Paman Aku Kembali

Paman Aku Kembali
EN GUZEL BAHAR


__ADS_3

Namun fikiran setiap orang berbeda. Sikap Amca Ziyadh drban Amca Iskender padanya pun berbeda.


    “Apa Amca Adam menginap dengan kita malam ini?”


                “Evet, Canim.” Jawab Adem mesra.


                “Kamu bisa tidur di sofa bukan?”


    Issabbel Makin sebal. Amca Iskender selalu menyudutkannya.


Mereka berjalan di bawah langit kelam dengan bulan yang bersinar terang dan bintang bintang berkelip


bergantian. Iskender suka momen alam saat malam.


                “Aku bisa tidur dimana saja.”


          Pernyataan Adem itu langsung membuat Issabeltersenyum.


                “Amca Addem.”


                “Evet,Issabel.”


                “Maukah Amca menemani aku bermain nanti sebelumtidur?”


                “Boleh.”


                Issabel  makintersenyum lebar.


                Adem benar benar menepatinya.


                Dia menemani Issabel bermain Rozana dan Amina. Boneka berhijab rapi untuk anak anak muslim. Rozana dibuat oleh perusahaan Turki pada tahun 2003. Sebagai alternatif dari Boneka populer Amerika “Barbie”. Rozana masih kalah unggul dari Amina.


    Boneka Amina memiliki banyak kelebihan , yaitu akan melantunkan beberapa ayat Al-Quran dengan cara menekannya. Selain bisa melantunkan beberapa ayat Al-Quran, Amina juga dapat memperkenalkan diri dengan mengatakan. “Nama saya amina dan saya seorang Muslim.”


                Bukan hanya itu Boneka Amina juga bisa membantu anak anak untuk membaca ayat ayat Al-Quran dengan benar, dan menjelaskan makna dan tujuan dari beberapa tanda dalam bahasa inggris.


                Boneka Amina berkerudung sulam berwarna ungu dengan pola bunga yang menutupi rambut hitamnya, dan amina tingginya sekitar 25 cm.


                Rozana dadn Amina juga dipasarkan di Jerman. Dan sukses besa meskipun mendapatkan banyak tanggapan yang berbeda beda.


                “Issabel ingin berhijab, Amca.”


                “Bagus kalau begitu.”


                “Seperti Anne.”


                Adem tersentuh hatinya. Issabel adalah gadis kecil yang sangat pintar. Dia sebagaimana anak anak biasanya. Dia merekam apa yang dilihat dan di dengarnya. Adem berharap Issabel selalu bahagia disisi orang orang terdekatnya.


                Tengah malam Adem terbangun ingin ke toilet. Dia menyalakan lampu. Iskender ternyata belum tertidur. Laki laki yang masih menyimpan indah masa lalunya itu terlihat sedang menatap Issabel sambil mengusap usap punggungnya.


                “Belum tidur, Berk?”


                “Aku belum uykulu hissediyorum.”


                “Apa yang kamu fikirkan


sekarang?”


                “Hayir orada (tidak ada).”

__ADS_1


                “Tentang anak itu?”


                “Hayir orada.”


                “Jangan berbohong!”


                “Bohong apa?”


                “Issabel.”


                “Ne?”


                “Kamu menginginkannya bukan?”


                “Hayir.”


                “Maksud ku kamu menyukainya.”


                “Evet, siapa yang tidak suka dengan anak kecil?”


                “Lalu?”


                “Ne?”


                “Hah, ya sudahlah.”


                “Aneh  kamu.”


                “Kamu yang aneh Berk.”


                Adem tahu betul bagaimana


Iskender. Mereka sudah lama berteman sejak Iskender pertama datang ke Provinsi


                Sevgi memang perempuan yang dikenal cukup baik. Iskender menerima cintanya karena berfikir bahwa dia tidak mungkin menyakiti hati seorang perempuan sebaik Sevgi. Terlebih Sevgi merupakan anak yatim piatu . Dia perlu berada untuk di sisinya. Adem benar tentang tanggapannya kalau Iskender tidak sungguh  sungguh menyayangi Sevgi.




                    EN GUZEL BAHAR



Mart (Bulan Maret) 2015.



Mevsim


Iikbahar (Musim Semi).



Iskender membantu Issabel memilih pakaiannya.


Mereka akan berkunjung kerumah Adem di Cappadocia. Issabel tidak sabar untuk berjalan


jalan diwaktu musim semi tiba. Dia berharap ada banyak hal  yang Amca lakukan untuknya.

__ADS_1



Drrt....Drrt...



                Panggilan dari Sevgi Yagmur



                “Merhaba!”



                “Canim!”



                “Teman ku mengadakan mangal (barbeque) di restoran barunya. Kamu mau datang denga ku bukan?”



               “Aku tidak bisa hari ini. Uzgunum (maaf).”



                “Neden (kenapa)?”



                “Aku ada  janji dengan Adem.”



                “Kamu akan ke Cappadocia?”



                “Evet.”



                “Kalau begitu aku akan ikut dengan mu.”



Issabel tampak penuh selidik melihat iskender menerima telefon dari seorang perempuan.



Gadis kecil itu membuatnya seketika berkata, “yapamam (tidak bisa).”



                “Neden.”



                “Aku sudah siap. Ayo kita pergi sekarang.”

__ADS_1



                “Sevgi dapat mendengar jelas suara itu. Dia tidak percaya ada perempuan di dekat Iskender.


__ADS_2