Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
Hoscakalim [Sampai Jumpa]


__ADS_3

Kirilan kalp olunca kolay mi onarilmiyor


Can the heart that was broken be easily fixed?


Hice saydigin asksazaten su goturmuyor


Water won’t bring away the love that you don’t value


Yapboza bbenzedi halim olmuyo boyle


I’m like a scattered puzzle


En basa don deseler tekrar yanilir miyim?


If I were to start again, would I have made a mistake againt?


Yan yana gelmek mi?


Come lose again?


Sana asla bulasir miyim?


Why would I ever  get near you?


Yak yik ozur dile cikgel


You hurt, you ask for forgiveness, come and leave


O olmuyar oyle...


It doesn’t work likethat


Yasadim en guzeli en dibe de vurdum


I’ve been through the best, and I’ve  hit the bottom


Bozmadim hic kendimi


I didn’t scatter myself


Yuregim tozlu olan o yallon gecti


My heart went along those dusty roads


Bastan dibe vurmussan eger


If you hit the bottom from the very beginning

__ADS_1


Bi de kirilmissan eger


And if you’re broken at that


Hatali kim diye sorma o sensen eger


Don’t ask who’s at fault, If it’s you


     Tersebut lirik lagu Yapboz atau puzzle dinyanyikan oleh penyanyi berusia 34 tahun, Emre Kaya. Pemilik nama asli Gulkaya yang lahir di Ankara dan mendapat penghargaan Best Pop Male Artist of the year pada OKUSEV Award 2015.


        Lagu itu menemani langkah kaki Iskender berjalan menuju kamar. Di depan pintu tampak


seorang laki – laki sebaya dengan sadis kecil berumur sekitar 6 tahun berdiri menantinya. rindu pada teman seperjuanggan semasa kuliah kini berganti menjadi kesal bercampur kasihan.Namun dia tidak bisa menunjukkannya sekarang.


“Merhaba,cocuk!”


                    “Nerelisin?(dari mana kamu)?”


                    “Oo tamam (oke). Ini Issabel.”


Iskender memberi senyum paling ramah yang pernah dia punya. Sedangkan Issabel membalasnya dengan tatapan biasa saja.


“Issabel. Ayo salam pada Amca Iskender.” Ziyadh mengomando


“Merhaba, nasilsiniz?”


Gadis kecil berambut hitam tipis yang memiliki lesung di pipi kanan itu jadi sedikit malu.


          “Iyyim ( kabar ku baik )”


          “Sen cok guzelsin ( kamu sangat cantik).”


“Tesekkur ederim, Amca (terimakasih, paman).”


Ziyadh senang melihat Issabel dan Iskender bertemu untuk pertama kalinya.


Issabel anak yang tidak rewel, penurut dan sangat pintar. Ziyadh yakin dia akan cocok


dengan temannya itu, seorang pengusaha berusia 30 tahun yang menjadi calon pewaris sebuah hotel dengan pemandangan Yesilirmak River dan belum menikah.


Iskender sebenarnya menjadi incaran banyak wanita. Tetapi dia tertarik pada siapapun.


       Entah mengapa Sevgi menjadi pilihannya dan perempuan itu sangat beruntung. Meski semua orang sudah dapat mengira kalau dia tidak menyayangi Sevgi dengan tulus dari bahasa tubuhnya, namun hubungan mereka dapat bertahan lama dalam waktu setahun belakangan ini. Itu adalah bukti bahwa


Sevgi bisa membuat Iskender mempercayainya.


  “Aku dan Beelah Titip Issabbel”

__ADS_1


Iskender mengganguk. Sebernya keberatan.


Mendengar itu Issabel langsung menggenggam tangan Ziyadh


    “sana inaniyorum ( Aku percaya pada mu).”


“Evet (ya), tamam.”


   “Issabel.”


  “Amca sudah menjelaskannya pada mu. Amca dan Teyze (bibi) Beelah akan menjemput mu setelah kami kembali. Hanya dua minggu. Buatlah Amca Iskender menyukai mu.


Anladin mi? (apakah kamu mengerti )?”


 Issabel hanya mengedipkan mata.Pertanda. bahwa dia sudah mengerti.


   “ Peluk Amca!!”


Mereka berpelukan selama beberapa detik. Membuat Iskender terharu dan perasaannya jadi makin campur aduk. Ziyadh kelihatan berat meninggalkan Issabel. Sementara gadis kecil itu masih tampak tenang.


     “Amca hanya dua minggu bukan?”


   “Iya,canim.”


“Aku ingin Teyze Beelah juga ikut menjemputku pulang nanti.”


 “Siap!!.”


    “Telfon Amca Iskender jika kamu rind padaku nanti.”


        “Eum.”


       “Sudah. Amca harus pergi sekarang.”


Issabel tampak waswas bila dirinya tidak betah tinggal di Castel ini. Dia berharap Ziyadh bisa menjemputnya kapanpun. Tetapi itu tidak mungkin. Ziyadh dan Beelah ke Paris. Dan Paris tidak dekat dari Amasya. Ekspresi anak itu membuat Iskender kurang yakin bahwa semuanya akan tetap baik-baik saja nanti.


“Hoscakalim (sampai jumpa), Issabel.”


Ziyadh menyerahkan Issabel dan ransel merah muda besar pada Iskander.


“Gorusuruz, kendine iyi bak (sampai jumpa, jaga diri mu baik baik).”


Kata Iskender sambil memukul bahu Ziyadh. “Tesekkur ederim. Gorusuruz!”


Ziyadh pergi. Issabel memandangnya sampai dia menjauh. Iskender mengambil kunci dari balik saku celana dan membuka pintu. Menggandeng tangan Issabel lalu mengajaknya masuk sambil membawa ransel


merah muda besar yang berisi Barang barang milik Issabel.

__ADS_1


__ADS_2