Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
Cappadocia


__ADS_3

      “Sevgi dapat mendengar jelas suara itu. Dia tidak percaya ada perempuan di dekat Iskender.


“Ki-kim?”


Iskender terdiam. Dia menatap Issabel yang memandangnya dengan mata jernih, polos dan memohon.


                “Hayir orada.”


                “Aku harus pergi sekarang.”


                Panggilan berakhir.


Sevgi tidak menyangka dengan sikap Iskender kali ini.


“Haydi (ayo) !” ajak Iskender sambil meraih tangan Issabel Mereka akan ke sebuah wilayah yang menjadi destinasi populer bagi para Traveler dunia, Cappadocia. Merupakan pemukiman dan bangunan tua dengan menara dan rumah rumah batu. Adem meminta Iskender untuk datang ke wilayahnya tersebut agar dia dapat berlibur. Terutama, agar supaya lebih dekat dengan Issabel.


 Untuk sampai ke Cappadocia dari Amsya dapat menggunakan bus . namun Iskender memilih membawa kendaraan pribadi tentu saja . mobil bergengsi kesayanggannya.


                “Apa yang akan kita lakukan disana?”


                “Menemui Amca Adem.”


                “Lalu?”


                “Lalu apa.”


               Issabel tidak berniat untuk menjawab. Amca Iskender sangat berbeda dengan Amca Ziyadh.


Benar benar berbeda. Amca Ziyadh selalu membuatnya gembira. Bermain sambil belajar, belajar sambil bermain,  jalan jalan , keliling tempat wisaata, sering berlibur, kerumah rumah saudara . Issabel suka memiliki teman teman batu atau mendapat hal hal baru dari tempat baru. Amca Iskender sangat kaku, tidak humoris dan kurang peka.


                “Apa kita akan jalan jalan?”


                Iskender mengangkat bahunya.


                “Amca.”

__ADS_1


      “Aku tidak membawa Rozana dan Amina.”


                “Tidak masalah.”


                “Tapi aku jadi tidak  bisa bermain.”


  “ Kamu bisa bermain dengan Amca Adem.”


                “Benarkah?”


                “Eveet.”


                Issabel merasa agak lega sekarang. Amca yang satu ini memang kurang menyenangkan, namun dia beruntung memiliki Amca baru ternyata sangat ramah dan selalu bisa menghiburnya.


 


Persembe


(kamis), Mart 2015


         07.30 (yedi bucuk), jam setengah tujuh.


       Mereka tiba di depan Emis en Raan cafe. Sebuah cafe yang menyajikan makanan khas Eurasian. Makanan Turki yang akan daging domba, ikan , sapi, ayam, terung, kacang, bawang putih, cumi, rempah rempah, daun sup dan paprika. Tak ketinggalan Raki Turki, yaitu minuman tradisional berakohol (susu macan).


    Adem keluar dari cafe tersebut , menyambut.


                “Berk.”


        Iskender turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Issabel yang lantas berlarian ke arah Amca Adem.


 “Merhaba, Issabel! Hosgeldiniz.”


 “Hos buduk ( jawaban untuk selamat datang ).”


        Gadis kecil itu langsung naik ke pelukan Adem, Iskender bahkan belum pernah melakukan itu. Dan dia cuek saja. Issabel sangat senang akan kehadiran Amca barunya. Adem seramah Ziyadh. Tetapi semuanya sama sama baik padanya. Iskender hanya seseorang dengan kepribadian yang seperti itu sejak lahir, Atau sebuah kejadian telah mengubahnya jadi berbeda. Karakter bisa berubah. Namun watak tidak.

__ADS_1


“Haydi! Masuk. Istirahat sebentar.”


        Dari luar cafe itu tampak kecil, sempit dan tradisional. Ternyata di dalam cukup besar, luas dan modern. Ada gambar film Troy dengan pemeran utama Brad Pitt. Film yag berdasarkan kisah nyata  ini memang benar terjadi dalam bara Turki. Juga quote dari Julius Caesar dengan kalimat andalannya, “Vini Vidi Vici” yang berarti “ Saya datang, saya lihat dan saya menang”, yang di ucapkannya ddi bagian Black Sea atau laut hitam Turki saat


Caesar mengalahkan Pontus


                Adem memberi Iskender sebotol Raki. Sementara Issabel segelas teh manis hangat dengan kebab tidak pedas.


      “Issabel pernah dengar kisah putri bisu?”


“Permah Teyze Beelah membacakan dogeng itu pertama kali pada ku.”


                “Oo.”


“Amca Iskender pernah membacakan dogeng apa untukmu?”


“Hayir orada.”


  Issabel melayangkan bibi manyunnya pada Iskender.


                Adem tertawa kacil. Mereka seperti pasangan Amca ddan Yegen (keponakan) yang tidak kompak, tetapi telihat serasi. Isskender tahu maksud Adem adalah untuk membuatnya mau melakukan itu (mendogeng) pada Issabel.


  “Amca, disini ada apa?” Haydi kita jalan jalan!.”


“Banyak, Amca akan mengajak mu berkeliling Cappadocia.”


                “Vay.”


                Issabel sangat antusias.


“Disini banyak tempat bermain, Kamu pasti sangat suka.”


                “Vay, aku sudah tidak sabar.”


                Iskender hanya melirik mereka bergantian . Dia senang Issabel mudah akrap dengan siapa saja.

__ADS_1


__ADS_2