
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Mendengar erangan kesakitan pria itu, ia sedikit puas semua tidak seberapa seharusnya ia memukul pusaka nya biar bengkok. Tapi sudahlah sekarang ia sudah bebas dari brengsek sialan itu.
"Kau gila apa!" marah Kamal kesakitan gigitan Naura begitu kuat hingga meninggalkan bekas.
"Ya, semua itu karena kau. Kau pria yang tidak tau malu, menjijikan yang pernah saya temui," maki Naura dengan wajah penuh ketidaksukaan pada pria di depannya.
"Tidak masalah saya akan membuat pria menjijikan yang kau katakan ini teman ranjang yang memuaskan untuk mu," senyum kamal tanpa ragu.
"Ck! Mimpi."
"Kenapa harus mimpi jika semua itu memang bisa terjadi?"
"Ya terjadi, tapi dalam angan mu saja karena semua itu sampai kapan pun tidak akan pernah terjadi."
"Ada apa ini?" tanya Noval tiba di tenda Istirahat Naura mendengar perdebatan.
Matanya beralih melihat ke depan, seketika itu mata nya menjadi merah, tangan mengepal.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Noval mendekati pria itu dan saat ingin melayangkan tinjuan, tangan nya di tahan seseorang dari belakang.
"Val, sudah jangan kotorin tangan mu untuk pria seperti nya. Mending bantu aku kemasin barang agar cepat pergi dari sini," ucap Naura, meladeni pria brengsek itu hanya membuang tenaga.
Dia yakin pria itu memiliki rencana entah itu apa ia tidak tau, tapi secepatnya akan ia ketahui.
"Kamu benar sayang, terima kasih sudah mengingatkan ku jika tidak tangan ku sudah kotor," Noval tersenyum mencium kening Naura dengan mesra.
Kamal melihat kemesraan keduanya sangat murka, ia mengepal kedua tangan nya dengan tatapan membunuh menatap Noval.
Tanpa permisi ia pergi begitu saja meninggalkan kedua orang tersebut.
"Pergi juga akhirnya," ucap Naura lega, akhirnya ia tidak harus melihat nya lebih lama lagi.
"Sayang kamu baik-baik saja, kan? kamu tidak di apa-apain dia, kan? kenapa dia bisa berada di sini? mana Dokter Ririn?" cerocos Noval cemas, ia memutari tubuh Naura mengecek apa ada yang lecet.
"Aku baik-baik saja, jangan khawatir. Dia ke sini minta di obati Ririn, dan dia juga memberi peringatan padaku untuk tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Ririn atau nyawa Ririn taruhannya," jawab Naura.
"Kenapa? apa hubungan dengan Dokter Ririn?" tanya Noval dengan wajah tidak paham.
__ADS_1
"Ririn pacarnya dan mereka baru jadian tadi pagi."
"Tunggu... jadi yang terjadi padamu tadi apa ada kaitan dengan Dokter Ririn?" tebak Noval menatap Naura suara nya berubah lebih ke intimidasi.
"Iya, aku tau mereka jadian, aku langsung menemuinya mengingatkan untuk tidak coba mempermainkan Ririn, dan juga membuka kedoknya."
"Naura, kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan itu sangat gegabah, kenapa tidak kamu pikirkan terlebih dahulu sebelum menemui nya. Aku yakin hal ini sudah dia rencanakan," marah Noval.
"Maaf, tapi ak-"
"Apapun itu alasan nya. Lain kali sebelum melakukan sesuatu pikir baik-baik atau tidak tanya padaku," potong Noval cepat mata nya tidak terlepas dari Naura.
"Ayo kita lanjut berkemas lalu pergi dari sini," sambung Noval dengan ekspresi datar tanpa menoleh Naura.
Naura terdiam, tidak mengatakan apapun lagi. Wajah datar yang di tunjukkan Noval benar-benar membuat nya takut.
Melihat saja ia tidak berani, pria itu jika sudah marah sangat menakutkan.
Kedua mengemasi barang tanpa ada sepatah kata keluar dari mulut masing-masing.
"Su-"
"Kita pergi sekarang," Noval menarik koper Naura dan pergi terlebih dahulu.
Setiba di mobil, Noval memasuki koper Naura ke bagasi begitu dengan ransel besar nya sudah ia taruh lebih dulu.
Mereka ke bandara di antar Riski menggunakan mobil dinas. Hingga sekarang Noval terus mendiami Naura, wanita itu sudah merasa jenuh semakin jenuh.
Dia merasa tidak suka keadaan seperti ini, Noval melihat Naura dari kaca spion mengemudi tidak tega, tapi ia harus tegas karena wanita itu masih sangat muda jadi suka melakukan sesuatu tanpa di pikir panjang terlebih dahulu.
"Loh kenapa? ada masalah dengan Dokter Naura?" tanya Riski sejak tadi memperhatikan Noval di sebelah nya terus melihat ke belakang kursi penumpang.
"Hmmm," Noval berbicara dengan mata tertuju pada Naura yang memejamkan mata setelah beberapa menit tadi menggunakan headset di kedua telinga nya.
"Kok bisa? emangnya apa yang terjadi? masa suami istri sudah lebih sering bertengkar? seharusnya bertengkar di ranjang biar dapat hasil, bukan dapat musibah."
"Jangan berisik, Naura sedang tidur," ucap Noval seraya menempatkan telunjuk tangan di bibirnya.
"Ya, maaf gue gak tau."
"Loh fokus saja menyetir gak usah banyak omong."
__ADS_1
"Baik Komandan."
...----------------...
Di dalam pesawat. Kedua orang itu masih diam, tidak ada dari mereka ingin mengalah dan berbicara lebih dulu.
Naura lebih memilih mendengar lagu dengan headset. Ponsel nya sudah ia beri mode pesawat hingga tidak menganggu penerbangan pesawat.
Sama hal dengan Noval, ia lebih memilih tidur. Selama menjalani misi, ia jarang istirahat. Jika sempat hanya 2 atau 3 jam tidur.
Tidur Naura sedikit terganggu merasa ada sesuatu yang menarik nya untuk membuang sampah dari perut yang mendadak mulas.
Dengan hati-hati, ia tidak ingin menganggu tidur Noval melihat dari raut wajah tidur nya saja sudah dapat membuat nya yakin pria itu jarang tidur hingga tidur nya sekarang lebih lelap.
Naura meminta tolong pada pramugari wanita yang berdiri di belakang untuk mengantarnya ke toilet.
Beberapa menit kemudian...
Naura keluar dan menarik nafas lega, akhirnya ia dapat membuang semua sisa makanan yang membuat nya sesak tadi.
"Lebih baik sekarang," Naura menatap wajah nya di pantulan kaca.
"Sudah 4 tahun aku belum juga mengetahui keberadaan pria itu, kemana aku harus mencari?" gumam Naura lagi.
"Apa aku tidak bisa menemukan nya?"
Sedangkan di sisi lain, Noval terbangun dari tidur nya, ia kaget melihat Naura tidak berada di samping nya.
"Permisi, apa anda melihat wanita yang di samping saya tadi?" tanya Noval pada pramugari wanita tersebut.
"Apa wanita yang Bapak maksud memiliki rambut sebahu cat orens, memikirkan lesung pipi cantik itu?" sebut wanita itu yang mengamati kecantikan nya hingga gambaran nya terekam jelas di otak nya.
"Ya benar itu istri saya, di mana anda melihat nya?"
"Bapak beruntung memiliki istri secantik nya, jangan sampai di rebut orang."
"Iya, sekarang di mana istri saya?" Noval kembali bertanya hal yang sama, sebab pramugari di depan nya ini di tanya apa malah nya apa benar-benar gak nyambung.
"Istri Bapak di toilet, tap-"
Noval langsung terobos masuk tanpa mempedulikan wanita itu, ia cemas takut Naura kenapa-napa di dalam.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...