Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
GERCEGI SAYENDE GORDUM


__ADS_3

Pernyataan jujur Ferhat tersebut seolah menampar pemikiran Ameerah tentang pernikahan macam apa yang dia jalani.


Sebuah mobil tua kesayanggan Iskender itu melaju dengan kecepatan tinggi di jalan tol yang ukup sepi. Dia mengendarai dengan santai. Terlalu santai seperti dia menanggapi hubunggannya dengan Ameerah. Sampai hubungan itu kandas oleh pernikahan Ameerah dengan Ferhat.


Dia menangis tiba tiba. Meratapi nasib percintaannya hingga dia kehilangan kendali. Idak fokus dan akhirnya oleng ke kanan.


Mobilnya menambrak pembatas jalan, Sebuah kecelakaan hebat pun terjadi. Dia terluka parah.


Ada sepenggal Kayip Hafiza (memori yang hilang).


🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰


...GERCEGI SAYENDE GORDUM...


Sevgi menutup wajah sendunya dengan telapak tangan. Adem tidak mampu melihatnya. Dia sungguh malang. Mencinai seseorang yang tidak pernah mencintainya. Menyayangi seesorang yang tidak pernah membuka hati untuk nya. Dan yang lebih parahnya lagi, orang tersebut sedang bertarung dengan masa lalunya sendiri. Kepala Sevgi terasa berat, dia tidak dapat berfikir banyak.


“Dia akan segera mengingat semuanya. Semua yang pernah dia lupakan.”


Sudah satu jam lebih mereka berada di cafe yang tidak jauh dari Amsya Castel.


Adem sedang menceritakan apa yang dia lupakan.


10 tahun silam, sebuah kecelakaan menimpa Iskender. Dia terluka parah di bagian kepala dan mengalami cedera otak yang sangat hebat. Hal tersebut membuatnya amnesia atau lupa ingatan.


Tetapi hanya pada dua hal, yaitu hal sangat membahagiakan dan hal yang sangat menyakitkan. Dia Cuma lupa pada Ameerah, cinta pertamanya, Kekasihnya, teman sekampusnya. Karena memang Ameerah yang dapat melakukan hal hal itu.

__ADS_1


Mereka sudah berpacaran lama, namun Ameerah justru menikah dengan orang lain yang di jodohkan dengannya. Ferhat Sulaiman.


Hasil pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) mengidentikasi penyakit yang Iskender derita adalah Amnesia. Amnesia menyeluruh sekejap merupakan serangan lupa akan waktu, tempat dan orang yang terjadi secara mendadak dan berat.


Sevgi tidak ingin melihat Iskender tersiksa. Hidup dengan sebagian memori yang hilang. Iskender mungkin tidak tergangu sekarang. Tetapi ketika dia kembali mengingat semuanya nanti, dia telah melupakan seseorang. Dia pasti sangat merasa terpukul.


“Dimana dia sekarang?”


“DI suga.” Jawab Adem membuatnya menitikan air mata.


“Lalu suaminya?”


“Bersamanya.”


“Hah.”


Terdengar suara teriakan keras dari kamar Iskender. Adem langsung berlarian ke arahnya. Sementara Sevgi menunggu di dekat pintu, dia tidak berani menampakkan diri, atau lebih tepatnya dia tidak kuat melihat keadaan Iskender seperti itu.


Adem mendapati sahabatnya sedang mengacaukan seisi kamar. Dia sudah seperti orang depresi atau rustasi.


“Apa yang kamu lakukan, Berk.”


“ Aem, bagaimana bisa? Bagaimana bisa baru sekarang aku mengingatnya? 10 tahun, Adem. Dan kamu diam saja?”


“Be-berk.” Adem terbata.

__ADS_1


“Aku akan menemuinya. Aku harus bertemu dengannya.”


“Tunggu. Kamu belum boleh ke mana mana. Kesehatan mu...”


Belum selesai Adem berbicara, Iskender sudah memotongnya.


“Aku sudah ingat semuanya sekarang.”


“Tapi.”


Adem tidak bisa mencegah Iskender. Namun sevgi menghalanginya. Dia mencegat langkahnya. Iskender sangat terkejut. Dia tentu belum pernah menceritakan tentang Ameerah pada Sevgi. Tetapi baru saja dia menunjukkan betapa dia masih mencitai cinta pertamanya tersebut.


“Sevgi.”


“Tidak ada yang harus kamu temui”


“Aku harus menemui seseoranag.”


Iskender menerpa tubuh Sevgi. Dia kekeuh ingin pergi.


“’Dimana? Dimana kamu akan menemuinya? Di surga?”


kalimat terakhir Sevgi seketika menghentikan langkah kaki Iskender. Air matanya sudah hampir berkucuran. Iskender membalikkan badan. Mendekati Sevgi dan menatapnya dalam dalam.


“Apa maksud mu?”

__ADS_1


“Ameerah telah tiada.”


Tatapan Iskender datar. Kosong, sampai akhirnya air mata mengalir deras di kedua pipinya. Sevgi mengalihkan pandangan. Adem mengusap wajahnya. Terpukul.


__ADS_2