
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Tubuh Naura melemas hingga sekarang, operasi yang di lakukan gagal air mata terus jatuh membasahi wajahnya.
Perasaan nya menjadi tak menentu, ia terus merasa bersalah dengan apa yang di perbuat menghilangkan nyawa orang.
Saat ini Naura berada di ruangan nya di kunci dari dalam, tak ingin di ganggu siapapun. Suara tangis keluarga pasien yang menangis histeris terus terngiang-ngiang di benak nya.
Dirinya semakin merasa bersalah, pikiran nya berkecamuk, ia dapat merasakan apa yang di rasakan keluarga pasien. Kehilangan anggota keluarga yang di sayangi begitu sakit, ia pun sudah pernah mengalami hal tersebut.
"Hiks... hiks... hiks... maaf.. aku tidak sengaja melakukan itu... " tangis Naura dirinya merasa hancur dengan apa yang terjadi hari ini.
Isakan tangisnya begitu hancur membuat siapapun yang mendengar ikut sedih merasakan apa yang di alami.
Naura duduk di lantai dengan memeluk lutut nya. Kejadian hari ini benar-benar membuat dunia nya seketika hancur.
Noval belum mengetahui musibah yang menimpa Naura, ia masih bersama tim nya menjalankan tugas mereka.
"Mana Dokter pembunuh itu! kemana dia? hidup kan nyawa putri ku!" teriak histeris wanita tersebut mengamuk dengan tangisan tak henti mendengar kabar keadaan anak nya tak bernyawa setelah melakukan operasi.
"Bu tenanglah, jangan membuat kegaduhan seperti ini, Dokter Naura tidak sengaja melakukan ini," ucap Suster tersebut.
"Tidak sengaja? kau gila dia sengaja melakukan ini panggil dokter pembunuh itu kembalikan nyawa putri ku sekarang!" teriakan wanita tersebut semakin keras menganggu semua pengunjung rumah sakit yang berada di sini.
"Baiklah Ibu tenang dulu, saya akan memanggil Dokter Naura," kata Suster tersebut mencoba menenangkan keluarga pasien yang kehilangan nyawa putri nya.
Naura di dalam semakin menangis mendengar Ibu pasien yang terus menyalahkan nya atas operasi gagal yang di lakukan.
"Maaf... hiks... hiks... hiks... aku pembunuh, aku jahat... " air mata terus berjatuhan membasahi wajahnya.
Dia merasa terkena tembakan pistol berkali-kali, hatinya terasa sakit, sesak setiap menghirup udara, bernafas rasanya ia tidak sanggup sekarang.
Noval yang sibuk dengan latihan bersama tim nya di hampiri seseorang mengabari ada keributan di dalam rumah sakit seorang wanita terus menyalahkan Naura menjadi panik.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, ia berlari masuk masuk ke dalam menghampiri Naura.
Dan benar saja tiba di sana, seorang wanita dengan penampilan yang begitu kacau, air mata terus berjatuhan menangis berteriak marah-marah.
"Keluar kau pembunuh! kembalikan nyawa putriku! jangan sembunyi di dalam cepat keluar!" wanita tersebut terus mengetuk pintu ruang kerja Naura dengan kuat.
"Hiks... hiks... hiks... " Naura tidak bergerak dari duduk nya, tubuhnya gemetar semua tenaga nya terkuras dengan menangis tiada henti merasa bersalah.
Noval melihat itu langsung mendekati wanita tersebut.
"Hentikan semua ini, jangan membuat keributan di sini, ini rumah sakit bukan pasar atau Mall. Dan jaga ucapan Ibu, Dokter Naura bukan seorang pembunuh," tegas Noval tidak terima wanita yang ia sayangi di kata pembunuh.
"Bapak siapa? tau apa Bapak tentang pembunuh itu? dia telah menghilangkan nyawa putri saya, dan enak saja main kabur sesuka nya, saya tidak terima! dia harus mengembalikan nyawa putri saya sekarang!"
"Ibu sadar dengan apa yang Ibu bicarakan ini? Dokter Naura bukan Tuhan bagaimana caranya mengembalikan nyawa putri Ibu?"
"Saya tidak peduli soal itu, yang saya tau pembunuh itu harus mengembalikan nyawa putri saya sekarang!" teriak wanita tersebut tidak peduli tidak mau tau semakin menjadi ingin putri nya kembali bersama nya.
Noval di buat kehabisan kata berbicara dengan wanita di depan nya, ia tau Naura sangat terpukul dengan semua ini, ucapan wanita ini semakin menjadi.
"Suster bawa pergi Ibu ini dari sini tenangkan dia. Saya akan bicara dengan Dokter Naura sekarang," perintah nya pada salah satu suster yang berdiri di dekat mereka yang hanya melihat keributan tersebut.
"Baik Pak," sahut Suster tersebut. "Mari Bu ikut saya tenangkan dulu pikiran Ibu," ajak nya lembut, namun di tolak wanita itu tidak ingin pergi.
"Paksa dia pergi dari sini. Kalian lihat apa di situ cepat bantu Ibu ini pergi dari sini!" bentak Noval yang kini terpancing emosi melihat kelakuan para Suster tidak berguna hanya bisa menyaksikan tanpa bertindak menyelesaikan semua.
Mereka menjadi ketakutan dengan bentakan Noval pria yang dikenal dengan sikap dingin dan kejam, tapi semua tidak berlaku pada Naura.
Berlari tidak jelas mereka segera membawa paksa wanita yang terus mengamuk pergi dari depan ruangan Naura.
"Huftt," menghela nafas gusar. Noval mengacak rambut kasar.
Kini ia berdiri menyandarkan kepala di tembok. Kepala nya terasa sakit, ia cemas akan keadaan Naura saat ini yang ia yakin wanita itu pasti akan menyalahkan diri nya atas semua yang terjadi.
"Naura buka pintu nya ini aku Noval," ucapnya mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari dalam.
__ADS_1
"Sayang aku tau kamu mendengar suara ku, buka pintu nya semua akan baik-baik saja, yang terjadi hari ini bukan kesalahan mu tapi semua sudah takdir sang kuasa tidak perlu ada yang kamu salahkan pada dirimu," sambung nya lagi yakin perkataan nya ini di dengar wanita di dalam.
"Dengarkan aku kita hadapi ini sama-sama kamu tidak sendiri sayang aku selalu ada bersama mu," bujuk Noval berharap Naura bersuara dan membuka pintu.
Cekrek.
Noval tersenyum dan langsung masuk tanpa membuang waktu lagi, lalu kembali menutup pintu rapat.
Melihat penampilan Naura yang berantakan, mata sembab bengkak hitam membuatnya merasa sakit gagal menjadi suami untuk Naura.
"Maaf, aku tidak ada di sisi mu tadi," Noval memeluk Naura, ia tau perasaan Naura sekarang.
"Aku bersama mu sekarang semua akan baik-baik saja, jangan menangis tidak akan ada orang yang bisa melukai mu."
Naura terdiam tidak mengatakan apapun, ia menerima pelukan Noval karena hanya itu yang mampu membuat nya sedikit lebih tenang.
Hati Noval menjadi sakit berkali-kali, melihat tidak ada respon Naura membuat nya sakit, ia lebih memilih terluka kena tembakan dari lawan dari pada melihat Naura yang seperti ini.
"Maafkan aku sayang," ucap Noval dalam hati, air matanya jatuh menetes tak mampu menahan melihat keadaan Naura yang murung.
Noval mengajak Naura untuk duduk, selama duduk Naura terus terdiam berada di pelukan nya.
"Jangan menyalahkan dirimu lagi, ini takdir kamu sudah melakukan yang terbaik," ucap Noval.
"Tidak, aku tidak melakukan dengan baik, semua karena ku, aku pembunuh, aku jahat," sahut Naura kembali menangis.
"Hiks... hiks... hiks... "
"Tidak sayang, kamu bukan penjahat, kamu juga bukan pembunuh," bantah Noval.
"Aku penjahat, aku pembunuh, aku gagal menyelamatkan nya."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1