Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 23 Bersikap dingin


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Naura menghampiri Ririn di tenda Istirahat keduanya.


"Baru nyampai loh? gimana urusan nya udah kelar? pulang bareng kak Noval kan?" cerocos Ririn dengan pertanyaan.


"Iya, udah beres. Sekarang loh lagi ngapain?" menatap Ririn yang membongkar-bangkir koper bawaan nya.


"Oh ini Ra, gue cari pemb***t, seingat gue pas packing gue taruh sini, kok sekarang pas cari gak ada ya?" sahut Ririn dengan wajah gelisah.


"Coba pelan-pelan cari nya pasti ketemu. Loh lagi tamu bulanan?"


"Iya kalau tidak gak mungkin gue cari kayak orang gila gini, please deh Ra pertanyaan loh bikin kesal lama-lama."


Naura terdiam tak membalas perkataan Ririn, ia yakin pasti akan salah lagi mengingat orang yang sedang kedatangan tamu bulanan bawaannya sensi yang benar selalu di kata salah, salah di kata benar.


"Sini Naura bantu cariin," tawar nya langsung mengambil alih koper tersebut dan mencari.


"Hmmm."


"Ra kemarin Pak Kamal cariin loh, emangnya loh ada urusan apa dengan nya?" sambung Ririn mengingat pertemuan tak sengaja dengan pria tersebut.


"Gak ada," jawab Naura.


"Lalu untuk apa mencari mu seperti orang kebelet gitu?"


"Gak tau."


"Loh kenapa sih dari tadi jawab nya gak tau, lagi ada masalah dengan nya?" bingung Ririn sejak tadi mendengar jawaban sama keluar dari mulut Naura.


"Enggak, loh nya saja yang ngerasa gitu, perasaan Naura jawab nya biasa saja."


"Mana ada biasa, gue yang dengar yang rasain, nah loh yang ngomong mana ada tau," balas Ririn sewot.


"Ketemu, buruan pakai sebelum bocor," menyodorkan roti lapis tersebut, lalu bangkit pergi.


Naura mengambil jas putih di koper dan mengenakan, tidak lupa ia kenakan lipstik tipis di bibir, mengoles bedak tabur merek wardah di pipi dengan lembut.


Setelah semua selesai baru ia menyisir rambut.


"Rin masih lama gak? biar Naura tunggu kita sama-sama ke tenda nya?"


"Gak usah loh duluan aja Ra," sahut Ririn.


"Yah sudah, Naura tinggal ya."

__ADS_1


"Iya."


Dalam perjalanan menuju tenda, Naura kembali bertemu Kamal, entah semua ini kebetulan atau kesengajaan, ia tidak dapat menyimpulkan.


"Hallo Dok, mau ke tenda sekarang?" tanya Kamal manis dengan senyum melekat di bibir.


"Iya Pak," jawab Naura singkat.


"Kita bareng ya Dok, kebetulan saya mau kesana," ucap Kamal mata nya terus tertuju pada bibir merah Naura yang menggoda.


"Sial dia sangat menggoda, secepatnya aku harus milikinya bagaimana pun caranya," tekad Kamal menelan saliva melihat seksi nya bibir wanita di dekat nya.


Bahkan matanya juga terpanah pada padatnya pay***ra yang dapat ia pastikan sangat empuk di pegang.


"Iya," angguk Naura, ia benar-benar merasa tidak nyaman dengan sikap pria tersebut gencar mendekatinya.


"Semakin kamu seperti ini, semakin semangat aku ingin memiliki mu," gumam Kamal.


"Bapak bicara apa? maaf saya tidak mendengar nya," ucap Naura.


"Ah itu, saya mengatakan Dokter sangat cantik."


Naura tidak menyahutinya lagi, malah tersenyum risih dengan ucapannya. Terus berdekatan seperti ini membuat nya semakin tidak nyaman.


Langkah kaki terus melangkah hingga tiba di depan tenda tujuan dan ia kaget melihat keberadaan Noval di sini dengan tatapan tajam menatap nya.


"Tunggu Dok," Kamal berjalan satu langkah lebih dekat dengan Naura.


"Ada apa lagi Pak? saya harus bekerja sekarang," ucap Naura bingung mau apa lagi pria tersebut, kenapa tidak pergi saja. Melihat Noval terus menatap nya benar-benar hatinya merasa tidak tenang.


"Saya tau, maka dari itu saya ke sini agar Dokter dapat memeriksa keadaan saya," sahut Kamal.


"Ya sudah Bapak bisa berbaring di sana, saya akan mengambil sesuatu sebentar," dengan cepat Naura menarik tangan nya terlepas dari genggaman pria tersebut.


"Baiklah, jangan lama-lama saya menunggu," ucap Kamal berlalu pergi melewati Noval.


Melihat pria di depan nya dengan tatapan sulit di artikan membuat nya gugup, Ia tidak tau apa yang di pikirkan pria tersebut kini.


Hatinya tidak tenang, namun ia tidak bisa berbuat apapun sekarang, profesi nya memang untuk memeriksa orang yang keadaan tubuh nya sedang tidak baik.


Melewati Noval yang berdiri dengan wajah datar, benar-benar membuat nya cemas.


Mengambil perlengkapan yang di perlukan, ia berbalik segera pergi menuju tempat pria tersebut berbaring.


Saat ingin mengecek keadaan pria tersebut, ia menyempatkan diri menoleh ke belakang sebentar dan di sana ia sudah tidak menemukan siapa pun lagi.


Dalam sekejap pria tersebut menghilang.

__ADS_1


"Kemana dia pergi? apa dia marah karena tidak mendengar kan pesan nya?" batin Naura bertanya-tanya cemas.


Pesan Noval semalam masih ia ingat hingga sekarang tidak berdekatan dengan Kamal, pria itu tidak baik.


Namun apa yang bisa ia lakukan, semua cara sudah ia perbuat dari bersikap acuh, cuek, tetap tidak mempan, malah cara itu membuat pria tersebut semakin dekat seolah caranya itu memanggilnya terus kemari.


"Dokter Naura anda kenapa?" tanya Kamal melihat wanita cantik di depan nya melamun.


"Ah, tidak. Berbaring lah saya akan mengecek keadaan Bapak," ucap Naura mencoba fokus menghilangkan kekhawatiran nya.


Mengikuti instruksi Dokter, pria tersebut berbaring dan Naura mulai mengecek.


Di sisi lain Noval pergi menghadap atasan nya, mendadak ia mendapat panggilan penting.


"Bapak memanggil saya?" tanya Noval.


"Iya, duduklah," ucap pria tua tersebut mempersilakan Noval duduk.


"Terima kasih," ucapnya seraya menjatuhkan bokong pada kursi di depan nya.


"Karena kau sudah di sini, saya akan langsung bicara pada intinya. Kami akan mengirim mu dengan pasukan mu di Kota X. Regu mu yang dapat kami percaya untuk menjalankan misi ini. Apa kau siap?" pria tersebut menatap Noval.


"Siap. Saya dan tim akan beri yang terbaik tidak membuat Negara kecewa," tegas Noval menatap serius pria di depan nya.


"Bagus, sekarang kau bisa kembali."


"Siap Pak," bangun Noval hormat menundukkan kepala, lalu pergi.


Noval berencana memberitahu tugas yang baru di dapat dari atasan, tapi ia urungkan lagi mengingatkan kedekatan Naura bersama Kamal.


Naura yang baru keluar dari tenda berniat mencuci tangan setelah mengambil darah para Anggota TNI, tidak sengaja melihat Noval yang akan beranjak pergi langsung ia cegah.


"Noval," panggil Naura seketika menghentikan langkah pria tersebut berbalik menoleh.


Dan ia pun kembali berjalan pergi, Naura melihat sikap Noval yang dapat ia duga marah padanya segera mengejar.


"Noval tunggu," panggilnya terus mengikuti.


"Kembali lah, atau kau akan membuat yang lain curiga," ucap Noval terus berjalan.


Mendengar itu Naura terdiam tidak mengikutinya lagi, yang di katakan benar, tapi ia tidak bisa tenang melihat sikap dingin Noval seperti ini padanya.


Naura berbalik pergi kembali ke tenda dengan hati tak menentu.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2