Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
Pernikahan Ameerah


__ADS_3

Adem ingin tahu seperti apa sosok Ferhat. Ziyadh dan Beelah juga sangat penasaran. Entah Iskender. Adem tidak berani menerkan nerka.


Laki laki frustasi karena cinta yang telah pergi. Siapa pun di sekitarnya harus siap menerima kemungkinan yang terjadi.


“Merhaba, Adem.”


“Merhaba, Ziyadh, Beelah ! Hosgeldiniz.”


“Hos bulduk.”


“Apa dia sudah mengatakan sesuatu?” tanya Ziyadh yang memandang Iskender mirris.


“Belum, dia hanya bolak balik mengganti posisinya.”


“Sebaiknya kita panggilan ambulans.”


“Beelah, aku tidak sakit.” Teriak Iskender tiba tiba.”


Beelah lucu mendengarnya. Orang yang sangat gelisah, kecewa, patah hati, namun sebenarnya dia mempunyai jiwa yang besar. Beelah mengenal Iskender dengan baik. Adem dan Ziyadh juga tahu bagaimana sifat sahabatnya itu.


Bukan pendendam, bukan juga pemarah. Dia hanya butuh waktu untuk menjadi melankonis.


“Bangun, Berk !!! “


“Kita harus lihat setampan apa laki laki bernama Ferhat itu. Sekaya apa dia? Sepintar apa dia sampai dia sampai bisa meluluhkan hati Ayahnya Ameerah. Kita akan mengetahuinya.”


Ziyadh langsung melayangkan pukulan ke bahunya. Tampa mereka sadari Iskender bangkit, berjalan lemas ke kamar mandi.


“Sudah sadar, efendim?”

__ADS_1


Lagi, dia mendapatkan pukulan keras kali ini dari Ziyadh. Beelah tertawa melihat tingkah tiga sekawan itu. Andai Ameerah masih bergabung dengan mereka.


Tak berapa lama mereka tiba dirumah sederhana Ameerah yang spesial hari ini disulap menjadi kerajan kecil nan elegan, penuh bunga, berwarna, seperti sedang ada pesta besar dari sebuah istana.


Ziyadh dan Beelah tampil serasi layaknya sepasang suami istri. Adem dan Iskender seperti pangeran pangeran dari kerajaan sebelah. Siapa pun yang melihat mungkin akan mengira bahwa mereka adik kakak.


Saat melangkahkan kaki melewati karpet merah, Iskender merasa sesuatu akan menghantamnya. Dia dapat menangkap dari jauh sosok yang merebut perempuannya. Ferhat. Laki laki yang menggantikannya di hati Ameerah. Seseorang yang seharusnya berdiri di situ adalah dirinya. Bukan orang lain yang bahkan belum Ameerah kenal dengan baik. Mereka tidak bepacaran, tetapi langsung bertunangan, dan sekarang menikah.


Ameerah memiliki kekasih, dan seseorang mencurinya begitu saja.


Enyah.


Rasanya Iskender ingin enyah dari prosesi ini.


“Ameerah melihat mu, Berk.” Adem berbisik.


“Haydi, Berk! Beri selamat padanya.”


Adem seakan meminta unuk di habisi. Ziyadh sampai geram, beruntung Beelah menahannya.


“Kamu ingin mati?”


“Hayir.”


“Jangan buat Iskender makin merasa tidak nyaman.”


“Tamam.”


“Beri dia efes atau raki.”

__ADS_1


“Tanam, akan aku ambilkan.”


Sementara Adem mengambil minuman, Ziyadh mendekati Iskender. Beelah tampak asyik memperhatikan dekorasi pernikahan Ameerah ini. Pernikahan penuh misteri edisi mahasiswa mahasiswi Izmir University.


“Kamu tidak apa apa, Iskender?”


“Eum.”


“Apa ada yang harus ku lakukan untuk mu?”


“Eum.”


Lalu Iskender melangkah kan kaki dengan ringan ke arah Ferhat dan Ameerah. Sangat gagah, maskulin dan penuh energi. Seolah dia tidak ada perasaan apa apa pada pengantin wanita. Ziyadh dan Beelah sampai melongo sebelum akhirnya mereka mengikutinya. Adem yang melirik kelakukan Iskender itu pun memutuskan untuk menyusul.


“Iskender.”


Ameerah berkata dalam hati.


Dia tidak membayangkan sedikit pun kalau Iskender akan datang. Sekarang dia melihatnya sendiri.laki laki yang paling santai yang pernah dia kenal itu dengan gentle menghadiri pernikahannya. Pernikahan yang semestinya menjadi milik mereka.


Ameerah mengalihkan pandangan. Ferhat yang menyambutnya.


“Merhaba.”


“Merhaba!!” balas Ziyadh dengan cepat.


“Selamat menempuh hidup baru.”


“Mereka teman sekampusku.” Sambar Ameerah ketika Ferhat bigung karena tidak mengenal Ziyadh, Beelah, Adem dan Iskender tentu saja.

__ADS_1


__ADS_2