
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Sampai hari ini setelah 3 hari di kabarkan akan bertugas di kota X, Noval belum juga memberitahu Naura.
Bahkan selama 3 hari mereka tak pernah bertemu, jika bertemu mereka tidak dapat bicara hanya bisa saling pandang.
Tugas yang di berikan, membuatnya sibuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin, bahkan ia terus berlatih bersama tim dalam misi mereka beberapa hari lagi.
Naura tidak bisa melakukan apapun, hubungan mereka tidak seorang pun tau hingga ia tidak menghampiri begitu saja.
"Ra, akhir-akhir Kak Noval gak pernah kelihatan ya?" penasaran Ririn bertanya menatap Naura mungkin wanita tersebut tau sesuatu.
"Gak tau," jawab Naura singkat.
"Lagi ngapain di sini, bukannya kerja malah duduk santai," seru Coki datang menghampiri kedua sahabatnya duduk santai.
"Kerja apaan? semua sudah kelar," sahut Ririn.
"Oh."
"Kalian udah pada tau belum Pak Noval dan tim nya akan di beri tugas ke kota X menjalani misi, dan gua dengar misi nya besar nyawa taruhan mereka," sambung Coki heboh dengan berita yang di dengar dari para anggota TNI lain.
"Loh serius, misi apaan hingga nyawa taruhan nya? dari siapa loh tau tentang ini?" tanya Ririn, lalu menoleh Naura yang seketika wajah nya terlihat kaget.
"Rekan kerjanya lah, tadi gue gak sengaja lewat dan dengar obrolan mereka, gue kira kalian udah pada tau tentang ini," jawab Coki.
"Ra, loh benaran gak tau tentang ini?" sambung nya lagi mengingat hubungan pria itu dulu dekat dengan Naura.
Tidak menyahuti pertanyaan Coki, Naura bangkit pergi meninggalkan mereka. Ia berlari tanpa arah kemana akan pergi, Ia terus berlari.
Hatinya terasa sakit harus mendengar semua ini dari orang lain, bukan langsung dari pria tersebut. Ia merasa tidak di anggap lagi.
Meski kaki kini terasa sakit Ia terus berlari kesana kemari memutar tidak jelas, tidak juga menemukan. Ia tidak menyerah.
__ADS_1
"Kamu dimana sih, kenapa semua tempat tidak ada?" gumam Naura, otak nya kini ikut sakit terus memikirkan keberadaan pria tersebut.
"Permisi, Bapak melihat Pak Noval?" tanya Naura pada salah satu pria anggota TNI.
"Pak Noval ada di sana Dok, mereka sedang latihan," jawab nya menunjukkan dengan menggunakan telunjuk tangan.
"Terima kasih," senyum Naura dan berlalu pergi pada tempat yang di tunjukkan pria tersebut yang melihat keberadaan Noval.
Belum jauh Naura berjalan, kaki nya terasa lemas seketika, kepala sedikit pusing.
"Ada apa dengan ku? kenapa mendadak seperti ini?" batin Naura sedikit berjongkok menekan lutut nya.
Dari kejauhan seorang pria melihat sosok wanita yang di kenal segera berjalan menghampiri.
Dengan perasaan cemas, ia berlari meninggalkan tim nya latihan.
"Naura kamu kenapa? kenapa bisa ada di sini?" tanya pria itu tidak lain adalah Noval.
"Kepala ku pusing, tubuh ku juga terasa lemas," aduh Naura wajahnya terlihat pucat.
Setelah tiba, di dekat tenda tua, di bawah pepohonan, Ia langsung membantu Naura duduk.
"Mana yang sakit? katakan?" cemas Noval memeriksa.
"Kenapa tidak memberitahu ku tentang tugas mu? apa aku gak penting lagi? kalau seperti itu kita akhiri saja, mungkin rasa marah mu membuat mu tidak ingin aku lagi," kata Naura suara nya masih terdengar lemas, tapi terdengar serius.
"Hei apa yang kau katakan? kenapa berbicara seperti itu? aku mencintai mu, sampai kapan pun aku tidak akan mengakhiri hubungan kita, kalau perlu aku akan beritahu keluarga ku untuk mempersiapkan pernikahan kita," ucap Noval menggengam tangan Naura menyakinkan cinta nya benar serius.
"Soal tugas maaf, aku tidak sempat memberitahu mu, tapi bukan maksud ku kamu tidak penting untuk di beritahu, tapi aku gak mau nanti kamu kepikiran kalau aku kasih tau, kamu tau bukan tugas ku sebagai TNI tentang nyawa adalah taruhan."
"Aku tau itu, tapi mau bagaimana juga aku harus tau, aku istri mu berhak tau apapun itu."
"Maaf, aku salah. Aku tidak memberitahu mu terlebih dahulu malah membuat mu tau dari mulut orang lain."
"Apa tugas mu sebegitu banyak hingga tidak ada waktu menemui ku?"
__ADS_1
"Maaf, pikir ku jika menemui mu terus menerus akan membuat marah, bukannya kamu ingin jangan ada orang tau sampai hubungan kita benar-benar resmi, dan itu sekarang yang sedang aku lakukan semua demi kamu," terang Noval, semua yang ia perbuat untuk Naura.
Padahal sehari tidak bertemu Naura sangat menyiksa dirinya, tapi ia paksa, ia lakukan karena tidak mau Naura marah.
Namun semua berakhir dengan salah paham, jika tau ia tidak akan melakukan itu.
"Jadi 3 hari belakangan ini kamu sengaja tidak menemui ku karena aku?" tanya Naura menyimpulkan dari apa yang di kata Noval barusan.
"Iya, karena aku sangat mencintai mu, aku tidak mau membuat istriku marah. Kamu tau bukan aku tidak bisa jauh dari mu, tapi ada dayaku jika istri kecil ku ini sudah memberi perintah."
"Maaf," tunduk Naura kini merasa bersalah.
Selama ini ia sudah salah paham, ia berpikir pria di depan marah padanya karena kamal terus dekat nya. Tapi semua itu tidak benar, noval tidak marah padanya melainkan mengikuti keinginan nya untuk tidak sering menemui nya.
"Maaf? kenapa minta maaf sayang? kamu tidak salah, aku yang salah di sini," ucap Noval menggeleng kepala menatap Naura.
"Tidak, aku juga salah di sini. Aku sudah berpikir kamu marah padaku karena Pak kamal terus mendekati ku, tapi ternyata tidak," tunduk Naura merasa malu sudah sempat berpikir tidak-tidak tentang Noval.
"Aku juga marah tentang itu, kenapa kamu ngeyel sayang? padahal aku sudah mengingatkan mu jangan dekat-dekat sama pria itu, tapi kenapa masih dekat? apa kamu benaran ingin di hukum?" Noval memainkan alis naik turun menggoda Naura yang kini tersipu malu.
"Ya, aku menginginkan hukuman mu, tapi sayang tidak bisa terwujud, kita di tempat terbuka," senyum Naura menggoda Noval.
"Dasar nakal, beraninya menggoda ku, lihat saja nanti," ancam Noval menggelitik Naura.
"Geli Val, ampun gak lagi janji," aduh Naura meminta ampun.
"Aku rindu suasana seperti ini, terus berdekatan dengan mu menghabiskan waktu bersama," bisik Noval memeluk Naura.
"Aku juga, tapi janji jangan seperti ini lagi. Aku memang meminta mu untuk tidak sering menemui ku, tapi bukan tidak menemui ku sama sekali. Itu seperti orang asing saja bertemu tanpa tegur sapa yang mana malah membuat orang curiga kita ada kenapa-napa?" ucap Naura, ia kini menikmati pelukan Noval yang mana selalu membuat nya nyaman.
"Iya aku akan melakukan apapun yang kamu katakan."
"Terima kasih Pak Tentara suamiku.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...