Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
Hari Pertama Bersama Amca


__ADS_3

                “Amca tidak tahu diri. Issabel masih anak anak.


Langkah kaki nya berbeda dengan langkah kaki orang dewasa. Membuat kening


Issabel mengkerut dan bibirnya manyun.


                “Aku masih anak kecil, Amca.”


                “Jangan melangkah besar besar.”


                “Tanam, tanam.”


Di sepanjang perjalanan,


Iskender memikirkan tentang makanan dan minuman unutk Issabel. Gadis kecil


seperti dirinya mungkin memiliki kiteria khusus. Bisa saja dia mempunyai alergi


pada makanan tertentu. atau dia temasuk anak yang susah makan, ddan semacamnya.


                “Apa yang kamu suka Moussaka?”


             Makanan tiga lapis khas Yunani yang berasal dari Turki .Lapisan bawah terdiri dari irisan terong yang ditumis dengan minyak


zaitun. Lapisan kedua adalah daging cincang (biasanya daging domba ) yang dimasak dengan bawang merah, bawang putih, tomat cincang dan rempah rempah


(kayu manis dan lada hitam). Lapisan ketiga atau terakhir adalah saus bechamel


atau egg custard. Tiap lapisan dimasak masing masing kemudian di panggang


bersamaan hingga bagian atas adonan matan kecoklatan .


                Perpaduan tekstur yang lembut dan rasa khas dari terong bersama daging, begitu menggugah selera dengan rasa yang cenderung oriental. Ada rasa  masam dari tomat, sedikit manis dari terong muda dan gurih dari keju. Secara tampilan, Moussaka


bentuknya hampir menyerupai Skotel (Makaroni panggang).


“Aku suka Iskender Doner.”


                Makanan yang sangat tekenal di dunia yang berasal dari Bursa,kebab.


Kebab disajikan dengan Yogurth, saus tomat dan mentega. Kebab Iskender diberi nama sesuai nama penemunya Iskender Efendi pada tahun 1867. Dia terinsipirasi dari CAG kebab dan mengubahnya dari horisontal ke vertikal.


                “Vay (Woow), kamu suka itu ya.”


                Iskender mencubit kedua pipi Issabel dengan penuh gemas, Lalu mengacak acak rambutnya.


                “Apa kamu sedang meledeku?”


                “Hayir(tidak).”


Amca akhirnya menggandeng tangan Issabel. Gadis kecil itu pun tersenyum.


           “Nanti kita oglen yemegi (makan siang) dengan Moussaka ya?”


        “Iskender doner .Aku suka Iskender doner.”

__ADS_1


                “Tanam,,tanam,,,tanam, kamu meledekku.”


                “’Soyadiniz ne (Apa nama belakang mu), Amca?”


                “Berk.”


                “Oooo.”


                “Kamu?”


                “Xaviera Alara”


                “Apa artinya?”


   Issabel mengangkat bahu. Iskender tersenyum simpul


                Dalam bahasa Turki, Issabel berarti Seperti Bulan. terang. Dan Alara Seperti Peri air


             Setengah jam kemudian mereka tiba di sebuah Hotel yang bergaya  Eurasian ( Eropa Asia). Dimana seluruh staff  bisa berbahasa inggris dan semua kamar menawarkan pemandangan sengai juga Rock Tombs Of The Kings Pontic. Lokasinya sangat mengagumkan. Dekat dengan Supermarket , pasar, danau dan pegunuggan.


“Gunaydin efendim (selamat pagi,pak)!”


               Dua orang resepsionis menyapa dengan serentak. Mereka. dan karyawan karyawan di sekitar memandang kepada Issabel.


                “Gunaydin.”


Salah seorang dari mereka bahkan melambai lambaikan tangannya ke arah Issabel.


Iskender membawa Issabel ke sebuah ruanggan yang sangat Private dan


            “Hosgeldiniz Icinde (Selamat Daang di) Amasya, Hosgeldiniz Icinde Uner Hotel, Issabbel,”


Gadis kecil itu tidak menanggapi gaya penyambutan yang memalukan dengan ekspresi sok menghiburnya.


Dia diam saja karena merasa agak aneh. Suara jam dinding sampai bisa terdengar.


Iskender jadi salah tingkah.


                “Amca.”


                “Evet.”


             “Apa yang akan Amca lakukan hari ini?”


                “Banyak.”


                “Kamu bbisa bebas bermain disini. Jangan keluar dari ruangan ini, ddan jika ingin sesuatu, kamu bisa, menekan tombol ini pada


telepon.”


Pernyataan Iskender tidak membuat Issabel tidak Antusias.


Berjam jam laki laki yang pernah kehilangan cinta pertama itu meniggalkan Issabel


sendirian. Issabel membuka mantel bulunya. Dia terlihat kurus dengan t-shirt

__ADS_1


polos tanpa lengan kesayangannya. Lalu dia mencoba membuka Efes namun tidak bisa


“Cok


susadim (aku sangat haus).”


Issabel melihat telepon diatas meja, kemudian menekan tombol yang tadi Amca tunjuk.


“Gunaydin, dengan eren, ben orada yardimci olabili (ada yang bisa saya bantu)?”


“Amca Iskender, susadim


(aku haus).”


“N-ne?” Eren resepsionis


yang mengangkat panggilan Issabel kebigungan.


“Susadim, aku ingin


minum teh manis hangat yang banyak sekali.”


“Ta-tamam.”


“Sana yardim


edebilecegim baska bir konu varmi (ada lagi yang bisa saya bantu untuk kamu)?”


Tutt.... Tutt....


Telepon ditutup


“Kim (siapa)?” tanya Gizem, rekan kerja Eren.


“Kucuk Cocuk (anak kecil) yang bersama Effendim Iskender tadi pagi.”


“Bagaimana dia bisa menelepon?”


“Bilmiyorum (tidak tahu).”


“Siapa dia sebenarnya?”


“Apa mungkin itu anaknya?”


“Efendim Iskender evlenmemis (belum menikah).”


“Semua orang tidak tahu itu, lalu siapa?”


Gizem mengangkat bahunya.


Neredeyse saat 6 (alti) hampir jam 6 sore....


Iskendeer masuk ke ruangannya. Dia shok melihat Issabel yang tertidur di sofa dengan beberapa cangkir teh dan Asure yang sudah


habis tegeletak di lantai. Dia mearasa kasihan. Issabel seperti terlantar.

__ADS_1


                “Maafkan Amca.”


__ADS_2