
“Berpura puralah bahagia hari ini demi Issabel. Jangan merusak suasana ulang tahunnya.” Adem memohon.
Dia konsentrasi menyetir. Disampingnya Iskender masih berduka. Seluruh fikirannya dikuasai oleh ingatan tentang Ameerah.
Sementara di belakang, Sevgi melamun ke arah jalanan. Perempuan itu sedang berusaha menerima nasibnya.
Beberapa jam kemudian mereka tiba di Istanbul. Tepatnya di kawasan Elit Ziyadh dan Beelah tinggal. Diluar tampak sepi, seperti tidak ada perayaan apa pun. Namun ketika mereka masuk, suasana ceria begitu ketara.
Mereka datang pass disaat Issabel akan mengucapkan permohonan , tiup lilinnya lalu potong kue.
“Issabel, Haydi buat permohonan sebelum kamu menium lilinnya.”
“Evet, Teyze. Issabel ingin baba Ferhat dan Anne Ameerah bahagia di surga. Aamiin.”
Issabel kemudian meniup illinnya berangka 6 di atas kue ulang tahun berbentuk Cheery miliknya.
Teman teman seusia Issabel yang hadir memberikan tepuk tangan gemuruh. Mereka adalah anak anak di sekitar rumah ini. Orang tua mereka merupakan tetangga Ziyadh dan Beelah.
__ADS_1
Mendenga permohonan Issabel tersebut, Iskender dan Sevgi tercegang. Seketika mereka meneteskan air mata. Issabel yang datang tiba tiba ke hidup Iskender, Issabel yang kemunculannya begitu mengusik hidup Sevgi. Dia adalah bayanggan diri dari Ferhat dan Ameerah, Ziyadh dan Beelah dan Adem sangat rapi menyusun segalanya.
“Amca Iskender.” Panggil Issabel saat dia melihat Iskender di dekat pintu.
Anak itu gembira sekali. Dia berlarian kecil ke arah Iskender, kemudian memeluk kaki Amca Iskender. Tak berapa lama Issabel melirik keberadaan Sevgi. Dia berpindah ke sisi Teyze itu. Sevgi memeluknya dengan erat. Sangat erat sampai Issabel tidak dapat memutar kepalanya untuk menoleh ke Iskender.
“Selamat Ulang Tahun, Issabel.”
Semua yang ada di ruanggan itu teharu. Sebagian besar tentu tidak tahu apa yang sebenarnnya terjadi. Ziyadh merangkul Beelah. Mereka mengacungkan jempol kepada Adem.
Sevgi melepaskan pelukannya sambil menyeka air mata. Dia berdiri lagi. Issabel meraih tangannya dan tangan Iskender.
“Sekarang Amca Iskender dan Teyze Sevgi sudah baikan.”
Sontak yang menyadari pernyataan Issabel tersebut langsung tersenyum. Sevgi jadi malu. Iskender mengucek ucek rambut anak itu.,
🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙
__ADS_1
“Boleh aku bilang kita putus sekali lagi?”
“Kali ini aku iklaas Iskender.”
Iskender tertawa kecil. Mereka berbicara di teras rumah Ziyadh dan Beelah. Dengan suasana yang romantis, di hadapan mereka berjejer bunga bunga yang cantik, burung burung berterbangan dan sunyi. Yang lain entah kemana. Seperti mengerti bahwa mereka perlu waktu berdua.
“Semuanya sudah jelas. Kamu masih yakin mau kita putus.”
Sebenarnya ada kesakitan dari luka baru di dinding hati Iskender. Tentang kenyataan kalau Ameerah telah tiada. Tentang Ferhat yang juga tiada menyusulnya. Dan Issabel yang ternyata adalah buah cinta mereka. Issabel kini menjadi cinta pertama kedua dalam hidup Iskender. Dia seperti peri kecil. Sayap sayapnya warisan Ferhat dan Ameerah.
“Aku mau kita putus dan aku mau dengar kalau kamu mau kita balikan.”
Sikap dan sifat Sevgi kembali seperti semula. Saat dahulu dia yang agresif, menyebalkan, lucu, tidak ambil pusing dan mudah mengalah. Sejak kemunculan Issabel pertama kali memang Sevgi mulai berubah. Jadi sensitif, sulit di ajak kompromi, terlalu berlebihan dan suka hilang kendali. Sekarang Iskender cukup bersyukur. Ada ruang yang sudah dia sediakan untuk Sevgi di hatinya. Meski sempit, setidaknya perempuan itu memiliki tempat.
Ini baru permulaan.
“Gercegi sayende gordum ( aku melihat kenyataan karena mu), Issabel.”
__ADS_1
Sevgi berkata dalam hati.