Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
SIAPA ISSABEL??


__ADS_3

Adem curiga kalau Sevgi tidak tahu issabel sakit, dan Iskander tengah menemaninya. Perempuan itu mungkin mencari Iskender di hotel.


“Bisa kita bicara? Temui aku sebentar di Uner Hotel.”


Benar saja. Adem tidak punya alasan untuk menolaknya.


“Tamam.”


“Aku tunggu.”


Tak berapa lama Adem tiba. Dia memarkir mobilnya lalu berjalan menuju cafe di balkon hotel. Sevgi sendiri berdiri menyambut.


“Hosgeldiniz, Adem!”


“Hos bulduk. Nasilsin, Sevgi?”


Mereka lalu duduk berhadapan.


“Aku terlihat baik baik saja dari luar.”


“Ada apa?”


“Siapa Issabel sebenarnya?”


Adem langsung salah tingkah. Walaupun dia sudah menembak inti dari pertemuan ini. Sevgi agaknya tahubenar pada siapa dirinya harus menemukan jawaban tentang kegelisahannya terhadap asal usul Issabel.


Suasana mendadak jadi tegang.


“Dia anak yang Ziyadh dan Beelah adopsi.”


“Mengapa mereka menitipkannya pada Iskender? Bukan pada mu atau yang lain saja.


”Mereka mempercayai Iskender.”


“itu artinya mereka tidak mempercayai mu?”


“Bukan begitu, Sevgi.”


“Lalu bagaimana?”


Raut wajah Sevgi benar benar gelisah. Perempuan itu butuh jawaban yang jelas dan lugas. Tidak bertele tele. Adem seperti mengulur jawaban yang sesungguhnya. Disatu sisi Sevgi takut mengetahui kenyataan bahwa dungaannya tentang hubungan Issabel dengan Iskender benar. Disisi lain dia beharap Issabel memang bukan siapa siapa dalam hidup Iskender.


"Sevgi, dengar!!”

__ADS_1


Adem menegaskan perkataannya.


“Apa yang sebenarnya kamu khawatirkan tentang Issabel? Kamu terlalu berlebihan. Sikap kamu ini bisa membuat iskender merasa tidak nyaman.”


“Kami sudah putus.”


“N-ne?”


“Kami sudah selesai.”


“Lalu mengapa kamu masih memperdulikannya?”


“Jangan mengalihkan pembicaraan.”


Adem kalah darinya.


“Dari mana aysel berasal? Siapa orang tuanya? Aku ingin tahu semuanya.”


“Untuk apa lagi? Kamu bilang hubunggan mu dengan Iskender sudah berakhir.”


“Aku tidak tahu. Anak itu begitu mengusik pikiranku.”


“Dia sedang sakit sekarang. Lusa Ziyadh dan Beelah kembali dari Paris. Mereka akan segera menjemputnya. Lalu kamu bisa tenang bukan?”


Belum selesai Sevgi berbicara, Adem langsung memotongnya.


“Iskender membutuhkan ku aku harus pergi. Hoscakal Sevgi.”


Adem meninggalkannya tanpa jawaban atas pertanyaan dasarnya.


Sevgi sudah menerkan nerka di awal. Adem tidak akan membuatnya merasa sedikit lega. Laki laki itu justru memastikan padanya kalau Issabel lebih penting dari apa pun.


************************************************


...Cuma ( Jumat ) yang berkah....


Issabel tertidur setelah minum obat. Terdengar suara nafas berat dari hidungnya yang yang mampet sebelah. Isskender tidak tega melihatnya. Gadis kecil itu kasihan sekali. Dia tidak bisa melakukan banyak hal untuknya. Dia menelepon Adem sepulang dari rumah sakit. Meminta Amca tersebut membantunya. Issabel akan terhibur dan tidak akan merasakan kesepian atau bosan.


“My Master , Berk!”


Adem menyapa ketika dia memasuki dalam castel Iskender. Seperti rumahnya sendiri.


“Hosgeldiniz, Adem.”

__ADS_1


“Bagaimana keadaan sekarang?”


“Demamnya masih sangat tinggi, hidung nya mampet sebelah dan batuknya masih belum merda.”


“Sejak kapan dia tertidur?”


“Setelah minum obat tadi.”


“Tamam.”


“Duduklah! Aku akan membuatkan mu teh.”


Adem duduk di sofa. Dia melihat sebuah bingkai dengan foto Iskender dan Issabel. Lyaknya Baba dan kiz.


Lalu dia teringat soal pertanyaan petanyaan Sevgi yang mudah namun rumit untuk di jawab, Wajar bila perempuan itu memiliki kecurigaan atau kekhawatiran terhadap kemunculan Issabel dalam Iskender yang terkesan begitu tiba tiba. Tetapi Sevgi berlebihan.


Dia seharusnya bisa sedikit agak tenang dan akan menemukan jawabannya pelan pelan, tanpa perlu kehilangan simpati dari orang yang di cintainya.


“Ku dengar kamu putus dengan Sevgi. Mengapa?”


“Kamu yakin itu alesannya?”


“Kurasa begitu.”


Iskender memberikan Adem secangkir teh manis hangat.


“Kamu harus bicara dengannya, Berk.”


“Nanti setelah Ziyadh mengambil Issabel pulang.”


Issabel sudah terbangun sejak beberapa menit yang lalu. Namun anak itu pura pura masih tertidur. Dia sengaja ingin mendengarkan pembicaran kedua Amca nya. Kalimat terakhir Iskender membuatnya sedih.


“Amca,,,,,Amca.”


Iskender dan Adem langsung mendekatinya.


“Merhaba, Issabel.”


“Merhaba, Amca Adem.”


“Kamu sudah bangun. Issabel bagaimana keadaan mu?”


“Kepala ku pusing, Aku ingin minum susu cokelat hangat.”

__ADS_1


“Tamam, Amca akan buatkan untukmu.”


__ADS_2