk pertama, tapi di urungkan lagi.
Dan saat itu juga Naura pun tersadar dan langsung pergi meninggalkan pasangan suami istri tersebut tanpa mengatakan apapun.
Naura tidak ingin mereka curiga, biarkan semua seperti ini tanpa mereka ketahui apapun. Bukan kah Ayah nya tidak pernah menginginkan kehadirannya jadi untuk apa ia katakan. Dengan sudah bisa bertemu itu seperti nya sudah dari lebih cukup bagi Naura.
"Aku akan menyudahi semua ini sekarang, akun tidak ingin ambil resiko seperti nya istri Ayah sangat tidak menyukai ku, bahkan kita belum saling mengenal sudah seperti ini, bagaimana kalau sudah mengenal?" pikir Naura tidak mampu membayangkan lebih dalam lagi.
"Memang benar yang di katakan Noval lupakan semua dan jalani hidup yang ada sekarang. Hidup tidak menoleh ke belakang melainkan ke depan."
...Tamat...
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
Hay semua terimakasih sudah setia membaca cerita author. Seperti janji author bab nya gak panjang dan berbelit-belit.
Setelah menamatkan Novel ini akan ada season 2 ya. Dan cerita nya bisa kalian bayangkan sendiri seperti apa.
__ADS_1
Yang pasti tidak kalah seru dari season 1. untuk itu nanti kan selalu kabar terbaru season 2.