Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 6: Cuek 2N


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Naura berjalan kiri kanan melihat pemandangan taman yang di rasa indah berhasil mencuri hati nya.


"Taman ini sangat indah, banyak bunga langkah yang sulit di dapatkan di sini, harumnya begitu terasa menenangkan hati dan pikiran," menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan dengan mata tertutup merentangkan kedua tangan.


Dan dari belakang terdapat sosok wanita yang sejak masuk taman melihat seorang wanita berdiri membelakangi nya entah apa yang di perbuat tidak di ketahui nya.


Berjalan mendekat, wanita tersebut penasaran.


"Apa kau menyukai nya?"


Naura kaget mendengar suara dari belakang segera membuka mata dan berbalik.


"Maksud Tante?" bingung Naura dengan perkataan wanita di depan nya.


Dari penampilan yang elegant, dapat Naura simpulkan jika wanita yang berada di depan nya adalah Ibu dari sahabat abangnya.


"Taman ini, kau menyukainya bukan?"


"Iya, saya suka," senyum canggung Naura.


"Tidak perlu takut seperti itu, Tante bukan orang jahat."


"Iya Tante."


"Tante baru pertama kali lihat kamu ke sini? kamu teman nya Noval?"


"Tidak, saya adik dari teman nya kak Noval, saya datang bersama abang Ar," jelas Naura.


"Adiknya Ar, kok saya baru tau Ar punya adik perempuan," gumam nya pasalnya dia mengenal keluarga Pratama jadi dia tau siapa saja anggota keluarga nya.


"Saya adik angkat bukan adik kandung," ucap Naura dapat mendengar suara wanita tersebut yang bergumam.


"Maaf Tante tidak bermaksud menyinggung mu."


"Tidak apa-apa, tidak masalah."


"Kamu anak yang baik, pantas Yuna mengangkat mu menjadi anak. Nama kamu siapa cantik?"


"Naura."


Nama yang cantik seperti orang nya," puji wanita tersebut tersenyum menatap Naura.


Entah kenapa melihat Naura hatinya merasa tenang, selain kecantikan yang di miliki Naura, Naura juga sopan.

__ADS_1


Pandangan nya terus tertuju menatap Naura.


"Kamu sudah punya pacar?" tanya nya mendadak membuat Naura kaget dan batuk.


"Uhukk... uhukk...."


"Naura kamu baik-baik saja?" khawatir Mama Elsa melihat Naura seperti sekarang ini.


"Tidak Tante, saya baik-baik saja. Hanya saja saya kaget dengan pertanyaan Tante mendadak bertanya hal seperti itu?" ungkap Naura berterus terang bingung dengan pertanyaan Ibu dari sahabat abangnya.


"Maaf kalau kedengarannya tiba-tiba, Tante hanya ingin tau siapa pria yang beruntung dapatin wanita secantik kamu."


Di sisi lain, Arjuna menemani Noval mengepak beberapa barang yang akan di bawa untuk menginap di rumah nya.


"Bro, jangan dingin gitu sama ade gue. Biar gitu dia ade gue, meski bukan kandung," tegur Arjuna mengingat sikap Noval pada Naura.


"Iya, maaf," singkat Noval cuek.


Pria tersebut tetap fokus tidak beralih pandangan.


Beberapa menit kemudian Noval dan Arjuna turun mencari Naura di taman, tapi mereka tidak melihat siapapun.


Arjuna menjadi khawatir akan itu.


"Naura di mana? kenapa di sini tidak ada?" cemas Arjuna menatap Noval.


"Semoga seperti itu."


"Kita masuk ke dalam saja, siapa tau ade loh di dalam," ajak Noval pergi lebih dulu meninggalkan Arjuna yang masih diam di tempat nya.


"Mama gak nyangka gadis seusia kamu pandai memasak, sewaktu Mama seusia kamu Mama hanya bisa memasak sedikit menu tidak banyak seperti ini. Apa semua ini Mommy Yuna yang ajarkan?" tabjuk Mama Elsa terus tersenyum senang dengan kehadiran Naura.


"Ya, Naura selalu di ajarkan Mommy karena Naura suka memasak," senyum Naura senang bisa bantu memasak.


"Kapan-kapan nginap lah di sini, Mama akan sangat senang jika Naura di sini."


"Iya Ma, jika Naura dapat ijin dari Daddy dan Mommy, Naura akan nginap."


Kedua pria tadi terus mencari Naura, semua ruangan sudah di cari tapi tidak mereka temukan.


Aroma masak yang harum seketika membuat Arjuna teringat pada seseorang.


"Ar, loh mau kemana? di sana dapur gak mungkin ade lo ada di sana!" teriak Noval berlari mengikuti Arjuna.


"Kata siapa? gak usah sok tau, gue abangnya jadi gue tau ade gue di mana," Arjuna terus berjalan menuju dapur.


"Kalau tau kenapa putar-putar tadi?"

__ADS_1


Tidak menjawab Arjuna terus berjalan hingga tiba di dapur dan benar saja sekarang adiknya sedang memasak.


"Ade, kamu di sini ternyata. Abang cariin dari tadi, kamu tau gak sih abang cemas cariin kamu, abang pikir kamu hilang," Arjuna memeluk Naura takut kenapa-napa.


"Abang, Naura baik-baik saja," ucap Naura membalas pelukan Arjuna.


"Maafkan Tante Ar, Tante yang membawa Naura kesini," seru Mama Elsa.


"Iya Tante tidak apa-apa, Ar khawatir saja tadi tidak melihat keberadaan Naura."


"Lain kali kalau mau kemana-mana kasih tau jangan bikin orang khawatir," ketus Noval lalu pergi dengan wajah dingin.


"Sudah jangan di masukin hati, teman abang memang seperti itu," ucap Arjuna tidak ingin adiknya tersinggung akan perkataan Noval.


"Mama juga minta maaf ya sayang, Noval sebenarnya anak yang baik hanya saja akhir-akhir ini lagi sensi," ujar Mama Elsa.


"Iya Ma tidak apa-apa."


"Tunggu, abang gak salah dengar kan ini? kamu panggil Tante Elsa Mama? apa ini berarti?" tatap Arjuna penuh curiga pada Naura.


"Berarti apa bang?" bingung Naura menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Sini biar Mama jelaskan, maksud abang Ar itu sekarang kamu sudah menjadi anak Mama," jelas Mama Elsa tersenyum dan mengedipkan mata sebelah.


"Oh," meski agak ragu tidak percaya dengan penjelasan Mama Elsa, Naura mengangguk kepala mempercayai nya.


"Maaf Tante kita gak bisa lama di sini, kita harus segera pergi, Naura ada kuliah 1 jam lagi," ucap Arjuna.


"Aduh, maaf sayang Mama gak tau kalau Naura ada kuliah, kalau tau sudah Mama pasti larang Naura bantu Mama, kan sekarang penampilan nya jadi berantakan."


"Tidak Ma, ini kemauan Naura, jadi bukan salah Mama."


Setelah berbicara dan berpamitan, mereka meninggalkan kediaman Noval. Arjuna dan Naura berada di mobil yang sama pada saat datang, sedangkan Noval dengan mobil nya sendiri.


"Bang, teman abang kok ngikutin kita?" Naura melihat kearah belakang memperhatikan mobil yang terus membututi mereka.


"Dia akan ikut antar kamu Dek, untuk beberapa hari kedepan teman abang akan tinggal di rumah," jawab Arjuna.


"Oh," satu kata yang di ucapkan Naura dari jawaban Arjuna.


"Dek, jika nanti teman abang mengatakan sesuatu yang kasar jangan kamu masukin hati, dia orang nya memang seperti itu."


"Iya, abang tidak perlu cemas, ade tidak pernah memikirkan perkataan orang pada ade," sahut Naura yang mana membuat Arjuna lega.


"Ade abang memang the best deh," puji Arjuna mengacak gemas rambut Naura.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2