Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 22: Semakin menantang


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Keesokan hari, setelah melalui malam yang panjang penuh kehangatan, Noval dan Naura kini dalam perjalanan kembali ke desa terpencil tempat tugas kerja berada.


Keduanya sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka dari rekan kerja maupun sahabat dekat.


Semua mereka lakukan agar tidak menimbulkan masalah.


"Jangan telat makan, aku gak bisa selalu ada di samping mu, mengingat mu makan jadi jangan ngeyel atau terima hukuman dari ku," pesan dan ancam Noval pada Naura.


"Iya, kamu juga," sahut Naura lembut tersenyum menatap Noval yang sedang menyetir.


"Hmmm."


"Bagaimana? apa sekarang masih terasa sakit?" sambung Noval melirik bawah, milik Naura yang mana seketika membuat nya tersipu malu, memukul lengan pria tersebut.


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Naura sedikit tidak suka dengan lirikan nakal pria tersebut.


"Emangnya kenapa? tidak boleh aku mengkhawatirkan mu?" tanya balik Noval menaikkan alis dengan wajah bingung.


"Bukan seperti itu... sudahlah gak usah di bahas," ucap Naura malas membahas hal yang membuat nya teringat akan ganasnya permainan Noval tanpa memberi jeda untuk Istirahat.


"Lucu deh kamu sayang, masa di tanya gitu malu. Kita suami istri sekarang, yang ada di tubuhku milikmu begitu pun sebaliknya," ucap Noval mengelus pipi kanan Naura.


"Tapi aku malu kamu bertanya seperti itu, aku belum terbiasa," ungkap Naura jujur.


"Mulai sekarang kamu harus terbiasa, hal seperti ini memang wajar jadi tidak perlu merasa aneh."


"Iya," sahut Naura menganggukkan kepala.


Naura kembali diam, menyampingkan kepala mengarah jendela mobil. Mata melihat sekeliling pemandangan yang di lewati.


Keheningan tercipta karena tidak ada topik pembicaraan. Noval fokus menyetir, pandangan tertuju ke depan.


"Kenapa aku khawatir Mommy, Daddy, abang Ar dan abang Al akan kecewa dengan semua ini? apa sekarang saja aku kasih tau mereka kalau aku sudah menikah dengan Noval?" batin Naura bertanya-tanya cemas, hatinya saat ini tidak bisa tenang.


Bahkan otaknya tidak bisa sehari tidak mengkhawatirkan kemarahan keluarga yang kecewa dengan tindakannya mengambil keputusan tanpa berdiskusi terlebih dahulu.


Melihat Naura terdiam memalingkan wajah ke samping Noval menggenggam tangan nya.

__ADS_1


"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja, aku bersama mu tidak akan membiarkan mu sendiri," ucap Noval seolah tau apa yang membuat Naura diam.


"Tapi, aku takut. Aku tidak berani melihat kemarahan dan kekecewaan mereka, bagaimana kalau mereka tidak menganggap ku keluarga lagi?" ungkap Naura mengeluarkan perasaan yang membuat nya takut.


"Jangan berpikir seperti itu, mereka akan mengerti jika kita menceritakan apa yang terjadi, sebenarnya."


"Tidak, jangan berkata yang sebenarnya, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa jika keluarga ku tau," cegah Naura, Ia sudah dapat menebak hal apa yang akan terjadi jika berkata jujur.


Keluarga nya bukan hanya marah pada nya, tapi juga pada Noval, mungkin juga akan memukul Noval hingga babak belur.


Naura takut jika hal itu benar terjadi, Ia tidak sanggup melihat pria yang di cintai di lukai keluarga nya.


"Sudah tenanglah, jangan memikirkan hal ini lagi. Sekarang yang terpenting apa kamu sudah siap menjadi Ibu muda?" tatap nya pada Naura yang seketika menatap baliknya.


"Kenapa harus kebobolan? apa kamu sengaja?" tanya Naura yang kini curiga jika pria di samping nya.


"Tidak baik su'udzon sama suami. Lagi pula kamu istriku jadi, jika hamil bukan menjadi masalah," ucap Noval.


"Aku tau itu, tapi kamu tidak akan meninggalkan ku, kan? kamu akan menerima anak dalam kandungan ku nanti, tidak memintaku menghilangkan nya seperti ayah ku?" tanya Naura kekhawatiran terbesarnya kini ia katakan semua.


Wajah nya terlihat takut, bahkan tangan di kepal kuat menguatkan diri sendiri. Noval melihat itu menepikan mobil, lalu memeluk Naura.


"Apa ini yang membuat mu tidak siap memiliki anak?" tanya nya dengan tubuh memeluk Naura yang kini mulai terisak tidak kuat menyembunyikan rasa takut nya selama ini.


"Janji," Naura melepaskan pelukan dan menatap Noval mencari keseriusan dari perkataan nya.


"Janji," serius Noval, lalu mencium lembut kening Naura.


.


.


.


2 jam kemudian, setelah menempuh perjalanan yang panjang, kini mereka telah tiba di tempat yang di tuju.


Sebelum turun, Noval mencium seluruh wajah Naura. Karena mungkin hal seperti ini akan sulit di lalukan lagi, mengingat tidak ada yang tau hubungan mereka saat ini.


"Jangan nakal, ingat pesan ku," ucap Noval.


"Iya, aku ingat. Siapa yang juga yang mau nakal? aku sudah ada kamu jadi ku rasa itu sudah lebih dari cukup," sahut Naura.

__ADS_1


"Pintar, jadilah istri yang sholehah seperti ini agar cinta suami mu makin besar."


"Pasti, aku juga akan melayani mu kapan pun kamu inginkan," bisik Naura dan langsung kabur meninggalkan Noval.


Melihat itu Noval menggeleng kepala. "Dasar istri nakal, jika bukan sedang bertugas sudah ku kurung dan membuatnya gemuk dalam seketika."


"Hei, kenapa senyam-senyum gak jelas di situ?" tanya seseorang melihat Noval senyum sudah seperti orang gila.


"Eh, sejak kapan di sini?" tanya balik Noval baru menyadari ada orang yang memperhatikan nya.


"Barusan, emang kenapa? loh sendiri ngapain di sini, udah gitu senyam-senyum gak jelas pula."


"Oh," sahut Noval, membuka pintu mobil berjalan pergi.


"Hei mau kemana! loh belum jawab pertanyaan gue!" teriak pria tersebut bernama Riski sahabat Noval.


"Kepo!" balas Noval teriak terus berjalan pergi.


.


.


.


"Dokter Naura," panggil seseorang berjalan mendekat.


"Iya, Pak ada?" tanya Naura lembut dengan senyuman manis yang ia miliki.


"Dokter dari mana, kemarin saya cariin kata Dokter Ririn, Dokter lagi keluar. Emangnya ada masalah?" tanya seseorang tersebut, tidak lain ia adalah Kamal.


"Maaf, apa ini hanya ini yang ingin Bapak katakan? jika tidak ada yang penting saya harus segera pergi. Dan saya rasa, pertanyaan Bapak tidak perlu saya jawab, Itu urusan pribadi saya, permisi" ucap Naura, lalu berbalik pergi meninggalkan nya.


"Menarik. Aku semakin menginginkan nya menjadi milikku, terus lah bersikap cuek, maka akan semangat aku memperjuangkan mu Dokter Naura," senyum Kamal memandang punggung belakang Naura.


Mata nya tidak lepas pada tubuh indah Naura yang berjalan pergi, lekukan tubuh modis yang seksi membuat nya ingin cepat memiliki.


"Ah, aku tidak sabar menikmati tubuhnya, aku yakin pasti memuaskan," gumam Kamal.


"Jangan banyak berkhayal bro, gue rasa loh gak bisa dapati Dokter Naura. Seperti nya Noval dan Dokter Naura memiliki hubungan, buktinya mereka pergi bersama berdua gak pulang pula," ucap seseorang yang datang menghampiri, mendengar perkataan Kamal.


"Jika benar seperti itu akan lebih seru mengambil sesuatu yang berharga milik nya," sahut Kamal menoleh pria tersebut dan pergi.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2