Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 25: Jadian?


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Waktu terus berlalu, tak terasa sudah dua minggu kepergian Noval menjalani tugas Negara di kota X. Begitu pun dengan tugas Naura yang kini sisa seminggu di kota C.


"Ra, gak terasa ya tugas kita hampir selesai, gue udah gak sabar pengen pulang ngerasain kasur empuk di rumah, scroll beranda belanja, gak seperti ini buat WA aja gak bisa," ucap Ririn sejak tadi terus mengungkap ketidaksabaran nya untuk pulang.


"Iya," sahut Naura, mata tertuju pada lembar panjang catatan yang kerjakan, ia masih bergulat dengan benda kecil di tangan.


"Loh ya gue lagi ngomong juga masih aja sibuk. Gak bisa apa sehari gitu gak habisin waktu untuk bekerja? nyantai dikit napa, apa semua karena kak Noval? semenjak kak Noval pergi gue perhatiin loh jadi wanita gila kerja gak sama kayak kak Noval masih berada di sini sebelumnya," memicingkan mata Ririn curiga menatap penuh selidik kepada Naura sahabatnya.


"Rin, Naura keluar sebentar seperti nya ada yang salah dari catatan ini," pamitnya pergi, Ririn melihat kepergian Naura melongo tak percaya, perkataan panjang lebar tak di tanggapi.


"Sumpah ya, Naura dari dulu gak juga berubah, sikap nya bikin kesal," ucap Ririn memandang punggung belakang Naura.


Naura kini kembali ke tenda setelah melihat secara intens memang ada yang salah, catatan yang lakukan suster tak sama dengan yang ada.


Persediaan obat di sini sisa beberapa, tapi di kertas panjang nya tertulis banyak.


"Bagaimana bisa suster seceroboh ini? seharusnya dia mengecek ulang sebelum memberi kepada ku, apa dia tidak melakukan pencocokan ulang data yang ada dan yang sebelumnya?" pikir Naura yang dapat yakini memang seperti itu.


Dia keluar dari tenda, saat bersamaan itu masuk nya kamal dan Ia segera menahan Naura yang keluar.


"Ada apa ya Pak? apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Naura melihat pria di depan nya semenjak kepergian Noval semakin gencar mendekati nya.


"Ah, itu Dok saya ke sini hanya ingin melihat keadaan Dokter saja," jawab Kamal dan Naura mendengar itu mencoba sabar.


Menarik nafas dan menghembus secara perlahan. "Terima kasih sebelumnya sudah perhatian pada saya, tapi saya rasa Bapak tidak perlu melakukan ini lagi. Bapak pasti mengerti kenapa saya mengatakan ini, jadi tidak perlu saya jelaskan kenapa," ucap Naura, dan beranjak pergi.


"Sial! jangan harap kau bisa melakukan ini padaku Dokter Naura, kau akan ku taklukan," tekad Kamal yang wajahnya sedikit kesal kini tersenyum.

__ADS_1


"Pak Kamal sedang apa di sini?" tanya Ririn, saat tiba di tenda sudah melihat keberadaan pria tersebut.


"Dokter Ririn sudah lama di sini?" tanya balik Kamal.


"Tidak Pak barusan, Bapak sendiri sedang apa di sini?"


Mengangguk paham, "Ah, itu saya ke sini ingin mencari Dokter Ririn," alasan Kamal dengan senyum ramah menatap Ririn.


"Cari saya? emang ada apa Bapak mencari saya?" tanya Ririn bingung mendengar perkataan pria di depannya.


"Saya ingin tau keadaan Dokter baik-baik saja atau tidak? Dokter tidak keberadaan bukan saya melakukan ini? atau ada yang marah nanti?"


"Tidak Pak, tidak keberatan. Terima kasih sudah peduli pada saya, saya baik-baik saja Bapak bisa melihat nya sendiri," senyum Ririn menatap pria di depan begitu perhatian, hatinya sangat senang.


"Alhamdulilah jika seperti itu saya senang dengar nya."


"Iya, Bapak sendiri bagaimana apa baik-baik saja?" tanya Ririn.


"Saya juga Baik, karena di depan saya ada bidadari cantik yang membuat saya akan selalu baik-baik saja setiap melihat wajah nya," gombal Kamal mengedipkan satu mata menggoda Ririn.


"Dokter Ririn, saya pria yang tidak romantis, tidak pandai merangkul kata-kata manis seperti pria lain di luar sana. Tapi saya sangat serius dengan perasaan saya sekarang, saya menyukai Dokter Ririn, apa Dokter Ririn mau menjadi kekasih saya?" ungkap nya meraih tangan Ririn, menatap mata indah wanita di depan nya.


Bahkan kini ia berkhayal di depannya adalah Naura bukan Ririn yang sedang ia mengutarakan perasaan.


Wanita tersebut kaget, ia tidak menyangka pria di depannya memiliki perasaan pada nya, padahal pria tersebut jarang mengajak nya bicara, tapi lebih sering pada Naura.


Semua terasa mimpi, ia bingung harus memberi tanggapan seperti apa, wajah pria di depannya terlihat serius dengan ungkapan perasaan nya.


Dan Ririn tidak bisa membohongi perasaan nya, Kamal pria yang tampan, pria yang memiliki tubuh indah seperti Noval. Munafik jika ia tidak menyukai Kamal juga.


Dari kejauhan Naura melihat Ririn bersama Kamal, bahkan pria tersebut memengang tangan Ririn. Entah kenapa ia merasa sesuatu yang tidak beres, ia sudah mengetahui dari Noval jika pria tersebut bukanlah pria baik, pria tersebut suka bermain wanita.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Naura, kedua orang tersebut tersadar langsung menoleh pada kamal.


Matanya tertuju pada tangan kedua yang masih bergandengan.


"Ya sudah sayang, kalau gitu aku pergi dulu masih ada kerjaan yang harus aku kerjakan sampai jumpa," Kamal mendaratkan satu kecupan di kening Ririn, lalu pergi.


"Iya semangat kerja nya sayang," ucap Ririn.


"Rin ada apa ini? kenapa loh manggil Pak kamal dengan panggilan sayang? kalian punya hubungan?"


"Hehehe, iya Ra. Tadi Pak Kamal mengutarakan perasaan nya ke gue, gak mungkin lah gue tolak, Pak Kamal tampan dan sejauh gue lihat dia baik jadi gak ada alasan gue untuk tolak."


"Apa yang di rencanakan pria itu, aku harus bicara dengan nya untuk tidak mempermainkan perasaan Ririn," batin Naura cemas, ia tidak bisa melihat sahabatnya sakit hati karena ia tau pria tersebut tidak menyukai sahabatnya.


"Pegang ini, Naura pergi sebentar," menitipkan kertas panjang yang sejak tadi di bawa dan pergi menyusul Kamal.


Naura berlari mengejar kamal, "Pak tunggu!"


Mendengar teriakan dari seseorang yang di kenal, bibirnya seketika membentuk senyum, semua terjadi sesuatu prediksi Naura menghampiri nya.


"Iya ada apa Dok?" tanya Kamal ramah dengan senyum, yang mana membuat Naura jijik melihat itu.


"Apa rencana Bapak mendekati Ririn?" terlihat dari sorotan mata nya begitu tajam menatap pria di depannya.


"Maksud Dokter apa? rencana? rencana apa? saya benar-benar tidak mengerti," ucap Kamal dengan tampang polos.


"Hentikan sandiwara Bapak ini, saya tau Bapak tidak serius dengan Ririn. Jangan pikir saya tidak tau tentang Bapak, saya tau Bapak pria yang suka main perempuan."


"Hmmm, seperti nya Dokter tau banyak tentang saya. Baiklah tidak masalah saya malah senang, saya tidak perlu repot-repot untuk mendekati Dokter lagi. Mungkin Dokter sudah tau saya menyukai Dokter selama ini?" senyum nakal Kamal menyentuh pipi Naura.


"Jaga sikap Bapak!" marah Naura seraya menepis tangan pria tersebut.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2