
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Sikap mana yang harus saya jaga Dokter Naura? kau sudah tau tentang saya, saya rasa tidak perlu cukup melakukan dengan tindakan," ucap Kamal menyukai wajah Naura yang takut, baginya wajah Naura seperti itu sangat mengemaskan.
Tangan nya dengan cepat menarik pinggang Naura hingga kedua berdekatan.
"Menurut lah padaku, atau sahabatnya mu menanggung semua ini," bisik kamal menghirup aroma wangi tubuh Naura.
Dengan kuat Naura berusaha melepaskan tangan pria itu dari nya, pria itu makin mengencangkan.
Melihat sekeliling sepi tak seorang pun yang lewat membuat nya cemas. Ia tidak tau semua ini memang kebetulan atau sudah di rencanakan.
"Tidak ada satu pun di sini, jadi aman tidak akan ada yang melihat kita, termaksud Ririn," ucap Kamal seolah tau yang di pikirkan Naura.
"Apa maksud anda?" tanya Naura.
"Tempat kita sekarang bukan jalur orang berlalu lalang, jadi tidak akan ada yang lewat kecuali orang-orang itu ingin berduaan seperti kita," jawab Kamal.
"Jangan macam-macam atau ka-"
"Atau apa? mengadu? teriak? silakan lakukan, semua akan sia-sia saja Dokter Naura."
Rangkulan nya semakin erat, wajah nya bahkan begitu dekat hingga dapat mendengar hembusan nafas Naura.
Matanya tertuju pada bibir mungil Naura yang selama ini membuat nya tergoda.
"Siapapun di sini tolong bantu aku... Noval aku takut," tangis Naura dalam batin.
Dia tidak tau harus melakukan apa dengan keadaan seperti ini. Pelukan pria itu begitu erat hingga tidak bisa Ia lawan untuk lari.
"Hari ini akan menjadi hari kita, tapi jika kau menginginkan lagi katakan aku akan memenuhi itu," bisik Kamal, lalu bibir nya menyentuh bibir Naura.
Naura berontak menggeleng kepala agar pria tersebut berhenti. Tapi tidak berhasil. Ciuman nya makin ganas.
"Noval... kembali lah ku mohon," tangis Naura dalam batin.
Kamal kesal karena wanita itu tidak juga membuka mulut nya. Dengan segala cara ia berusaha untuk masuk merasakan setiap inci yang ada tanpa terlewatkan.
__ADS_1
"Bukalah jangan membuat ku makin kasar padamu Dokter," ucap Kamal serius.
"Tidak, aku tidak akan melakukan itu," tegas Naura.
"Baiklah jika itu pilihan mu, kita lihat sampai di mana bisa mempertahankan nya," senyum Kamal, lalu kembali mel***t bibir Naura.
Sebelah tangan nya Ia tekankan pada tengkuk belakang Naura. Permainan nya tidak ada kelembutan, Naura tidak bisa terus menahan, hingga pria itu berhasil masuk meng****p rakus, bibir nya.
Lidahnya mengekspor setiap inci rongga Naura, wanita itu di buat tidak berdaya. keahlian dalam bercinta selalu membuat nya menang puas mendapat yang di inginkan.
"Saya tidak merasakan senikmat milik mu, kau benar-benar bisa candu ku," ucap Kamal menyudahi ciuman nya menatap intens wanita di depan nya terus meneteskan air mata.
"Kau pria gila, saya berjanji akan melaporkan tindakan mu pada semua orang," ancam Naura marah, rasanya ia ingin merobek wajah percaya dirinya pria itu.
"Benarkah? ah, saya takut, kenapa kau tega melakukan nya? kita baru saya melakukan tapi kau sudah tega ingin mengadu. Baiklah akan ku buat kau lebih menikmati nya," ucap Kamal.
Tangan nya turun ke bawah dan saat ingin membuka kancing baju Naura, tangan kekar seseorang menahan nya.
Kamal menoleh dan betapa kaget nya melihat siapa orang tersebut.
"Beraninya kau melakukan ini pada istriku," satu tinjuan di layangkan sempurna pada wajah tampan pria kurang ajar tersebut.
Wajahnya terlihat marah, bahkan Naura tidak pernah melihat pria itu semarah ini. Pukulan terus di layangkan, tidak memberi kesempatan bajingan di depannya membalas.
"Matilah kau hari ini!"
Naura melihat itu menjadi takut. Ia takut Noval akan terkena masalah setelah ini.
"Noval hentikan, sudah," Naura mencoba menyudahi Noval.
"Tidak, pria seperti nya memang sudah pantas mati. Dia tidak memiliki hati, selalu memaksa kehendaknya," tolak Noval.
"Hentikan Noval, kau akan terkena masalah jika dia benar mati, aku tidak mau kau kenapa-napa, aku akan merasa bersalah jika seperti itu, please dengar kan aku sekali ini saja, sudahi semua ini," mohon Naura dengan mata berkaca-kaca.
"Baiklah. Kau beruntung hari ini, tapi lain kali jika kau berani menyentuh istriku, tidak ada kata beruntung lagi, kau akan langsung ku kirim ke neraka saat itu juga," serius Noval melepaskan kerah baju pria itu dan menarik tangan Naura pergi.
"Hahaha... saya tidak takut ancaman mu itu, milik mu akan menjadi milik ku, percaya lah itu. Bibir istrimu sangat manis saya sangat menyukai," ucap Kamal dengan suara keras tidak takut meski sekarang tubuh nya sudah babak belur.
"Sudah Val, jangan dengarkan. Acuhkan omongan nya. Kita pergi sekarang, aku tidak ingin berada di sini," bujuk Naura melihat Noval terpancing dengan omongan Kamal yang tidak merasa cukup, pria itu seperti ingin di pukul lagi.
__ADS_1
"Hmmm," Noval kembali melangkah, tangan nya menggengam erat pergelangan tangan Naura.
"Duduk lah, aku akan mengambil mu minum," ucap Noval lalu pergi.
Naura terdiam, kembali mengingat bagaimana jadinya dirinya tadi jika Noval tidak datang.
Noval datang dengan segelas air di tangan, tapi tidak di sadari Naura dengan kedatangan nya saat ini, wanita itu melamun, tubuh nya sedikit gemetar.
"Jangan takut aku bersama mu sekarang, aku tidak akan membiarkan mu sendiri lagi aku janji," menyodorkan minum dan Naura menerima itu.
"Terima kasih, jika kau tidak ada aku tidak tau apa yang sudah di lakukan pria itu padaku," ucapnya.
"Jangan berkata seperti itu, yang ku lakukan itu memang tanggung jawab ku untuk melindungi mu, kini aku merasa gagal tidak becus menjaga istriku sendiri."
"Tidak, kau tidak gagal, tapi aku saja yang lemah tidak bisa melawan nya."
"Kau tidak lemah sayang, pria itu saja yang kurang ajar," Noval mengangkat dagu Naura hingga wajah nya dapat ia lihat dengan jelas.
"Kita akan kembali hari ini, untuk masalah tugas mu akan aku urus," sambung nya.
"Kembali? kenapa?" tanya Naura.
"Menikah secara resmi, aku sudah mengatakan semua pada keluarga kita, dan mereka sudah mengurus semua nya."
"Tapi, kapan? kenapa aku tidak tau?"
"Cerita nya panjang sayang, aku sudah memberitahu keluarga ku saat aku mengetahui kamu di beri tugas ke sini."
"Bagaimana mungkin? apa pernikahan kita ini juga sudah kamu rencanakan?"
"Tepatnya keluarga kita sayang."
Naura kaget, kedua keluarga melakukan semua ini tanpa sepengatahuan nya, bahkan selama ini abang nya kontak-kontak kan dengan Noval, tapi tidak memberitahu nya.
Dia benar-benar kesal, merasa di permainan.
"Jangan kesal seperti itu, mereka melakukan ini karena sayang padamu."
"Iyaa, aku tau itu."
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...