Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 21: Resmi 2N


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Setelah mendapat izin dari atasan, Noval membawa Naura pergi.


.


.


.


3 jam berlalu...


Kini Noval dan Naura resmi menjadi sepasang suami istri. Naura mencium punggung tangan Noval dan sebaliknya Noval mencium kening Naura.


"Sekarang kalian resmi menjadi pasangan suami istri, dan secepatnya sah kan juga di mata negara," ucap Pak penghulu.


"Iya Pak. Kita akan kita akan melangsungkan pernikahan kita setelah balik dari sini," sahut Noval.


"Baiklah kalau seperti saya pergi, sekali lagi selamat."


"Iya terima kasih."


Setelah kepergian pak penghulu, mata Noval berpindah menatap serius Naura.


"Kita telah resmi menjadi suami istri, kita jalani ini sama-sama, jangan khawatir aku akan bicara ini pada keluarga kita," menggenggam tangan Naura, Noval memberi kepercayaan agar tidak ada kekhawatiran pada dirinya.


"Aku ingin minta satu hal padamu," ucap Naura tidak memberi tanggapan apapun yang di kata Noval barusan malah berkata lain.


"Apa? katakan akan aku penuhi keinginan mu," senyum Noval pada Naura.


"Aku belum siap punya anak dalam waktu dekat, ku harap kamu dapat penuhi itu," tatapannya mengarah pada Noval melihat ekspresi wajah.


"Kenapa? kamu tidak ingin punya anak dari ku?" kaget Noval tidak percaya dengan permintaan Naura.


"Jika aku tidak ingin, kenapa aku mau menikah dengan mu?" tanya balik Naura membuat pria tersebut terdiam sejenak.


"Huft... " menghela nafas kasar, meraih tangan Naura. "Baiklah akan aku penuhi, tapi kamu juga harus penuhi keinginan ku, jangan menolak keinginan ku saat aku menginginkan mu."


"Iya."


"Besok kita akan kembali jadi sekarang kita akan menikmati malam pengantin kita di sini," senyum Noval dan langsung mengendong Naura ala brydel membawa nya ke kamar dan membaringkan di kasur.


"Kita lakukan sekarang," ajak Noval menatap Naura yang sejak tadi tidak banyak bicara.


Wanita tersebut masih ragu dengan apa yang sudah mereka lakukan, menikah tanpa sepengatahuan keluarga membuat nya terus kepikiran. Hati terasa tidak tenang.


Naura tersadar saat pakaian yang di robek paksa.

__ADS_1


Saat mulut membuka untuk bertanya, bibir nya langsung di bungkam.


Mmpptt...


Noval melakukan dengan penuh gairah, tidak Ia beri kesempatan pada Naura menolak.


Tubuhnya begitu cepat merangsang saat bersentuhan dengan Naura seperti ada magnet yang menariknya terus dekat.


Naura meremas kuat seprei, permainan pertama masih terasa sakit, dan sekarang kembali di lakukan.


"Ahhhh, sakit... " aduh Naura merasa sakit saat Noval memulai memasukan.


"Kita baru melakukan tadi, kenapa kembali sempit?" tanya Noval menatap binggung membuat Naura malu dan berniat ingin menutup, tapi tangan nya langsung di tepis.


"Apa yang ingin kamu lakukan sayang? aku ingin melihat milik ku kenapa sangat nakal," ucap Noval mencegah Naura.


"Tidak sebaiknya kita istirahat saja? kita sudah melakukan nya tadi, apa kamu tidak cape?" kata Naura mencoba membujuk Noval Istirahat, Ia cemas Noval akan kebobolan mengingat pertama sudah berulang-ulang pria itu menyembur masuk bibit.


Minggu-minggu ini adalah masa subur nya, besar kemungkinan kehamilan akan terjadi mengingat bulanan nya tepat waktu tidak terjadi masalah 4 tahun kemarin.


"Tidak, apa kamu cape?"


"Iya, aku sangat lelah,kita lakukan lain kali saja, aku ingin Istirahat."


"Sekali saja, aku janji setelah itu kamu bisa Istirahat."


"Tapi-"


Tidak memiliki pilihan lain, ia menyetujui dan melakukan yang di inginkan Noval suami nya.


5 jam...


"Ahhhh, terima kasih sayang aku mencintai mu," Noval menjatuhkan diri di samping Naura dan memeluk tubuh polos nya.


"Kamu pembohong," ucap Naura dengan suara serak, tubuh terasa lemas hingga suara sulit di keluarkan.


"Maaf, tubuh mu candu ku sayang, setiap ingin mengakhiri selalu tergoda untuk melakukan lagi," ucap Noval tanpa merasa bersalah.


Permainan nya berkali-kali, dan semua kebobolan, pria tersebut tidak mampu mengendalikan diri.


"Istirahat lah, malam nanti kita akan makan di luar," mengusap rambut Naura.


Rasa lelah di sekujur tubuh kedua, membuat mereka dalam hitungan menit sudah terlelap. Tangan Noval memeluk erat tubuh istri nya.


.


.


.

__ADS_1


"Dok, Dokter Naura di mana? sejak tadi saya perhatikan Dokter Naura tidak terlihat?" tanya Kamal penasaran.


"Dokter Naura pergi bersama Pak Noval ke kota, katanya ada keperluan mendesak kebetulan Pak Noval juga mau kesana jadi mereka pergi bersama," jawab Ririn.


"Oh seperti itu, kapan mereka akan kembali?"


"Besok pagi."


"Sial! Loh berani main-main sama gue, tunggu balasan gue," marah Kamal membatin, mengepal kedua tangan dengan amarah di hati.


"Ya sudah terima kasih. Dokter bisa kembali."


"Iya."


Di tempat lain, Noval terus memandang wajah cantik Naura sejak tersadar. Semua terasa mimpi baginya, sekarang ia telah menjadi suami Naura.


Dua tahun berpisah tidak berjumpa, sekali bertemu sudah mengikat janji suci.


Noval membelai lembut pipi Naura. "Aku harap anak kita nanti cantik seperti mu, dan kuat seperti aku," ucap Noval menatap perut rata Naura yang di tutup selimut.


"Sayang bangun, sudah waktunya makan malam, sejak tadi kamu belum makan, aku tidak ingin kamu sakit sayang," cerocos Noval membangunkan Naura.


"Biarkan aku Istirahat, tubuh ku benar-benar terasa remuk," sahut Naura menghempaskan tangan Noval menjauh dari wajah nya.


"Sayang kamu belum makan sejak tadi, setidaknya makan sedikit baru lanjutkan tidurmu," bujuk Noval khawatir Naura akan sakit.


"Tidak, aku ingin Istirahat sekarang, kamu pergi saja," usir Naura dengan mata terpejam, enggan membuka.


"Jika ku biarkan kebiasaan buruk nya akan terus melekat," batin Noval memandang Naura tidur membelakanginya.


"Baiklah jika seperti itu, aku kasih dua pilihan bangun atau kita mengulangi lagi yang tadi?" ancam Noval dengan suara tegas.


Dalam sekejap Naura langsung bangun, kepala nya terasa berat.


"Istri pintar di ancam baru bangun kalau tidak akan terus tidur," ucap Noval menggeleng kepala.


"Biarkan aku Istirahat, 1 jam lagi," pinta Naura, di balas gelengan kepala Noval.


"Tidak sayang, sekarang kebiasaan buruk mu itu harus di hilangkan, aku tidak mau kamu telat makan atau terima hukuman sehari full melayani ku," ancam Noval serius.


"Apaan sih, aku seperti ini juga karena kamu terus menerkam ku," kesal Naura tidak terima dengan ancaman pria me**m yang tidak lain suaminya sendiri.


"Kenapa? tidak ikhlas? emangnya mau aku di layani perempuan lain?" tanya Noval menaikkan alis menggoda Naura yang wajah nya berubah masam.


"Silakan lakukan saja aku tidak akan melarang mu," jawab Naura acuh. Noval mendengar itu tidak percaya istri kecil nya bisa memberi jawaban sesimpel itu dengan wajah santai.


"Kamu serius?" tanya Noval memastikan lagi.


"Iya aku serius," senyum Naura melihat Noval yang menatap nya penuh selidik.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2