Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
SARIL BANA [ Peluk Aku ]


__ADS_3

Tiba tiba Issabel sudah berada di depan mereka. Anak itu menatap mereka. Anak itu menatap mereka dengan sayu. Iskender mengembuskan napas pelan. Sementara Sevgi melayangkan pandangannya ke arah lain.


           “Amca, ben aciktim (aku lapar).”


Issbael selalu menjadi yang utama. Sevgi sadar itu. Dan dia harus mengalah atau dia akan benar benar tersingkirkan. Iskender membawa Issabel ke mobil. Dia memberikan gadis kecil itu dua buah roti keju dan


teh dalam botol.


   “Mengapa Amca dan Teyze Sevgi bertengkar?”


                       “Ha-hayir.”


       “Kami hanya sedang membicarakan sesuatu.”


     “Membicarakan apa?”


                 “Tentang pekerjaan, Issabel.”


                                    “Oo.”


    “Habiskan makanan mu. Lalu kita kembali ke perkebunan lagi.”


            “Tamam, Amca.”


Iskender mengembuskan napasnya. Lega. Issabel benar benar punya rasa ingin tahu yan besar. Dia nyaris selalu tidak memiliki jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukan anak itu. Jika ada Adem, mungkin sahabatnya tersebut akan sangat membantunya.


Iskender sengaja memberikan waktu satu hari bagi mereka bertiga. Tetapi tenyata Sevgi


masih keras kepala. Padahal tidak sulit untuk menyukai anak kecil, tidak sulit


juga untuk mendekati Issabel. Namun Sevgi sepertinya sudah sangat cemburu. Iskender


hanya belum menyadarinya.

__ADS_1


Setelah sampai di depan rumah Sevgi, perempuan itu turun begitu saja darri mobil tanpa mengucapkan sebuah kalimatpun. Iskender menyusulnya. Issabel mengamati dari


dalam.


        “Sevgi.”


        “Ne?”


        “Jangan begini.”


    “Bana kizma (jangan marah).” Mohon Iskender  sambil memegang tangannya.


        “Tidak enak dilihat Issabel.”


            “Oo,kamu tidak memikirkan perasaanku.”


            “Sevgi..”


Deg.  Sevgi menatap tajam, berusaha menemukan jawaban dan berharap laki laki itu akan memeluknya sambbil berkata ‘seni seviyorum’ (aku sayang kamu).


Satu, Dua, Tiga sampai lima detik berlalu Iskender masih mematung. Sevgi tahu


sekarang.


                        “Kita putus.”


Dia melepaskan tangan Iskender.


                    “Apa maksudmu?”


    “kamu akan lebih bebas bersama Issabel.”


        “Kamu cemburu? Sama anak kecil?”

__ADS_1


                    “Kamu bilang dia lain.”


                    “Ya allah, Sevgi. Apa yang


sebenarnya menggangu pikiranmu? Kamu terlalu berlebihan tentang  Issabel.”


       “Aku tanya, kamu benar benar tidak menyayaniku bukan?”


                    “Jawab !!”


Air mata Sevgi mulai menetes. Iskender tidak mampu melihatnya.


                    “Kamu tidak bisa menjawab.”


                    “Kita selesai.”


Dia pergi membiarkan Iskender tetap membatu. Iskender berjalan lemas ke dalam mobil. Lalu duduk sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Isssabel melihatnya kasihan. Dari belakang gadis kecil itu mengulurkan tangan kanannya ke bahu Iskender. Seperti memeluk, menenangkannya.


         “Saril bana (peluk aku), Issabel.”


Sevgi tahu dia telah salah langkah. Dia sangat menyayangi Iskender dan mengingingkannya lebih dari apapun. Tetapi dia tidak bisa menerima kehadiran Issabel. Issabel bukan siapa siapanya, namun Iskender begitu mengutamakannya. Issabel memang masih anak kecil, dan seharusnya dia mengerti itu.


Dua buah buku karya Homer, The lliad of H omer yang di terjemahkan oleh Samuel Butler dan The Odyssey of Homer yang di terjemahkan oleh W.H.D Rouse, terpampang jelas di atas meja kerja Sevgi. Dia sangat menyukai seorang filsuf, penulis, penyair, dan sastrawan asal Yunani tersebut. Baginya Homer sangat misterius, seperti cinta sejati. Dan buku buku itu diberikan iskender padanya di hari ulang tahunnya.


Ada sesuatu yang mengganjal pikiran Sevgi, sebenarnya.


Tidak ada seseorang yang memperlakukan orang lain dengan sepenuh hati. Melainkan


orang lain tersebut adalah bagian dari hidupnya.


Sevgi curiga atau dia hanya negatif dusunce (berfikir negatif) saja. Dia merasa bahwa Issabel bukan sekedar orang lain bagi Iskender. Ziyadh dan Beelah mungkin mendaposinya setahun yang lalu. Tetapi ada apa dengan gadis kecil itu? Mengapa dia begitu mengusik pikirannya?


Hayo......Jangan lupa Vote, Like dan Comen ya Reader

__ADS_1


__ADS_2