
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Bagaimana kabarmu?" tatap Noval menghimpit hingga kedua wajah begitu dekat tanpa jarak.
"Ba-baik," gugup Naura terbata-bata.
"Tapi kenapa tidak terlihat seperti yang kamu katakan?"
"Itu," bingung Naura akan jawaban yang diberikan, wajah pria tersebut membuat nya tidak fokus.
"Itu apa?" tangan nya dalam sekejap melingkar di pinggang Naura.
Naura menjadi gugup, kedekatan kedua yang tambah dekat benar-benar membuat jantung nya terus berdetak tidak karuan.
"Aku merindukan Mu, ku dengar dari Dokter Coki kepergian ku selama 2 tahun kemarin membuat mu uring-uringan. Apa itu benar?" mata nya terus tertuju menatap lekat pada Naura yang mendadak gelagapan memandang arah lain.
"Lihat aku, jawab pertanyaan ku apa itu benar?" suara Noval kembali terdengar, kali ini lebih tegas.
"Bukan urusan mu Kak, Naura rasa tidak ada kewajiban Naura untuk menjawab pertanyaan Kakak, kita tidak-"
"Tidak memiliki hubungan, seperti itu bukan yang akan kamu katakan?" potong Noval cepat menatap Naura yang sudah bisa menebak arah perkataan nya.
Naura terdiam dengan menatap pria di depan nya entah apa yang berada di pikiran nya tidak dapat ia tebak.
"Diam mu ku anggap benar. Kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan menganggu mu, kita di sini hanya sebagai rekan kerja tidak lebih," sambung Noval melangkah mundur, matanya masih tertuju pada Naura.
"Kenapa hati ku terasa sakit, apa sekarang kau sudah menemukan wanita lain?" batin Naura sedih, kedua mata saling beradu, Noval menyadari kesedihan di mata Naura ingin bertanya tapi Ia urungkan.
"Kakak benar kita hanya rekan kerja tidak lebih. Naura pamit Kakak bukannya masuk ingin istirahat? silakan istirahat, mungkin dengan keberadaan Naura di sini membuat Kakak tidak nyaman jadi Naura pergi saja," pergi Naura dengan hati yang terluka dengan perkataan sendiri.
Noval mendengar itu merasa ada yang aneh, ia merasa semua yang keluar dari mulut Naura adalah kebohongan, wajah dan suara tidak menggambarkan seperti yang di katakan.
__ADS_1
Naura berlari sejauh yang bisa kakinya berlari. Perkataan Noval hingga sekarang masih terngiang-ngiang di benaknya. Hati semakin terasa sakit seperti terkena tusukan pisau yang sudah tertusuk masih di tusuk mencari lebih dalam.
"Hiks... hiks... hiks... kenapa harus seperti ini? kenapa harus aku? kenapa?" teriak Naura mengeluarkan semua unek-uneknya.
Tangis Naura makin pecah.
"Aku benci takdir ku.. aku benci.... "
"Jika tidak ada kebahagiaan, kenapa aku harus lahir? kenapa?" Naura menjatuhkan diri di bawah tanah yang penuh kerikil tanpa peduli rasa sakit di lutut sekarang.
.
.
.
"Ra, kamu dimana sih? semua tempat sudah ku cari tetap saja tidak ada. Sebenarnya apa yang terjadi padamu sih Ra?" cemas Ririn, sejak acara bersama anggota TNI menyambut kedatangan mereka selesai, Ia langsung menghampiri Naura di tenda, tapi tidak ia temukan.
"Apa ini ada kaitan dengan kak Noval?" pikir Ririn mengingatkan saat acara tadi tidak melihat keberadaan Noval.
"Pak, tunggu!" teriak Ririn berlari menghampiri Noval.
"Iya ada apa Dok? apa ada masalah?" tanya Noval.
"Apa yang Bapak katakan pada Naura?" tanya Ririn penuh selidik yakin pria di depan nya tadi menemui Naura.
"Maksud Dokter apa? perkataan yang mana?" bingung Noval tidak paham.
"Jadi benar Bapak tadi menemui Naura? di mana Naura sekarang?"
"Iya kita tadi bertemu di tenda, dan sekarang Naura sudah kembali di tenda nya? kenapa Dokter bertanya pada saya? apa Naura tidak berada di tenda nya?" tanya Noval yang kini mulai cemas.
"Kenapa Bapak lagi yang menabur luka pada sahabat saya? apa 2 tahun kurang cukup Bapak lakukan? kenapa saat bertemu kembali? apa karena penolakan Naura? tapi Bapak juga harus tau setelah kepergian Bapak hidup Naura menjadi tidak terarah, hidup yang Naura tau kerja, kerja dan kerja. Bapak mau tau kenapa?" Ririn sejenak diam menatap Noval. "Semua karena Bapak, Naura mencintai Bapak."
__ADS_1
"Apa!" kaget Noval tidak percaya, tapi jika di ingat tadi wajah Naura. Kini Ia sadar hal aneh apa yang Ia rasakan tadi saat kepergian Naura.
"Bapak kaget bukan? tapi itu kenyataan nya. Seharusnya Bapak bisa lebih peka saat bertemu Naura bukan malah berkata kasar menyakiti perasaan Naura. Asal Bapak tau, hidup Naura setelah menyadari perasaan nya, hari-hari yang ia jalani penuh dengan penyiksaan, tidak ada senyuman, Naura terus menyalahkan diri nya, bahkan setiap anggota keluarga nya atau kita sahabatnya berbicara mengenai Bapak ia langsung sedih," ungkap Riri sudah waktunya ia katakan semua, Naura pantas bahagia ia tidak tega harus melihat sahabatnya sedih.
Noval balik berlari meninggalkan Ririn tanpa sepatah kata.
"Saya belum selesai bicara, Pak!" teriak Ririn kesal di tinggal pergi begitu saja, seolah dirinya hanyalah pajangan tak terlihat.
"Kamu di mana Ra, maaf tidak menyadari perasaan mu, tapi kenapa tidak kamu katakan tadi? kenapa masih kamu simpan? apa kamu berniat melupakan ku?" batin Noval, Ia berlari kesana kemari mencari keberadaan Naura sekarang.
Dari kejauhan Ia mencari, Ia melihat sosok seseorang berjalan mengarah nya.
Dan seketika itu Ia menyadari sosok yang berjalan mengarah nya adalah wanita yang di cari sejak tadi.
"Kamu kemana saja? kenapa suka membuat orang khawatir?" cemas Noval memeluk Naura.
"Maaf, Naura janji tidak lagi, ini yang terakhir," ucap Naura.
"Kenapa tidak kamu bilang tadi? kenapa malah menyembunyikan nya? kenapa? apa kamu berniat melupakan aku dari hidup mu?" tanya Noval melepaskan pelukan nya, memandang Naura yang terdiam.
"Apa maksud mu Kak? menyembunyikan apa?" dengan wajah bingung Naura tidak paham yang di katakan Noval.
Melihat wajah bingung Naura, Noval tidak menjawab, malah mencium Naura. Tindakan Noval cukup membuat nya kaget, mendadak mencium nya untuk kedua kali.
Ciuman semakin dalam, mulut Naura belum terbuka hingga ia terus bekerja keras. Saat terbuka mulut nya mengekspor bebas setiap inci yang ada.
Dan wanita yang di berikan kehangatan permainan manis bibir, menikmati hingga terbawa suasana mengalungkan kedua lengan di leher
Tidak mendapat penolakan, senyuman seketika terbit di wajah dan terus melakukan hingga kedua mengakhiri, karena kehabisan nafas.
"Aku mencintai mu Naura, 2 tahun berpisah tidak mengubah perasaan ku padamu. Aku ingin kamu menjadi pendampingku sekarang dan selamanya, tidak akan aku biarkan kamu pergi lagi dari hidup ku, meski itu permintaan mu tidak akan ku biarkan," menggengam erat kedua tangan Naura, ia tidak ingin melepaskan cinta nya lagi.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...