
Sebuah cafe yang berjarak sekitar 0,1 km dari Uner Hotel.
Iskender dan Issabel
oglen yemegi bersama. Layaknya sepasang kekasih yang sedang berkencan. Namun
kali ini, Iskender Berk bukan dengan Sevgi Yagmur.
Seorang pelayan datang membawakan pesanan Issabel
tampak sangat bersemangat.
“Vay, Iskender Doner , Iskender Doner.”
“Oo, kamu benar benar menyukainya ya?”
“Evet, Iskender Berk.”
Issabel menutup mulutnya dengan tangan kanan.
“Amca Iskender Berk.”
“Tamam,
kalau begitu kita makan sekarang.”
Issabel mengamati
pesanan mereka.
Selain Iskender Berk, ada juga Domates ( sup tomat ), Pide (roti yang luas, bulat dan latar yang terbuat dari tepung terigu), Piyaz (kacang putih atau salad kentang dengan bawang merah dan cuka), haslama(domba rebus dengan sayuran dan jus lemon), Tavuk gogsu (gaya pudding susu Turki dengan dada ayam), Boza (minuman dingin tradisional yang berasal dari Asia Tengah), Soda (Air mineral), dan Cay (Teh Turki).
Dia menyadari sesuatu yang kurang dari makanan sebanyak ini.
“Amca kamu bilang ingin
oglen yemegi denganMoussaka. Kamu tidak memesannya?”
“Hayir.”
Gadis
kecil itu tediam ,berfikir
“Apa
__ADS_1
kita akan memakan semuanya?”
“Hhayirr,
kamu yang akan menghabiskannya.”
“Haa...., Amca mau menyiksa ku?”
“Kamu harus makan yang banyak. Agar kamu cepat besar.”
“Tapi aku masih anak kecil. Aku makan sedikit.”
“Tamam, kalo begitu sisanya untuk Amca Ziyadh dan Teyze Beelah.”
“Haa.” Issabel mengusap wajahnya.
Iskender senang meledek anak itu.
Saat 7 (yedi) askam, jam tujuh malam
Sebuah kisah tentang Cleopatra Julius Caesar dan Mark
Anthony terpampang jelas dari sebuah artikel di layar komputer ruang kerja iskender. Amca tersebut lagi ke toilet. Issabbel duduk manis di kursi yang dapat berputar. Dia belum bisa membaca dan menulis. Namun dia terus menatap huruf hurufitu. Seolah dia sedang berusaha memahaminya.
Ada sebuah pulau di Barat Daya Turki yang bernama Cleopatra. Mark Anthony yang memberikannya untuk cleo. Kisah mereka pun sangat terkenal di negara yang menempati peringkat ke-6 sebagai tujuan wisata ini.
“Be-berk?”
Laki laki berkepala botak itu kebinggungan dengan pintu yang terbuka tanpa ada orang dibaliknya.
“Hosgeldiniz.”
Sapaan Issabel menyadarkannya.
“Adem.”
Tiba tiba Iskender memanggilnya setelah keluar daritoilet. Dia tidak tahu yang datang aadalah temannya dari Cappadocia tersebut . mereka sudah membua janji sebelumnya.
“My Master, Berk! Tadi aku sempat bingung mengapa pintunya terbuka sendiri. Ternyata gadis kecil ini.”
My Master biasa digunakan sebagai pengganti kata Merhaba (halo)
“Namanya Issabel.”
“Oo,,Merhaba,Issabel.”
__ADS_1
Adem membungkuk untuk sejajar dengan Issabel
“Berapa Usiamu?”
“Alti yil (enam tahun).”
“Oo,,lucunya.”
Lalu Iskender mengajak Adem bebincang di sofa. Sementara Issabel berrmain dengan laptop. Ziyadh dan
Beelah benar benar merawatnya. Dia diberi pengetahuan, pendidikan, kasih sayang
dan waktu untuk bersenang senang. Tidak tampak dari wajahnya kalau dia adalah
gadis kecil yang kehilangan ebeveyn (orang tua).
Ada sesuatu yang adem rasakan tentang Issabel dan Iskender. Namun dia tidak tahu itu apa. Dia hanya melihat dari sorot mata temannya. Kesendirian, kesepian yang selama ini menyelimuti hati Iskander kini seperti lenyap secara perlahan. Mungkin kehadiran issabel adalah alasan.
“ziyadh dan Beelah beruntung telah memilih Issabel untuk mereka adopsi.”
“Evet.”
“Anak yang pintar, tenag dan cantik.”
“kata Ziyadh ,dia mirip ibunya.”
“Oo.”
“Bagaimana dengan ayahnya?”
“Single father yang luar biasa. Pengusaha Property di Konya. Katanya cukup terkenal di bidangnya.”
“Oo, Siapa namanya?”
“Bilmiyorum.”
Ziyadh hanya bercerita sedikit tentang identitas
Issabel. Iskender jugga bukan tipe laki laki detail atau rumit. Dia sangat simple, bahkan muda baginya melakukan sesuatu untuk teman baiknya.
Adem ikut bersama Iskender dan Issabel pulang ke castel. Issabel senang ada Amca Adem.
Tetapi dia sebal karna Amcca Iskender jarang sekali inisiatif untuk menuntunya.
Dia selalu seperti melepas Issabel, membiarkan Issabel tidak terikat atau
__ADS_1
semacamnya. Padahal Issabel sangat suka bila tangannya digandeng. Dia akan merasa
tidak diabaikan . Namun fikiran setiap orang berbeda. Sikap Amca Ziyadh dan Amca Iskender padanya pun berbeda.