Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 13: Terlambat menyadari


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Setelah kejadian di mana Noval menyatakan perasaannya padanya membuatnya tak bisa hidup tenang setiap hari terus di bayang kejadian itu.


2 tahun telah berlalu.


Naura hingga sekarang belum juga bisa melupakan nya.


Setelah kepergian Noval dari hidupnya baru Ia sadari akan perasaan, rasa nyaman yang ia rasakan selama dekat dengan nya adalah perasaan cinta bukan perasaan nyaman Kakak ke adik.


Penyesalan, penyesalan selalu datang di akhir setelah semua telah terungkap itulah yang kini sedang Naura rasakan.


Hari-hari yang di jalan Naura penuh kesedihan, air mata akan berjatuhan setiap mengingat peristiwa di mana ia menolak dan meminta Noval menjauh dari hidupnya. 2 tahun, 2 tahun itu juga Naura dan Noval tidak pernah bertemu Noval seakan menghilang di telan bumi hanya demi menepati janjinya pada Naura tidak muncul di hidup nya.


"Mom, ade hari ini ada kerjaan dan akan pulang sedikit terlambat," ucap Naura.


"Ya sudah nggak apa-apa ade jaga kesehatan, nanti kalau sudah waktunya istirahat langsung makan jangan di tunda-tunda," pesan Mommy Yuna karena tau kebiasaan putrinya akan selalu lupa jika sudah sibuk bekerja.


"Iya Mom ade janji nggak akan telat makan sudah waktunya istirahat langsung makan," Janji Naura tersenyum menatap Mommy Yuna yang sedang menyiapkan makan untuknya.


"Dek gimana kamu dan Noval udah baikan atau masih sama seperti dulu?" tanya Arjuna. Ia tahu hubungan Noval sahabatnya dengan Naura adik angkatnya selama 2 tahun ini sedang tidak baik-baik saja, setelah kejadian itu keduanya menjadi viral para pengunjung yang saat itu menjadi saksi pernyataan cinta Noval merekam dan diupload ke sosmed hingga banyak orang yang mengetahui peristiwa itu termaksud keluarga dari Noval.


Dari kejadian itu Noval pun memutuskan pindah tugas ke tempat yang jauh dari Naura.

__ADS_1


Naura terdiam rasanya bingung mengungkapkan apa, setiap kali pembahasan mengenai Noval hatinya kembali terasa sakit mengingat perlakuan kasar nya.


"Mom, Dad, Abang, ade pergi dulu. Maaf nggak bisa makan bareng kalian," pamit Naura tidak sanggup mengingat kenangan lama yang mana masih membuatnya menyesal.


Naura bangun langsung pergi tanpa mencium tangan kedua orang tuanya, hal itu tidak biasa ia lakukan Naura anak yang sopan yang selalu ingat akan tata krama dan sopan santun, tapi kali ini Ia melupakan semua setiap kembali mengingat Noval pria yang berhasil mencuri hatinya, pria yang menjadi Cinta pertamanya.


"Lihat itu Ar, semua karena mu coba saja tidak mengungkit tentang Noval, ade tidak akan pergi dengan wajah sesedih itu," melihat kepergian Naura yang tidak menentu perasaan nya.


"Maaf Ar nggak bermaksud membuat ade sedih, Ar hanya sekedar tanya siapa tahu ade dan Noval sudah baikan tapi kitanya saja yang tidak tahu," sahut Arjuna tidak ada niat membuat Naura sedih.


Perubahan Naura sejauh ini dapat dilihat oleh keluarganya, orang di sekitar nya mungkin juga merasakan perubahan Naura 2 tahun ini lebih tertutup tidak banyak bicara, dan lebih banyak bekerja.


.


.


.


"Maafkan aku kak, jika saja saat itu aku lebih cepat menyadari perasaanku, semua tidak akan seperti ini, mungkin saat ini kita bersama tidak akan terpisah. Aku benar-benar merasa menjadi wanita bodoh saat itu," sedih Naura, hatinya terasa sakit, maaf rasanya tidak akan cukup, tidak sebanding dengan apa yang di rasakan Noval saat itu.


Setiba di rumah sakit Naura langsung masuk ke ruangan nya dan memakai jas putih sebagai profesi nya seorang dokter. Dengan cara seperti inilah Ia dapat melupakan semua sedihnya, hari-hari nya dihabiskan dengan bekerja, tiada hari bersantai lagi untuk nya seperti dahulu yang sering Ia lakukan bersama kedua sahabatnya.


"Syukurlah Ra kamu sudah datang," ucap lega Ririn melihat Naura.


"Emangnya kenapa sih Rin?" tanya Naura bingung dengan ekspresi wajah Ririn yang seketika lega dengan melihat nya.

__ADS_1


"Nanti aja baru gue jelasin sekarang ikut gue," ajak Ririn menarik Naura untuk ikut bersama nya.


"Emangnya ikut ke mana sih," Naura yang di tarik terus bertanya kemana Ia akan di ajak pergi.


"Oke fine gue kasih tau, kita akan ke ruang dokter kepala. Loh mau tahu kenapa gue ajak ke ruang dokter kepala?" Naura menggeleng kepala tidak tau.


"Kita akan melakukan demo saat ini kepada Dokter kepala enak saja asal mengirim kita ke kota C yang tempat nya terpencil gak ada sinyal pula. Udah gitu tugas nya bukan sehari dua hari, tapi sebulan, itu gak bisa gue terima lah, kenapa gak dia pilih yang lain kenapa harus kita yang baru bekerja di sini belum lama?" ucap Ririn penuh kekesalan pada pria tua bangka itu suka bersikap seenaknya pada bawahan.


"Sudah gapapa mungkin Dokter kepala lebih mempercayai kita, positif thinking saja, negatif nya buang ke laut. Mungkin setelah dari sini kita dapat banyak pengalaman yang bisa kita bagikan pada Dokter lain di sini," kata Naura.


"Loh Ya Ra nggak asik deh, kenapa terima gitu aja sih, sekali-sekali protes juga gapapa kali."


"Emangnya kalau kita protes dokter kepala akan dengerin?" tatap Naura pada Ririn menggeleng kepala. "Ya maka dari itu lebih baik kita lakukan seperti apa yang di perintahkan, karena semua yang di perintahkan pada akhirnya tidak bisa di tolak," jelas Naura memberi pemahaman pada Ririn agar tidak terus membantah perintahnya.


"Huft," menghela nafas kasar, membuang wajah kesamping melihat lorong rumah sakit Ririn membenarkan perkataan Naura. Karena hasil akhir protes demo mereka akan berakhir sia-sia.


"Gue balik luan ya, ingat jangan lupa makan gak usah mikirin kak Noval buktinya sampai sekarang dia gak cariin loh, kalau benar dia cinta sama loh pasti bakal cariin loh tidak peduli apapun perkataan yang loh katakan dia akan tetap mengejar sampai loh luluh, tapi ini tidak, jadi gue minta sama loh Ra sadar buka mata lebar-lebar jangan jadi cewek bodoh, oke," ucap Ririn panjang lebar peduli, ia tidak mau sahabatnya sedih karena terus merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi dua tahun yang lalu.


"Iya."


Jawaban singkat Naura yang langsung pergi melewati nya benar-benar membuat Ririn yang berkata panjang lebar melongo.


Matanya tertuju memandang punggung belakang Naura pergi menjauhnya.


"Tuh anak kebiasaan gak hilang-hilang deh, gue ngomong panjang lebar, respon nya Ya doang," geleng-geleng Ririn, lalu berbalik berjalan pergi.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2