Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
HASRET BIZE UYMAMIS


__ADS_3

...HASRET BIZE UYMAMIS...


Tok....... Tok....... Tok.......


Iskender berjalan malas kearah pusat suara. Ddia membuka pintu dan tidak berkejut ketika melihat Ziyadh dan Beelah di hadapannya. Ada sendu yang dia rasakan sejak semalaman. Ziyadh ban Beelah mungkin tidak akan mengetahuinya.


“My Master!!.”


“Hosgeldiniz, Ziyadh, Beelah.”


“Hos bulduk, Iskender!"


“Aysel masih tidur.”


“Evet, kami tahu itu.”


“Silakan masuk!!’


Beelah langsung mendekati Issabel. Memperhatikan anak itu tertidur. Tampak tenang, aman, dan nyaman. Adem benar bahwa.


Issabel dan Iskender seperti Baba dan kiz


Mereka tidak mirip, tetapi karena sering bersama, mereka kelihatan serasi juga.


Ziyadh menyusul Beelah ketika Iskender pergi untuk membuatkan teh.


“Aku sangat merindukannya.”


“Aku juga.”


“Apa dia merindukan kita juga?”


“Aku harap begitu.”


Dua cangkir teh manis hangat Iskender berikan mereka dengan tangan yang sedikit gemetar. Dia memandang Issabel dengan sebuah kekhawatiran. Jika anak itu kembali pada mereka, dia akan merasa kehilangan sesuatu yang bukan miliknya. Dia memang tidak sendirian, namun dia kesepian. Sebelum. Issabel datang ke hidupnya, semua tampak datar. Saat gais kecil itu muncul, hidupnya menjadi berwarna.


“Sebentar lagi Issabel bangun.”


Dia bahkan hafal jam berapa Issabel biasa bangun.

__ADS_1


Ziyadh mengalihkan perhatian Iskender


“Kemana kamu akan pergi hari ini, Iskender?”


“Hayir Orada.”


“Apa Issabel merepotkan mu di Hotel?”


“Tidak, tidak sedikit pun. Dia menjadi primadona disana.”


“Oo,, Aku yakin itu.”


Issabel mengulet. Perlahan dia membuka keddua matanya. Ziyadh dan Beelah lantas meletakkan teh mereka di atas meja, lalu mengerubungi anak kesayangan mereka tersebut. Sepertinya dia terkejut. Dia sempat menbalalakan matanya, kemudian bergumam.


...“Amca, Teyze.”...


...“Merhaba, cantik.”...


...“Bagaimana tidur mu? Apa kamu mimpi indah?”...


...“Eum.”...


...“Syukurlah.”...


Ziyadh menggendongnya yang sedang mengucek ngucek kedua matanya.


“Baru saja. Amca kangen sekali dengan mu.”


“Teyze juga. Kamu tidak melupakan Amca dan Teyze bukan?”


“Mana mungkin? Issabel memikirkan Amca dan Teyze terus.”


“Oo,,,Manis sekali.”


Iskender melihat mereka seperti keluarga kecil yang sangat bahagia. Ada iri yang dia pendam. Ada keinginan untuk memiliki Issabel yang disimpan. Namun keduanya dia kubur dalam dalam. Issabel akan lebih beruntung bila berada disisi Ziyadh dan Beelah. Mereka berdua lengkap, Baba dan anne bagi Issabel. Sedangkan dirinya tidak, dia sendiri.


...“Apa Amca dan Teyze menjemputku?”...


...“Tentu saja, Canim.”...

__ADS_1


Issabel langsung mengalihkan pandanggannya ke Iskender, Matanya berkaca kaca. Berharap Amca itu akan memohon pada Ziyadh dan Beelah untuk membiarkannya tinggal lebih lama lagi disini.


“Aku akan memesan makanan, Issabel sebaiknya mandi dahulu. Kalian bisa pulang setelah selesai sarapan.”


“Hmmm....Boleh.”


“Haydi , issabel ! Teyze akan memandikan mu.”


“Aku sudah bisa mandi sendiri, Teyze.”


Beelah terkejut mendengarnya. Walau Adem telah memberi tahu semuanya, dia tetap saja syok ketika mengetahui itu langsung dari Issabel. Ziyadh malah menahan tawanya. Iskender jadi tidak enak. Dia takut Ziyadh dan Beelah berpikir buruk tentang perilakunya pada Issabel.


Tak berapa lama, mereka pun sarapan makan nasi pilaf dan daging domba. Issabel tampak tidak berselera, juga dengan Iskender. Ziyadh dan Beelah menatap mereka bergantian.


Pukul On (10) Pagi. Sudah saatnya ziyadh dan Beelah serta Issabel pergi.


“Issabel, haydit katakan sesuatu pada Amca Iskender.”


“Tesekkur ederim, Amca, maaf kalau Issabel sudah merepotkan Amca. Issabel senang mengenal Amca Iskender Berk.”


“Oo,,,bahkan dia tahu nama lengkap Iskender Berk.” Beelah berbisik pada Ziyadh.


“Issabel kita memang cerdas.”


Iskender membungkuk untuk sejajar dengan anak itu.


“Sama sama Issabel. Kamu bukan anak yang merepotkan.”


“Bolehkah aku datang kesini lagi?”


“Tentu saja.”


“Bolehkah aku datang ke Uner Hotel lagi?”


“Tentu saja.”


“Bolehkah aku melihat Amca Iskender dan Teyze Sevgi lagi?”


Seketika suasana hening. Iskender tidak dapat berkata.

__ADS_1


“Ten-tentu.”


“Sampaikan salamku untuk Teyze Sevgi. Aku tidak pernah marah padanya. Aku telah berbohong bahwa aku tidak menyukainya. Aku senang dia berada disisi Amca. Aku ingin Amca dan Teyze Sevgi bersama lagi.”


__ADS_2