
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Noval menidurkan Naura di ranjang rumah sakit ruangan tempat kerja istrinya tersebut.
Melihat wajah cantik sang istri seketika membuat nya teringat akan perkataan kasar keluarga pasien pada wanitanya.
Hatinya masih tidak terima mengingat semua perkataan Ibu tersebut, entah kenapa ia merasa perkataan nya berlebihan memojokkan Naura agar terlihat bersalah.
Dan hal tersebut sangat tidak di sukai Noval, ia terima apapun itu perkataan buruk orang tentang nya, tapi tidak pada orang yang ia sayangi.
"Istirahatlah, aku akan kembali lagi."
Cup.
Noval mendaratkan satu kecupan di kening Naura, lalu beranjak pergi meninggalkan Naura dari ruangan nya.
.
.
"Sudah cukup omong kosong nya, saya tidak segan-segan bersikap kasar jika Ibu masih menjelekkan adik saya!" marah Arjuna tidak terima, matanya melekat tajam menatap wanita tersebut tidak lelah menjelekkan nama adiknya pada semua orang yang berada di rumah sakit.
Bahkan ia bingung sekarang apa masalah wanita tersebut pada adiknya? ia sangat yakin dan percaya pada adiknya tidak mungkin melakukan sesuatu di luar yang membahayakan nyawa orang.
Naura bukan wanita yang kejam, Naura selalu mengutamakan keselamatan orang-orang dari pada dirinya sendiri, jadi apa yang di terima benar-benar sangat membuatnya marah.
"Lalu kenapa? kau pikir saya akan takut begitu?" tanya wanita tersebut menantang bahkan tatapan nya lekat pada pria di depan nya tanpa takut.
"Saya akan menghubungi suami saya untuk menuntut Dokter pembunuh itu, lihat saja nanti," sambung nya tanpa peduli lagi tatapan lapar pria di depan semakin tajam yang seakan siap menerkam hidup dirinya.
Jika di perhatikan wanita tersebut memiliki usia yang tidak jauh dengan Mommy nya, tapi di usia yang tidak muda pada wanita itu ia merasa wanita tersebut sedikit tidak waras.
Tatapan Arjuna masih lekat menatap punggung belakang wanita tua gila itu.
__ADS_1
"Sedang apa kau di sini?" menepuk bahu kanan Arjuna, Noval ikut mengarah pada arah pandangan Arjuna sekarang. "Siapa yang kau lihat?"
"Apa yang terjadi pada Naura? apa dia baik-baik saja sekarang?" tanya Arjuna tanpa menjawab pertanyaan Noval yang mana menurutnya tidak penting.
"Jadi loh sudah tau?"
"Iya, bagaimana? Naura baik-baik saja, kan? gue tau bagaimana Naura, dia tidak pernah tega melakukan sesuatu yang yang kejam apalagi yang berkaitan dengan nyawa orang. Gue rasa wanita gila itu berlebihan."
"Hmmm, gue juga seperti itu. Sekarang gue akan urus semua ini, gak bakal gue biarin Ibu itu membuat Naura sedih."
"Apa yang ingin loh lakuin? gue akan bantu karena ini menyangkut Naura, tidak akan gue biarkan seorang pun menjelekkan Naura yang memang tidak pernah dia lakukan."
"Terima kasih, tapi gue bisa urus ini sendiri," tolak Noval menepuk pelan bahu Arjuna menyakinkan semua baik-baik saja tidak perlu di pikirkan.
"Baiklah, gue serahkan semua pada loh. Tidak perlu bersikap formal Naura adik gue jangan lupa itu, jadi tidak ada kata terimakasih jika menyangkut orang yang kita sayangi," kata Arjuna tersenyum menatap Noval yang berdiri di samping nya balas tersenyum.
Dia bahagia Naura istrinya di kelilingi orang yang tulus menyayangi, tapi kenapa masih saja ada orang yang tidak suka pada Naura padahal wanita tersebut memiliki hati yang baik tidak tega menyakiti orang lain.
Jika saja orang-orang jahat ingin mengenal Naura sedikit saja, mereka akan tau bagaimana Naura yang sebenarnya.
.
.
Saking nyaman berada di dekapan Noval, ia ketiduran, tapi di mana keberadaan suaminya itu sekarang? kenapa tidak ada saat nya terbangun.
"Di mana dia? kenapa tidak ada? apa sudah kembali bertugas?" pikir Naura dan mulai beranjak bangun dari tidurnya.
"Mungkin seperti itu, baiklah sekarang aku lanjutkan saja kerjaan ku," sambung nya lagi bergegas bersiap kembali bertugas.
Tiba di ruang pasien, ia tidak melihat seorang pun di ruangan tersebut, bahkan di ruangan tersebut kosong tak ada barang milik keluarga pasien yang pagi tadi ia lihat.
Dia mengerut kening bingung apa yang terjadi, kemana pasien nya itu? keadaan nya sedang tidak baik sekarang, salah langkah sedikit nyawa bisa tak tertolong.
"Apa Ibunya membawa pergi? tapi kenapa tidak ada yang mengabari ku?" gumam Naura cemas, lalu segera keluar bertanya pada petugas yang di tugasnya menjaga pasien.
__ADS_1
"Sus, dimana pasien di ruang melati No 1 VIP?" tanya Naura menatap Suster.
"Pasien nya sudah di pindahkan Dok, sekarang sudah tidak berada di sini," jawab suster wanita tersebut.
"Maksud Suster? tidak bagaimana? apa keluarga pasien sudah membawa pasien pergi berobat di rumah sakit lain?" tanya Naura menebak serius melihat Suster di depan dengan bingung melihat gelengan kepalanya.
"Apa Dokter tidak tau?"
"Tau apa Sus? saya benar-benar tidak tau. Coba katakan apa yang terjadi?"
"Pak Noval membawa pergi pasien tersebut dan tidak mengizinkan untuk kembali berobat di sini, bahkan nama keluarga pasien tersebut sudah di tanda merah," ungkap Suster tersebut menjelaskan dan Naura begitu kaget mendengar itu.
"Baiklah terima kasih, Suster bisa kembali bekerja," ucap Naura, ia benar-benar bingung sekarang bagaimana bisa Noval melakukan semua itu.
"Semoga semua baik-baik saja, aku tidak ingin semua menjadi kacau, Tuhan. Aku mohon lindungi keselamatan pasien itu," gumam Naura tulus berdoa untuk pasien nya.
Naura pun pergi mencari Noval, ia yakin pria itu akan berada di ruangan nya.
Dan benar saja dugaan nya, pria itu berada di ruangan, wajahnya terlihat santai tanpa rasa bersalah dengan apa yang baru di perbuat pada pasien nya, bahkan pria itu duduk di kursi kerja nya dengan menutup mata mengistirahatkan diri.
Naura yang masuk hanya mampu menggeleng kepala, berjalan mendekati suaminya.
"Kenapa kamu harus melakukan itu? kenapa selalu bersikap sendiri tanpa mendiskusikan dengan ku terlebih dahulu? aku takut dengan semua tindakan mu ini, entah kenapa aku khawatir," ucap Naura hanya mampu berkata dalam hati tanpa berani mengatakan semua.
Mata nya lekat menatap wajah tampan suaminya saat tertidur, hidung mancung itu membuat nya menyentuh dan tersenyum.
"Sudah puas menatap ku sayang, sekarang giliran ku," ucap Noval dan langsung menarik Naura hingga terjatuh di pangkuannya.
"Sejak kapan kamu bangun?" pasrah Naura berada di pangkuan Noval, pria itu memeluk erat dan mencium tengkuk belakang dengan sedikit gigitan memberi sensasi hingga Naura mengeluarkan suara indah tidak kuat dengan perlakuan suaminya itu.
"Sejak kamu masuk aku sudah tau sayang."
"Benar kah? jadi kamu tidak tidur tadi?"
"No," Noval menggeleng kepala dan tangan nakal nya mulai masuk di balik baju Naura.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...