
“Sampaikan salamku untuk Teyze Sevgi.
Aku tidak pernah marah padanya. Aku telah berbohong bahwa aku tidak menyukainya. Aku senang dia berada disisi Amca. Aku ingin Amca dan Teyze Sevgi bersama lagi.”
Semuaa larut dalam haru yang Issabel ciptakan. Gadis kecil behati besar. Gadis kecil bersikap bijak. Gadis kecil berfikiran dewasa. Gadis kecil yang membuat siapa pun bangga. Gadis kecil bernama Issabel. Gadis keil yang tidak memiliki orang tua, namun tidak pernah kekuranggan kasih sayang.
Gadis kecil yang sudah menyadarkan Iskender tentang banyak hal. Gadis kecil yang seddang berusaha mengumpulkan momen momen yang hilang dari dalam ingatannya.
“Jawab ! Amca katakan sesuatu !”
“Am-amca tidak bisa berjanji pada mu.”
“Naden?”
“Karena kami sudah selesai.”
“Bisakah kalian memulainya lagi?”
“Issabel.”
Iskender bigung. Matanya berbinar, Dia ingin menagis, tetapi ai matanya tidak mau keluar.
“Kita harus pulang sekarang, Issabel. Biarkan Amca Iskender beristirahat hari ini.”
Kata Ziyadh sembari menggendong anak itu.
“Tessekur ederim, Iskender, kami berhutang budi padamu.”
“Jangan begitu, Beelah. Aku senang Issabel bbetah tinggal bersama ku.”
“Evet, sekali lagi Tesekkur ederim. Hoscakal.”
__ADS_1
“Hoscakal, Iskender.”
“Hoscakal, Amca.”
“Hoscakal.”
Ziyadh dan Beelah sempat melirik bingkai foto di meja dekat sofa sebelum mereka meninggalkan castel. Foto itu sudah berubah. Menjadi foto Issabel dan Babanya. Adem melakukannya dengan baik . dia cocok menjadi agen atau mata mata. Dia menjalankan tugas nya secara sempurna.
Seorang perempuan cantik, tinggi, berhijab matanya indah, senyumnya indah, Terlihat dari jauh, Dia mendekat semakin mendekat, lebih dekat sangat dekat. Sampai Iskender dapat mendengar suara embusan napasnya yang tenang. Lalu dia menghilang.
Semuanya menjadi hitam. Iskender terbangun dari tidur siangnya.
Dia bekeringat dingin. Seperti kepanasan, namun udara cukup sejuk. Kemudian dia bangkit, kakinya melangkah begitu saja menuju bingkai foto di meja.
Mengambil itu dan duduk di sofa.
Dia terkejut.
Bigung bukan main.
“Siapa laki laki ini!”
“Akhhhh.......!” kepalanya terasa sangat sakit. Menjatuhkan bingkai foto.
🍂🍂🍂
Lagu Sana Ne (apakah itu kamu) dari kursi diputar bergantian pada playlist lagu di ponsel Ziyadh.
Kutsi memiliki nama lengkap Ahmet Kutsi Karadongan yang sudah berusia lebih dari 40 tahun. Lahir di Malatya, tetapi dia di besarkan di Ankara, di mana dia mulai mendapatkan ketenaran disana.
__ADS_1
Namun cerita ketenaran yang tepat di mulai dengan dia bermain Accordion di Bora bar di Didim.
Accordion (Akordeon ) adalah alat musik sejenis organ. Akordeon ini relatif kecil dan di mainkan dengan cara digantungkan di badan. Akordeon di temukan oleh C.F.L. Buschman dari Berlin, Jerman.
Cara memainkannya yaitu pemusik menekan tombol tombol Akor dengan jari jari tangan kiri, sedangkan jari jari tangan kanan nya memainkan melodi lagu yang di bawaklan, tetapi pemain yang sudah terlatih dapat berganti ganti tangan.
Pada saat di mainkan Akordeon di dorong dan di tarik untuk menggerakan udara di dalamnya. Pergerakan udara di dalamnya. Pergerakan udara di salurkan ke lidah lidah Akordeon sehingga menimbulkan bunyi.
🍂🍂🍂
Ziyadh sedang membaca koran dalam keadaan televisi menyala dengan volume sifir (nol) di ruang tengah, karena dia memutar lagu lagu dari ponselnya.
Sementara Beelah baru selesai membuatkan susu untuk Issabel. Gadis kecil itu sedang melamun di antara mainan mainannya.
“Apa yang kamu fikirkan Issabel?”
tanya Beelah sambil memberikannya segelas susu coklat hangat.
“kapan kita menemui Amca Iskender lagi, Teyze.”
“Dia yang akan menemui sayang.”
“Oo, kapan.”
“Besok.”
“Benar, Amca?”
“Evet.”
“Besok adalah hari ulang tahun mu yang ke 6 kita akan merayakan.”
__ADS_1
“Asyiik !!”
Issabel sangat antusias.