
“Apa yang kamu fikirkan Issabel?”
tanya Beelah sambil memberikannya segelas susu coklat hangat.”
“kapan kita menemui Amca Iskender lagi, Teyze.”
“Dia yang akan menemui sayang.”
“Oo, kapan.”
“Besok.”
“Benar, Amca?”
“Evet.”
“Besok adalah hari ulang tahun mu yang ke 6 kita akan merayakan.”
“Asyiik !!”
Issabel sangat antusias.
Perempuan itu datang lagi ke mimpi Iskender. Kali ini semuanya terasa lebih nyata. Dia dan Iskender menghabiskan waktu berdua. Iskender membelikannya aprikot kering, seikat bunga tulip unggu, permen lolipop, foto berdua dengan ponsel, saling berpelukan dan yang terakhir perempuan itu mengatakan
“Hasret bize uymamis (nostalgia yang tidak sesuai untuk kita)”.
Ketika Iskender terbangun dia sudah di atas ranjang. Ada seseorang dokter, suster, dan Adem di sekitarnya.
“Berk.”
“Adem, kapan kamu datang? Mengapa ada dokter dan suster disini?”
“Aku akan menceritakannya setelah dokter memeriksa mu.”
Sang dokter lekas melakukan pemeriksaan pada Iskender di bantuoleh suster. Dia hanya bisa pasrah. Badannya memang terasa sangat lemas dan dia benar benar lemah sekarang.
__ADS_1
“Kenanggan yang hilang itu,
"satu per satu akan kamu temukan.” Adem berkata dalam hati.
Dia telah mempersiapkan mentalnya sejak lama.jadi, jika ingatan Iskender kembali, dia tidak akan kebingungan lagi.
Setiap orang memiliki jalan idupnya masing masing. Kenanggannya adalah miliknya. Adem hanya termasuk dalam momen dari kenangannya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
...KAYIP HAFIZA...
Belasan tahun silam.
Di Izmir University of Economis.
Hari itu untuk pertama kalinya Ameerah Husnah tidak masuk kuliah. Iskender mencarinya keluruh sudut yang dimiliki kampus tersebut.
Dia juda menanyakannya pada teman teman sekelasnya. Bahkan dia bertanya pada professor yang paling mengenalnya dengan baik. Namun nihil, Iskender tetap tidak menemukan Ameerah.
Ayahnya yang seorang pengusaha di duga terlibat dalam kasus suap salah satu pemimpin dewan perwakilan negeri ini. Jelas, orang tua Ameerah melarang putri berhubungan dengan Iskender.
Tiba di depan sebuah rumah sederhana di belakang pusat pertokoan paling bergengsi di Izmir, kaki Iskender mulai kaku. Seluruh tubuhnya seolah sulit di gerakan. Dia benar benar gugup untuk mengetuk pintu berwarrna putih.
Beberapa menit kemudian pintu itu terbuka. Dia beruntung Ameerah yang muncul.
“Iskender.”
Ameerah terkejut .
“Bagaimana mungkin kamu kesini?”
“Ada apa? Mengapa kamu tidak masuk kuliah hari ini?”
Ameerah menarik tangannya ,
__ADS_1
membawanya sedikit menjauh dari rumah.
Mereka berhenti di balik sebuah pohon yang besar yang Ameerah rasa siapapun tidak akan dapat melihat mereka .
“Aku sedang tidak enak badan.”
Iskender lantas memegang keningnya, lengannya. Dia mengerutkan dahi .
“ Badan mu tidak panas.”
Ameerah bigung harus mengatakan apalagi pada kekasihnya itu. Dia tidak bisa berbohong pada siapa pun terlebih pada Iskender.
Mereka berpacaran sejak lama, sejak pertama hari masuk kuliah. Mereka bahkan di juluki Couple of the years di kampus karena mereka sangat serasi, harmonis dan membuat semua orang iri.
“Iskender.”
“Evet.”
“Aku akan segera menikah.”
“Tapi kita masih kuliah?”
“Bukan denganmu.”
Iskender memicingkan mata.
“N-ne?”
“Aku sudah keluar dari kampus.”
“Tapi apa maksud mu bukan dengan ku?”
“Aku akan menikah, dengan orang lain.”
“Ameerah, tolong jangan bercanda sekarang.”
__ADS_1
“Aku tidak bercanda, Iskender.”