
Musim semi seperti musim dingin. Seolh badai salju akan datang. Iskender menatap Ameerah sedalam dalamnya cinta mereka.
Mencari jawaban, meminta penjelasan. Berharap bahwa Ameerah memang benar benar sedang tidak enak badan.
“Siapa ? Siapa laki laki itu.”
“Kamu tidak mengenalnya.”
Jawab Ameerah dengan mata yang mendung.
Hal itu membuat Ameerah memejamkan matanya sekejap, dan tetesan air keluar dari situ.
Kesalahan terbesar yang pernah Iskender lakukan adalah, membuat Ameerah menangis. Ini pertama kalinya. Dia merasa sangat tidak enak. Dia menyesal telah dikalahkan oleh emosinya sendiri.
“Kamu akan mengetahuinya nanti.”
“Apanya yang nanti? Kamu tidak menghargai aku, Ameerah. Kita masih berpacaran.”
“Kita berakhir sampai disini.”
“Apa maksud mu?”
“Aku akan menikah dengan orang lain, Iskender. Kita akan berpisah.”
“Hah?”
Tak berapa lama mereka sudah berapa di mobil tua Iskender yang sebenarnya masih milik Ayahnya. Tidak ada yang memulai percakapan. Iskender diam seribu bahasa, Ameerrah juga.
Waktu seakan berhenti. Mereka berharap mereka kembali ke saat saat pertama kali mereka berkenalan.
“Ceritakan apa yang ingin kamu ceritakan !!!”
“Aku akan pindah ke Konya.”
“Jadi kamu benar benar akan menikah?”
“Evet.”
__ADS_1
“Apa tidak ada pilihan lain, Ameerah?”
“Tidak ada, Selain aku menikah dengan laki laki pilihan Ayah.”
Iskender memandangnya penuh harap.
“Aku bis a bicara dengan Ayahmu, aku akan lakukan apa pun agar Ayahmu menyukai ku.”
“Sudah terlambat.”
“Aku dan Ferhat sudah bertunangan. Minggu depan kami menikah di Konya.”
“Jadi Ferhat namanya? Dan kamu bertunangan dengannya disaat kamu masih pacar aku? Gila .”
Ameerah mulai sediki emosi.
Iskender terlalu santai menjalani apa pun. Dia tau Ayah Ameerah tidak menyetujui hubungan mereka karena pemberitaan Ayahnya di televisi. Tetapi dia tidak melakukan apa pun.
Dia memang yakin bahwa Ayahnya tidak terlibat, namun belum ada bukti yang menyatakan itu sampai sekarang.
“Posisi apa? Kamu tidak cerita, bagaimana aku bisa mengerti?”
“Kamu tidak pernah bertanya.”
“Oo, ya allah. Ada apa dengan mu Ameerah?”
“Maafkan aku.”
Ameerah keluar dari dalam mobil, berjalan ke rumahnya tanpa menoleh sekalipun. Iskender menjambak rambutnya kepalanya terasa berat. Dia berteriak sambil memukul setir. Dia seperti tidak mengenal kekasihnya sendiri. Dia tidak bisa membaca isi kepala perempuan itu.
Dia seolah sedang di permainkan. Tentang hubungan, pertunangan, pernikahan dan perasaan.
Sesampainya di rumah, Ameerah langsung ke kamar mandi. Bercermin di kaca sendiri sambil menangis.
Setiap orang sebenarnnya mengetahui apa apa saja yang bboleh dikatakan, dan apa apa saja yang tidak dikatakan. Ameerah memiliki batasan terhadap ucapan kepada orang lain. Seperti terhadap Iskender. Dia tidak bisa menceritakan beberapa hal.
Bukan karena privasi, hanya saja. Dia menghindari hal hal yang tidak ingin dia dengar.
__ADS_1
“Ameeerah,,,, Ameeerah,,,,.”
Panggilan anne membuatnya segera menghapus air mata sampai tak berbekas, mencuci muka lalu membuka pintu.
Tampak anne dengan wajah khawatirnya. Beliau adalah orang yang selalu bisa mengerti Ameerah dalam keadaan apa pun.
“Anne lihat mobil Iskender keluar dari persimpangan rumah kita. Apa tadi dia datang kemari? Dan kalian berbicara.”
“Eum.”
“Lalu bagaiman?”
“Dia belum bisa terima.”
“Evet, siapa yang bisa terima kekasihnya menikah dengan orang lain."
Anne benar. Tidak ada yang perlu disalahkan saat ini.
“Berk.”
“Kamu harus datang. Buktikan bahwa kamu kuat, kamu laki laki, kamu pantang terpuruk. Ayolah !!”
Dia masih berusaha membuat Iskender bangkit dari ranjang. Sahabatnya yang satu itu sudah berhari hari tidak keluar rumah, tidak kuliah, tidak kemana pun selain di kamar.
Ziyadh dan Beelah sedang di perjalanan menuju rumah sederhana sewaan Adem ddan Isskender untuk hadir ke pernikahan Ameerah.
Siapapun tahu, melihat orang yang dicintai menikah dengan orang lain mingkin rasanya seperti ingin bunuh diri. Namun bukan berarti itu mematikan. Menerima dengan lapang dada adalah cara terbaik mengatasinya.
Ini memang tidak mudah bagi Iskender. Ini bahkan sangat sulit. Ameerah adalah cinta sekaligus pacarr pertamanya. Mereka sudah menjalani hubungan lebih dari tiga tahun. Keluarga mereka sudah saling mengenal. Tetapi pemberitaan buruk tentang ayah Iskender di televisi menjadi pelapor permasalahannya.
Ayah Ameerah ingin Ameerah segera menikah. Dadlam hatinya dia menunggu Iskender untuk meminang putrinya, namun laki laki itu belum menunjukkan keseriusannya. Dia hanya menjaga kesetiaanya pada Ameerah. Bukan mengikat perempuan itu dengan Iskender.
Dan akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran keluarga Sulaiman yang merupakan teman masa kecilnya.
Ferhat Sulaiman mencintai Ameerah diam diam mereka pernah bertemu satu kali dalam acara mangal keluarga besar sulaiman di kota kecil Konya. Ayah Ferhat mengundang Ayah Ameerah dan keluarga. Sejak itulah Ferhat berjanji pada dirinya sendiri untuk bisa menikahi Ameerah suatu saat nanti.
Setahun kemudian, ternyata hal itu akan menjadi kebenaran.
__ADS_1