
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Noval begitu ganas tanpa mengenal tempat, di tempat mana selalu ia gunakan untuk menerkam Naura, dan wanita itu hanya pasrah dengan semua yang di perbuat suaminya itu.
Semua yang di lakukan Noval di sukai Naura, dan ia sangat menikmati meski hingga akhirnya ia harus kelelahan tidak bisa mengimbangi permainan sang suami.
Naura berbaring lemas di ranjang di temani sang suami di samping nya.
Sudah 2 jam Naura tidur, Noval setia memandang wajah cantik Naura 30 menit yang lalu.
"Aku akan membuat mu melupakan semua yang terjadi hari ini, tidak akan ku biarkan orang jahat melukai hati mu yang baik karena aku tidak akan membiarkan itu," ucap Noval dalam hati dengan tangan mengusap lembut kepala Naura.
Noval melihat jam di pergelangan tangan nya sudah menunjukkan pukul 4 sore, ia harus segera kembali ke kantor tim mereka ada jadwal latihan.
Tapi ia tidak bisa meninggalkan Naura dalam keadaan seperti ini, bagaimana jika ada orang jahat masuk saat ia pergi maka akan berbahaya bagi Naura yang tertidur pulas tanpa busana hanya di selimuti selimut tebal milik rumah sakit.
"Aku akan mengirim pesan terlebih dahulu agar mereka bisa mulai tidak perlu menunggu ku," ucap Noval segera mengambil ponsel nya di meja dan mengirim pesan pada Riski.
Setelah selesai ia kembali meletakkan ponsel nya menatap bidadari cantiknya yang tertidur. Tangan nya membelai lembut wajah imut sang istri yang semakin hari semakin terlihat cantik.
Cup.
Satu kecupan mendarat sempurna di bibir sang istri.
"Sangat manis seperti gula, aku menyukai," gumam nya tersenyum bahagia mengelus bibir Naura yang terlihat menggoda.
.
.
Di sisi lain seorang wanita sangat marah tidak terima dengan semua yang terjadi, keadaan anaknya semakin memburuk.
Kepindahan anaknya di rumah sakit lain membuat nya di permalukan secara tidak langsung, nama keluarga nya menjadi merah tidak bisa berobat di rumah sakit TNI lagi.
__ADS_1
Wanita itu menyalahkan Dokter pembohong akar dari semua masalah nya. Ia berjanji akan membalas semua yang telah terjadi padanya hingga detik ini.
"Kau harus menerima semua balasan mu pembohong, karena kau anakku semakin memburuk aku tidak akan membiarkan mu hidup bahagia di atas penderitaan ku," ucap wanita tersebut dengan amarah yang besar penuh dendam.
Ia mengambil ponsel di dalam tas dan menghubungi seseorang di sana.
π:"Papa di mana sekarang?" tanya wanita tersebut saat panggilan telepon nya sudah tersambung.
π:".Ada apa? Papa di kantor banyak kerjaan yang harus di handel kamu tau kan semenjak Fatur sakit, tidak ada yang membantu ku, jadi ku mohon jangan menambah masalah membuat otak ku pusing."
π:"Mama belum mengatakan apapun kenapa Papa sudah berkata seolah apa yang akan Mama katakan ini beban?" marah Wanita tersebut tidak terima mendengar ucapan suaminya.
π:"Baiklah sekarang katakan ada apa? kenapa menghubungi ku? Papa tidak memiliki banyak waktu sekarang."
π:"Kondisi Fatur semakin memburuk semua itu karena Dokter pembohong itu Mama tidak mau tau bagaimana caranya Papa harus menuntut wanita itu masuk penjara."
π:"Apa maksud Mama? Fatur semakin memburuk? bagaimana bisa? apa sebenarnya yang terjadi? kenapa kita harus menuntut orang? jelaskan semua Papa benar-benar tidak mengerti," di sebrang sana seorang pria berdiri dengan wajah bingung penuh pertanyaan di benaknya mendengar penuturan sang istri tidak jelas.
π"Cerita nya panjang Mama tidak bisa jelaskan semua melalui telpon, di rumah akan Mama ceritakan. Sekarang yang harus Papa lakukan tuntut Dokter Naura pastikan wanita itu masuk penjara, Mama tidak mau tau bagaimana caranya," tegas wanita tersebut tidak peduli apa yang di perbuat suaminya nanti, yang ia ingin wanita tersebut di penjara.
π:"Ya, Papa akan lakukan, tapi bagaimana keadaan Fatur sekarang?"
.
.
"Bagaimana tidur nya nyenyak?" tanya Noval lembut mengusap kepala Naura terbangun menyandarkan kepala di dada nya.
"Hmmm, kamu tidak kembali ke Kantor? apa tidak ada kerjaan?" tanya Naura menaikan kepala menatap wajah suaminya.
"Kenapa? tidak ingin aku berada di sini lagi?"
"Tidak seperti itu, aku hanya bingung saja sudah jam begini kenapa kamu masih berada di sini?"
"Aku sengaja tetap di sini, tidak mungkin aku meninggalkan istri ku yang sedang tertidur dengan tubuh polos, bagaimana jika kepergian ku orang jahat masuk dan melakukan hal yang tidak-tidak padamu?"
__ADS_1
"Suamiku ini sangat sweet, terimakasih aku tidak menyangka kamu bisa berpikir seperti itu, sekarang kembali lah aku sudah bangun tidak akan terjadi hal buruk padaku," ucap Naura tersenyum menatap suaminya.
"Baiklah aku akan kembali, jaga dirimu baik-baik, jika ada apa-apa segera hubungi aku," pesan Noval lalu mengecup singkat bibir Naura.
Cup.
"Iya, kamu juga," senyum Naura bahagia memiliki suami seperti Noval, ia memandang punggung belakang suaminya pergi.
"Terimakasih sudah memberikan ku suami seperti nya, aku tidak tau bagaimana jadinya aku jika tidak ada dirinya di samping ku," gumam Naura berpikir hidup nya akan berantakan jika tidak ada Noval di sisi nya.
Naura segera bangun dari ranjang membersihkan diri sebelum kembali bekerja, hari ini jadwalnya piket dan ia akan pulang malam jam 11.
Naura mengambil foundation yang sengaja ia beli bukan untuk ia pakai pada wajahnya, tapi semata untuk menutup bekas cinta yang di berikan suaminya. Ia tau seberapa nakal pria itu jika sudah kelaparan.
"Kebiasaan deh kamu, syukur aku selalu bawa," senyum Naura melihat lehernya dari pantulan cermin banyak tanda kepemilikan.
Selesai menutup semua bekas yang ada di leher, ia segera keluar dari kamar mandi dan mengambil jas putih mengenakan kembali.
"Semua akan baik-baik saja, semangat," ucapnya menyemangati diri sendiri, entah kenapa meski mencoba menyakinkan diri ia tetap khawatir akan terjadi sesuatu.
Naura keluar dengan stetoskop menggantung di leher nya. Senyuman tak pudar dari wajah sejak keluar dari ruangan nya.
"Sore Dok, hari ini kita ada jadwal operasi pasien ruang melati nomor 013," lapor Suster tersebut ramah.
"Baiklah, apa persiapan semua sudah di siapkan?" tanya Naura.
"Sudah Dok."
"Kita ke ruang operasi sekarang," ajak Naura lalu berbalik pergi menuju ruang operasi.
Sedangkan di sebrang sana seseorang memandang kepergian Naura tersenyum penuh arti.
Tatapan tak lepas, tangan nya mulai melakukan sesuatu mengotak-atik ponsel mengirim pesan pada seseorang.
"Lakukan tugas mu jangan sampai gagal atau nyawa mu taruhan nya," pesan pria tersebut pada seseorang di sebrang sana penuh ancaman.
__ADS_1
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...