
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Selama perjalanan menuju tenda kota C tempat yang akan menjadi tempat tinggal para tim medis, Naura terus terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata. Ia lebih memilih diam mengunci rapat mulutnya dari pada berbicara.
Tanpa Ia sadari seorang pria yang duduk di depan terus memperhatikan nya yang diam memandang luar jendela.
Dia rindu akan wajah cantik itu, rindu suara merdu, rindu tingkah mengemaskan, rindu semua yang ada pada diri wanita tersebut tidak lain Naura.
Kedatangan Naura ke kota C sudah Ia ketahui karena Ia orang yang bertugas dan bertanggung jawab selama tim medis berada di tempat angkatan TNI.
"Kamu banyak berubah dari Naura yang ku kenal. Naura yang ku kenal tidak pernah menggunakan pakaian pendek, tapi... sudahlah itu urusan mu, bukan urusan ku," Menggeleng kepala Noval menghentikan pikirannya untuk stop memikirkan Naura wanita di masa lalu nya.
Masa lalu biar lah berlalu tidak perlu di ingat, sekarang yang harus di pikirkan adalah masa depan masa yang akan datang kedepan nya.
"Ra, ngomong sesuatu dong masa mau seperti ini terus," ucap Ririn membujuk Naura agar berbicara.
"Tidak," sahut Naura tanpa menoleh, pandangan nya masih terus tertuju di luar kaca jendela.
Noval melihat Naura yang terus murung sejak tadi bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi pada wanita tersebut. Kenapa terus diam.
Selama 2 tahun ini, Ia sudah jarang berkomunikasi dengan Arjuna kakak angkat dari Naura.
"Apa kalian sudah makan?" memecah keheningan Noval membuka suara bertanya.
"Kita sudah makan Pak tadi sebelum ke sini, tapi Naura belum. Beberapa menit yang lalu Mommy Yuna mengirim pesan agar saya mengingatkan Naura untuk makan," jawab Ririn, menoleh ke samping dan ternyata orang yang menjadi topik pembicaraan tidak mendengar apapun karena menggunakan headset di kedua telinga nya.
"Kebiasaan deh Ra ngobrol gak pernah dengar selalu begini," gerutu Ririn kesal langsung menarik headset hingga terlepas dari kedua kuping nya.
"Kena-"
"Kenapa belum makan? apa senang repotin orang? apa sudah menjadi kebiasaan mu mau di perhatikan?" potong Noval cepat dengan suara tinggi menatap Naura.
Wanita tersebut kaget tidak percaya, baru ketemu lagi setelah sekian lama tidak berjumpa, sikap kasar Noval pertama yang di dapat kan, suara tinggi di depan sahabat dan rekan kerja nya dan pria tersebut membuat nya malu.
__ADS_1
Hati nya terasa sakit, mata berkaca-kaca, tatapan nya lekat menatap Noval pria yang membuat nya sudah merasa bersalah selama 2 tahun ini ternyata sia-sia.
Dia merasa bodoh, seharusnya tidak Ia lakukan hal itu, tapi apa yang bisa di lakukan lagi semua telah terjadi.
"Bapak Noval yang terhormat, anda tidak berhak membentak saya seperti itu, sudah makan atau belum itu bukan urusan Bapak, saya tidak butuh perhatian siapa pun seperti yang Bapak katakan itu. Saya juga bukan wanita yang senang merepotkan orang lain, jika ada yang merasa saya seperti itu, maaf. Lain kali jika saya saya merepotkan semua, tidak usah pedulikan saya!" ucap Naura, air mata kini jatuh membasahi wajahnya.
"Berhenti di sini Pak. Saya mau pindah di mobil belakang!"
Mobil pun berhenti sesuai permintaan Naura. Pria itu tak mencegah malah membiarkan.
Naura segera keluar dan masuk di mobil yang berada di belakang.
2 jam berlalu, akhirnya mereka tiba di lokasi tempat mereka di tugaskan.
Naura yang berhadapan dengan Noval berjalan begitu saja seperti orang asing tidak saling mengenal.
Perkataan pria tersebut masih membekas di hatinya.
"Ra loh marah ya sama gue?" Ririn merasa bersalah dengan terjadi nya pertengkaran 2N.
"Tapi jawaban loh."
"Gak usah di pikirin Naura gak marah, tapi ada baik nya untuk kedepan nya gak usah bawa nama Naura dalam pembicaraan kalian kecuali di situ ada Naura sendiri," Naura menoleh, Ia tidak bisa marah pada Ririn, Ririn sahabat terbaik nya.
"Makasih ya Ra, gue janji gak bakal ulangi lagi. Seharusnya Kak Noval tidak berkata kasar padamu di depan rekannya itu adalah hal yang memalukan, pria seperti nya tidak pantas di ingat, loh harus lupain dia secepatnya, jangan biarkan pria seperti itu terus lama berada di hati loh. Sudah cukup 2 tahun sekarang sudah waktunya," ujar Ririn menyadarkan Naura agar membuka mata lebar-lebar semua yang di lakukan tidak berguna semua sia-sia saja.
"Naura lagi malas bahas itu Rin, mending kita beberes biar langsung jalani tugas," usul Naura tidak ingin membahas nama pria yang sudah membuatnya kecewa.
"Oke, gak bahas lagi."
Setelah beberes barang mereka langsung ke tenda medis tempat yang di jadikan tempat pemeriksaan para pasien yang membutuhkan tenaga medis dalam memberi pertolongan.
"Ra, loh benaran gak mau ikut? kita semua di panggil mengikuti acara penyambutan tim medis di kota C," Ririn kembali memastikan ulang apa Naura benar tidak ingin pergi.
"Loh pergi saja, nanti kalau ada yang tanya bilang Naura udah tidur jadi gak bisa ikut," ucap Naura, Ia malas mengikuti acara itu karena tidak ingin bertemu Noval lagi.
__ADS_1
Suasana hatinya sedang kacau tidak baik-baik, Ia tidak ingin membuat menjadi berantakan maka dari itu Ia putuskan tetap di tempat atau mulut nya nanti keceplosan.
"Ya sudah kalau gitu gue pergi loh gapapa kan sendiri di sini?" tanya Ririn menatap Naura sebelum pergi.
"Iya gapapa sana pergi," usir Naura, menggeleng kepala seraya tersenyum dengan tingkah Ririn.
Kepergian Ririn dari tenda medis, Naura berkeliling melihat persediaan obat apa saja yang ada.
Dan ternyata ada beberapa persediaan obat yang belum ada di sini.
"Sebaik nya aku catat, lalu ku berikan pada pimpinan untuk mengkonfirmasi persediaan obat yang belum ada," gumam Naura mulai melakukan pencatatan dan juga menghitung semua jumlah persediaan obat yang ada.
Tanpa Ia sadari semua gerak geriknya sejak tadi terus di perhatikan.
Seseorang tersebut awalnya ingin masuk beristirahat sejenak, melihat Naura ia menunda sebentar dan melihat apa yang sedang di lakukan wanita tersebut di dalam.
Merasa cukup melihat semua, ia masuk ke dalam, dan saat bertepatan ingin berjalan melewati Naura, wanita tersebut berbalik dan menabrak tubuh pria tersebut tidak lain adalah Noval sendiri.
"Auwh," tangan nya mengelus jidat nya.
"Kamu gapapa?" khawatir Noval mengecek jidat Naura.
"Tidak," Naura duduk berjongkok mengambil buku catatan yang terjatuh.
Dan saat bersamaan pula Noval ikut berjongkok, Naura belum menyadari orang yang di tabrak adalah noval.
Tangan kedua bersentuhan saat sama-sama ingin mengambil buku.
"Maaf," dengan cepat Naura menarik tangan dan.
"Kamu," kaget Naura melihat noval di depan segera bangun dan berjalan mundur tapi sayang langkah nya terhenti karena berada di akhir pembatas tenda.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1