Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
BIR AN BIR HISKI


__ADS_3

BIR AN BIR HISKI


            Uhuk...Uhuk...Haciuhh.......


Iskende yang sedang menyiapkan dokumen dokumen penting untuk dibawanya ke Uner Hotel langsung sigap mendekati Issabel yang terbatuk dan bersin bersin. Anak itu belum menyantap makanannya, tidak nafsu


makan.


                “Apa yang terjadi?”


                dia menyentuh dahi dan leher Issabel. Wajah Issabel memucat, bibirnya kering, bina matanya meredup. Dia panik bukan main.


                “Baadan mu panas sekali.”


                Lalu dia mengambil mantel besar dan tebal berbulu kemudian meletakkannya ke badan


Issabel.


                “Kita ke dokter sekarang.”


                Dia menggendong gadis kecil itu, kemudian berjalan tegesa gesa.


Mobil bergengsi kesayanggannya melaju dengan kecepatan tinggi, namun tetap berhati hati demi keselamatan Issabel.


Setibanya dirumah sakit yang tidak jauh dari tersakan River, Isabel segera di tangani oleh seorang dokter dan beberapa suster. Iskender sangat cemas seolah dia tidak ingin meninggalkan Issabel sedetik pun.


                “Baagaimana keadaannya, Dokter?”


                Issabel masih tampak tenang, tidak rewel atau manja.


                “Tidak begitu buruk. Demam, batuk dan flu bersamaan. Habiskan obatnnya dengan teratur,


banyak minum ai putih, jaga pola makan dan jangan izinkan Issabel jajan yang


sembarangan.” Jelas dokter cantik berusia 50 tahun itu.


                “Tamam, Dokter.”


                “Beri Issabel perhatian yang ekstra, efendim.”


                “Tamam, Tesekkur ederim, Dokter.”

__ADS_1


Iskender menuntun Issabel untuk keluar ruanggan.


“Issabel pasti menuruni sifat Anda ya, efendim. Dia anak yang sangat tenang.”


Pernyataan Dokter barusan seolah mengira bahwa Iskender dan Issabel adalah Baba dan Kiz.


Ada senyum yang melengkung di wajah issabel. Sedangkan Iskender Tampak tidak nyaman.


“Apa yang kamu fikirkan?”


“Hayir Orada.”


“Jangan bohong.”


“Hayir, Amca.”


“Aku masih 20 tahun bagaimana bisa anak ku sebesar dirimu ? wajah kita bahkan


tidak mirip.”


Joke yang dilemparkan Iskender membuat Issabel tertawa sambil menutup mulut.


“Oo, kamu ingin memperhatikan kartu identitasku pada mu? Aku lebih muda bebarapa tahun


darinya.”


Lagi, Issabel tertawa terbahak bahak sampai batuknya kambuh. Iskender memberinya air mineral setelah


mereka masuk ke dalam mobil.


 


Sevgi datang ke Uner Hotel layaknya calon Istri dari pewaris tunggal hotel tersebut. Dia mengenakan pakaian yang eksentrik. Membuat seluruh karyawan menatapnya sambil saling berbisik. Tanpa melapor pada


resepsionis terlebih dahulu, dia langsung bejalan menuju ruanggan pribadi


Iskender.


                “Iyi gunler (Selamat siang), Canim.”


                Sapaannya tidak ada yang jawab. Sevgi lantas masuk begitu saja melirik kesana kemari

__ADS_1


mencari sosok yang masih di cintainya sampai waktu yang tidak di tentukan.


                “Kemana laki laki itu?”


                Dia keluar dan berpapasan dengan Eren


                “Kebetulan. Eren, aku ingin bertanya, kemana Iskender? Apa dia tidak datang hari ini?”


Sejak awal Eren tidak suka dengan Sevgi menurutnya, perempuan itu tidak pantas untuk Iskender. Namun dia tidak menunjukkannya. Dia masih menghargai dan menghormati Sevgi sebagai sesama manusia.


                “Evet, Nona Sevgi. Beliau izin, ada keponakannya yang sedang sakit.”


                “Yegen?”


                Eren mengganguk.


                “Oo, Tesekku ederim, Eren.”


                “Hos bulduk.”


                “kemudian Eren pegi.”


                Lalu Sevgi menelepon Adam dari ponselnya. Sahabat Iskender tersebut menerima


panggilan Sevgi sambil menyetir.


                “Merhaba, Sevgi!”


                “Merhaba, Adem.”


                “Ada apa?”


                “Dimana kamu sekarang?”


                “Aku sedang di perjalanan menuju castle Iskender.”


Sevgi yakin Adem pasti ingin menjengguk Issabel. Gadis kecil itu telah menyita waktu serta perhatian banyak orang. Dia benar benar penasaran.


                Adem curiga kalau Sevgi tidak tahu issabel sakit, dan Iskander tengah menemaninya.


Perempuan itu mungkin mencari Iskender di hotel.

__ADS_1


__ADS_2