Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 12: Yang Terdalam


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Satu minggu berlalu, tanpa terasa Naura berada di kota B menjadi Dokter magang di salah satu rumah sakit yang ada di sini.


Naura tinggal di mes yang di sediakan rumah sakit untuk mahasiswa magang yang rumah nya jauh, meski sebenarnya mereka bisa menyewa tempat untuk tinggal, mereka tidak melakukan itu. Jika di pikir lebih baik seperti ini. Mereka tidak akan kesusahan untuk ke rumah sakit jika tinggal mes rumah sakit lebih dekat.


Dan hari ini adalah hari pertemuan Noval dan Naura seperti kata Noval di telpon beberapa hari yang lalu ingin mengatakan sesuatu yang serius padanya.


"Rin gue pergi dulu, kalau ada apa-apa cepat langsung hubungi gue," pesan Naura sebelum pergi.


"Iya, loh pergi aja gak usah mikirin apapun. Ingat aja perkataan gue kemarin hal serius yang ingin kak Noval katakan adalah mengenai perasaan nya pada loh," yakin Ririn dengan sedikit meninggikan suara nya, naura mendengar itu tidak peduli terus berjalan pergi.


"Ngacau deh Ririn," menggeleng kepala Naura tersenyum mengingatkan betapa yakin nya Ririn tentang Noval memiliki perasaan padanya.


Naura menghentikan taksi dan mengarahkan sopir mengantarnya ke tempat janjian nya bersama Noval.


Sepanjang perjalanan, mata nya memandang kendaraan di dekat mereka yang juga melaju. Otaknya mulai terhasut oleh perkataan Ririn, rasa penasaran seketika hadir di benaknya bertanya-tanya hal serius apa yang ingin di katakan Noval padanya.


Tangan sudah terlihat tidak tenang, menarik ulur ujung baju yang di kenakan, otak berpikir, menerka-nerka tidak jelas.


Deg-degan, gugup, itulah perasaan yang di rasakan Naura sekarang. Semua benar-benar tercampur aduk menjadi satu.


Awalnya tidak peduli, tapi kenapa mendadak saat hampir tiba semua berubah haluan dari tidak ingin tau jadi ingin tau.


"Ada apa dengan ku? kenapa seperti ini? perkataan Ririn terus menganggu benak ku, seakan sedang di teror," batin Naura bingung dengan dirinya.


Berpikir akan hal yang serius ingin dikatakan Noval, tanpa Ia sadari Ia sudah tiba di tempat janjian nya bersama Noval.


"Nona kita sudah tiba," ucap Sopir berbalik menoleh ke belakang kursi penumpang.


"Ha, sudah tiba?" kaget Naura melihat kiri kanan memastikan. "Iya sudah tiba, terima kasih," ucap Naura lagi seperti orang bodoh. Lalu mengeluarkan uang dari dompet membayar ongkos.


Naura keluar dari mobil dengan perasaan tak menentu, Ia takut akan perkataan Ririn benar, di satu sisi Ia terus berdoa akan itu salah. Ia tidak mau semua rusak karena sebuah perasaan.


"Semoga tidak seperti itu," gumam Naura menyakinkan diri dan pergi masuk ke dalam.


Setiba di sana, Ia tidak menemukan noval, melihat sekeliling dari banyak pengunjung pun tidak Ia temukan.


Berdiri tidak jelas akhirnya Ia memutuskan untuk duduk. Ia tidak tau akan berapa lama pria itu akan datang.


Suara riuh pengunjung mendadak membuat cafe rame, semua mata tertuju ke depan, bahkan suara perempuan lah yang paling heboh di sini.

__ADS_1


Naura belum juga sadar hal apa yang membuat para wanita seheboh ini, apakah ada artis ternama mengunjungi kafe ini? itulah yang dipikirkan nya.


Naura seketika di buat melongo saat pandangan tertuju ke depan melihat siapa di depan, kini Ia sadar hal apa yang membuat para wanita seheboh ini.


Tapi sekarang yang menjadi tanda tanya untuk nya, sedang apa pria tersebut berdiri di atas panggung dengan memengang gitar.


Naura memandang Noval dengan menaikkan alis memberi kode apa yang di lakukan di atas panggung, Ia benar-benar sungguh tidak paham sekarang.


Bukan menjawab pria tersebut malah tersenyum menatap Naura, yang mana malah membuat nya bingung.


Petikan tali senar gitar perlahan terdengar, para pengunjung memberi tepuk tangan meriah menyambut itu.


Ku lepas semua yang kuinginkan


Tak akan ku ulangi


Maafkan jika kau ku sayangi


Dan bila ku menanti


Pernahkah engkau coba mengerti


Lihatlah aku di sini


Mungkinkah jika aku bermimpi


Takkan lelah aku menanti


Takkan hilang cintaku ini


Hingga saat kau tak kembali


Kan ku kenang di hati saja


Kau telah tinggalkan hati yang terdalam


Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa.


Naura mendengar lagu yang di nyanyikan Noval tabjuk, tidak menyangka pria tersebut memiliki suara sebagus ini, tapi ia juga belum paham maksud dari semua ini apa.


Belum juga berpikir, ia sudah di buat bingung dengan Noval berjalan ke arah nya mengajak naik ke atas panggung bersama.


"Kak ada apa?" bisik Naura bingung.

__ADS_1


"Kamu akan tau nanti," jawab Noval balas berbisik.


Di atas panggung kini mereka menjadi sorotan mata pengunjung, tatapan iri, kagum semua menjadi satu.


"Kak cepat katakan ini ada apa sebenarnya?" desak Naura semakin penasaran. ia merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka padanya. Tatapan mereka mengingatkan nya akan masa lalu yang sudah susah payah ingin di lupakan, tapi sekarang kembali teringat di benak nya.


Noval tidak menjawab, malah terus menatap naura, mendekat kan wajah nya dan perlahan wajah mereka begitu dekat, harum tubuh Naura pun dapat ia rasakan.


Tidak ada jarak antara kedua, wajah yang terlihat jelas Noval semakin terpanah. Sudah lama ia tidak sedekat ini lagi dengan Naura.


Cup.


Benda kenyal tak berisi menyentuh bibir membuat nya kaget. Naura tidak percaya dengan semua yang terjadi hari ini.


Kedua tangan mendorong kuat tubuh Noval dan.


Plak!


Satu tamparan mendarat sempurna di pipi Noval.


"Apa yang Kakak lakukan? semua ini benar-benar tidak masuk akal!" marah Naura kecewa dengan tindakan Noval menurut nya keterlaluan.


Noval menatap tidak percaya dengan respon Naura yang seperti ini.


"Kamu yang kenapa Naura? kenapa seperti ini?" tanya balik Noval.


"Hah? Naura gak salah dengar Kakak bertanya Naura kenapa seperti ini? Kakak sebenarnya sadar gak sih tindakan barusan kakak ini sangat memalukan!" ungkap Naura.


"Kelakukan Kakak tadi sangat menjijikan, tidak seharusnya seorang Kakak melakukan itu pada adik. Naura kecewa sama Kakak, Naura gak nyangka Kakak serendah ini. Apa sebenarnya yang Kakak pikirkan sekarang? kenapa tega melakukan ini pada Naura di depan umum?" kecewa Naura, berlari pergi meninggalkan panggung.


"Naura tunggu!" teriak Noval berlari mengejar Naura.


"Stop! Kakak pergi jangan ikuti Naura," berhenti Naura berbalik menoleh Noval memperingati pria tersebut agar tidak membuntutinya.


"Jangan bersikap seperti ini, dengarkan dulu penjelasan saya baru dapat kamu simpulkan," ucap Noval membujuk Naura tenang dengar semua penjelasan yang ingin di katakan.


"Tidak! tidak ada lagi yang perlu di dengar, semua sudah jelas, Naura minta kakak pergi jangan pernah kembali, naura tidak mau melihat wajah kakak lagi!" tatapan nya begitu tajam menatap Noval dengan penuh kebencian.


"Baiklah, saya tidak akan kembali di hidup mu, tapi sebelum itu ijinkan saya mengatakan sesuatu padamu," serius Noval.


"Silakan, setelah itu tepati janji Kakak jangan pernah hadir dalam hidup Naura."


"Iya, janji."

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2