
“Oo, tesekkur ederim.”
“Kamu cantik sekali, Ameerah.”
“Kamu juga, Beelah.”
“Oo, Ferhat. Kudengar Ayah mu seorang kontraktor terkenal di Konya.”
Adem berusaha mencuri perhatian Ferhat dan mengajaknya bicara
“Bagaimana kamu tahu.”
“Ameerah memberi tahu ku.”
Ziyadh dan Beelah pergi ke meja makan. Adem berhasil membawa Ferhat dan mengajaknya bicara.
“Bagaimana kamu tahu.”
Ameerah memberi tahu ku.”
Ziyadh dan Beelah pergi ke meja makan. Adem berhasil membawa Ferhat menjauh dari mereka. Istrinya itu di biarkan tetap bersama Iskender. Mereka tampak sangat bodoh, tidak punya perasaan. Mereka bahkan belum ada kata putus. Tetapi Ameerah sudah menikah dengan orang lain.
Hubungan macam apa yang mereka punya. Hati macam apa yang mereka miiliki.
“Apa aku memalukan?” tanya Iskender yang memulai percakapan.
“Tidak di undang tetapi aku datang.”
“Neden?”
“Ini bukan pernikahan teman kampus biasa bagi mu.”
__ADS_1
“Oo.”
“Kamu harus pergi sekarang.”
“Tidak mau.”
“Sejak kapan kamu menjadi keras kepala?”
“Sejak kamu menghianati ku."
Deg !!!
Ameerah mati kata. Dia berharap ini hanya mimpi. Namun dia masih dapat merasakan dengan jelas betapa jantungnya berdetak. Seperti langkah kaki kuda yang mau perang.
************************************************
Sebuah surat yang di tulis oleh Ameerah di selembar tissue. Dia menyelipkan itu ke tangan Iskender ketika mereka sempat berfoto berenam.
^^^Terlalu banyak kenanggan indah yang kita miliki.^^^
^^^Terlalu banyak sampai aku tidak bisa lagi menyimpannya.^^^
^^^Mari kita lupakan kenangan indah kita^^^
^^^Dari Ameerah.^^^
Iskender membacanya dengan geram, saat di perjalanan pulang dari Konya ke Amasya. Setelah itu dia langsung merobek robek tissue tersebut sampai halus. Lalu membuangnya ke udara. Tiga kalimat yang menyimpulkan bahwa Ameerah memintanya untuk melupakan segala yang pernah mereka lewati bersama.
Tragedi kemarin telah berhasil dia lalui. Adem memberinya nilai 8 dari 10. Baginya Iskender kurang di dua hal. Pertama, Penampilan. Kedua, Ketampanan. Dia memang mengakui bahwa Ferhat lebih keren dan kaya dari pada Iskender. Namun sahabat, membela sahabatnya sampai kapan pun. Salah atau benar, seorang sahabat harus mengawal sahabatnya.
“Lumayan keren, berhati baja.”
__ADS_1
“Ini belum berakhir, Adem.”
“Iskender selalu kuat. Evet?”
Mereka bertiga memang sumber mencari masalah. Selalu memancing ketahanan Iskender. Mereka ingin lihat, seberapa hebat Iskender untuk bisa tegar.
“Bangga punya Berk !”
“Alasannya.”
“Tangguh !” jawab Beelah tidak asal.
Dia menyaksikan sendiri betapa maskulinnya seorang Iskender datang kepernikahan Ameerah. Meskipun butuh berjam jam mereka membujuknya. Setidaknya laki laki itu hadir juga ke pesta itu tanpa helmet, tanpa masker, tanpa baju anti peluru. Iskender sangat pemberani. Atau lebih tepatnya di berani beranikan.
“Benar sekali.”
Adem kembali merapikan meja belajarnya. Ziyadh masih asik membaca koran harian. Beelah menonton opra sabun di televisi. Dia dan Ziyadh sudah meninkah namun masih berasa masih pacaran. Seenaknya datang dan pergi dari rumah sewaan ini. Sering membuat kekacauan seperti suka membangunkan orang tidur, bikin makanan Eurasian yang akhirnya gagal, atau tak jarang mengomentari gaya ruangan mereka yang memang senang melihat rumah berantakan.
Beelah beruntung Ziyadh sedikit lebih rapi dari mereka.
Iskender tampak fokus menatap layar ponselnya. Sambil tiduran di ranjang. Dia membuka foto foto lama yang masih tersimpan di memori ponsel. Dimana berisi foto foto dirinya dan Ameerah.
...Foto jaman dahulu yang pertama...
Terlihat Iskender merangkul Ameerah yang memangku seikat bunga tulip ungu di tangannya. Foto itu di ambil disaat setelah momen Iskender menyatakan cinta pada Ameerah. Tepat di depan kelas Ameerah, sebelum kelas pertama dimulai. Iskender datang dengan percaya diri sembari membawa seikat bunga tulip tersebut pada Ameerah. Sontak sisi kelas geger dan penasaran dengan apa yang akan Iskender lakukan sebenarnya.
“Aku suka kamu Ameerah.”
Wajah Ameerah seketika itu juga. Ini pertama seseorang menyatakan perasaannya padanya di depan umum.
“Apa kamu ingin menjadi pacar ku.”
__ADS_1