
Semalam aku tak bisa tidur dengan tenang. Terus memikirkan bagaimana caranya memecahkan teka-teki tersebut. Dan jika dipikir-pikir untuk apa Cicada mengeluarkan teka-teki di saat seperti ini. Biasanya mereka mengeluarkan sebuah teka-teki beberapa tahun sekali hanya untuk merekrut orang pertama yang dapat menyelesaikannya.
Tapi perasaanku mengatakan mereka tidak sedang dalam masa perekrutan. Entah apa maksud mereka, yang jelas teka-teki tersebut harus dipecahkan untuk mengungkap semua kebenaran yang ada di balik layar.
“Kalian berdua bangun! Sudah jam delapan. Cepat cari persediaan makanan dan pakaian. Aku akan menjaga manshion.” Aku menggoyang-goyangkan tubuh Destian dan Ferel yang masih terlelap.
“Mmm... iya sebentar.” Destian bangun dengan mata setengah terbuka dan menguap.
“Kalian bertiga! Sarapan dulu cepat. Selagi makanannya masih hangat,” teriak Lia dari arah dapur. “Masakan sudah siap! Cepat kalian bangun.”
Kemudian aku beranjak dan berjalan menuju dapur.
“Vin, bantu aku menyelesaikan teka-teki kemarin!” Yuli tiba-tiba saja langsung membahas tentang itu. Aku kemudian mengambil makanan dan mengiyakannya.
Setelah selesai makan, aku dan Yuli langsung duduk di depan layar komputer. Sedangkan Destian dan Ferel bersiap-siap untuk keluar.
“Kami keluar dulu! Senjatamu ada di dalam kamar Vin!” Destian keluar dari kamar dengan menenteng sebuah tas, disusul oleh Ferel.
“Iya hati-hati,” jawabku tak mengalihkan pandangan dari layar.
“Eh tunggu!” Tiba-tiba Lia teriak dari arah kamar sambil berlari keluar.
“Kamu mau kemana?” tanya Destian.
“Aku ikut. Kita akan pergi mencari pakaian dan makanan bukan? Jadi, aku harus ikut,” jawabnya.
“Kami berdua bisa mencarinya sendiri kok. Kamu dirumah saja ya?” bujuk Destian.
“Tidak. Pokoknya aku mau ikut. Harus!” Lia tetap memaksa.
“Sudahlah. Ajak saja dia! Wanita selalu benar, bisa gawat kalau kalian menentangnya.” Aku terus sibuk dengan komputer.
“Ya sudah, ayo cepat!” Mereka bergegas pergi keluar.
Aku dan Yuli terus mencari tau tentang teka-teki yang dalam sebuah halaman tersebut. Sedikit demi sedikit kami menemukan titik terang. Kata ‘putaran’ kemungkinan berkaitan dengan sesuatu yang diputar, dan sesuatu tersebut mungkin ada pada sebuah halaman tersebut.
“Menurut apa yang diputar? Kelihatannya kesimpulan kita salah.” Yuli bertanya-tanya.
__ADS_1
“Aku yakin itu maksudnya. Tapi, apa yang harus kita putar?” Aku terus berpikir keras.
“Oh! Coba putar halaman itu!” kataku. Akhirnya kami mencoba memutar halaman tersebut searah jarum jam dengan sudut 90 derajat. Hasilnya, kami masih tak menemukan apa pun.
“Coba putar lagi hingga 180 derajat!” perintahku. Dan benar saja, kami menemukan sesuatu dalam halaman terbalik itu.
Petunjuknya ada di kode nomor dua, yang bertuliskan ‘fau.awe6pua.mmm’. Saat halaman itu diputar searah jarum jam dengan sudut 180 derajat, maka diperoleh sebuah link.
Jika tulisannya diperbarui, maka akan muncul ‘www.end9ame.net’ yang merupakan sebuah link dan kami tak tau apa isinya.
Kemungkinan kata ‘inti’ adalah maksud dari inti teka-teki yang ada pada link tersebut, tapi itu masih perkiraan saja. Kemudian kata ‘semuanya’, aku masih belum paham apa maksud dari kata itu. Dan sekarang yang perlu dipecahkan adalah kode pertama serta isi dari link tersebut.
Kami pun akhirnya membuka link tersebut. Dan ketika link tersebut telah terbuka, lagi-lagi terdapat sebuah halaman dengan segala aksen dan kode-kode yang sangat tidak jelas.
“Apa ini?” tanyaku keheranan.
“Tunggu sebentar aku sedang mencari taunya.” Dia membuka halaman baru dan mulai mengerjakan sesuatu. Entahlah apa yang sedang dia kerjakan. Yang jelas, aku sudah tak tau lagi dengan semua kode-kode itu.
“Aku tau apa ini!” Spontan Yuli mengagetkanku yang hampir putus asa.
“Apa yang kamu tau?” tanyaku penasaran.
Dan setelah kami menerjemahkan kode program tersebut. Muncul susunan huruf dan simbol yang teratur.
“Apa lagi ini?” tanya Yuli heran.
“Hmm... apa ini semacam terjemahan? Lihatlah! Semua abjad memiliki simbol di samping kanannya.” Aku terus menganalisa.
“Coba lihat halaman teka-teki kemarin.” Aku mengarahkan kursor ke arah halaman yang berisi teka-teki.
“Tunggu dulu. Bukankah simbol-simbol pada kode pertama mirip dengan kode program yang kuterjemahkan?”. Spontan aku teringat dan langsung membuka keduanya.
“Ya, kamu benar. Coba terjemahkan simbol-simbol itu!” suruhku.
__ADS_1
Dan setelah kode pertama pada halaman teka-teki diterjemahkan, kami mendapatkan sebuah nama. Entah itu nama apa, yang jelas nama itu adalah Plague Inc.
“Nama apa itu?” tanya Yuli.
“Entahlah, jika diterjemahkan kata plague berarti wabah, sedangkan kata inc itu identik dengan perusahaan,” jawabku.
“Jadi, itu merupakan nama perusahaan atau organisasi begitu?”
“Kemungkinan seperti itu. Tapi, apakah teka-teki ini sudah selesai?” aku masuh bingung.
“Kamu ingat tiga kata yang ditebali pada kalimat teka-tekinya? Kemungkinan yang dimaksud dengan inti adalah ini, sebuah nama.” Dia kembali membuka halaman teka-teki.
“Lalu, bagaimana dengan kata yang terakhir?” tanyaku lagi.
“Dugaanku, teka-teki tersebut sekaligus mengatakan bahwa semua yang di cari ada dalam teka-teki tersebut.” jawabnya sambil menatap ke arahku.
“Jadi, kita sudah selesai dengan teka-teki ini. Namun kita belum tau apa maksud dari inti teka-teki ini. Sebuah nama,” keluhku.
“Aku akan minum sebentar.” Aku berjalan ke arah dapur.
“Bawakan juga minuman untukku ya!” teriak Yuli.
Jam menunjukkan pukul sebelas kurang. Mereka bertiga belum juga pulang, aku sempat khawatir. Yuli dari tadi masih ada di depan layar komputer, entahlah apa yang diperbuatnya. Aku berada di kamar, bermain gim.
Walaupun internet sudah dapat diakses, tapi sinyal tetap saja tidak ada. Tetap saja kami tak bisa menghubungi kerabat kami masing-masing. Walaupun aku sudah mencoba mengungjungi rumah, tetap tidak ada siapa-siapa. Aku harap mereka baik-baik saja. Mungkin mereka sekarang ada di tempat evakuasi.
“Kelvin! Kamu dimana?” Terdengar Yuli tengah mencariku.
“Aku di kamar. Kenapa?” Aku pun keluar kamar dan menghampirinya yang sedang fokus di depan layar komputer. “Ada apa mencariku?” tanyaku.
“Aku menemukan beberapa informasi tentang Plague Inc.” Dia menunjukkan beberapa halaman website yang berisi tentang nama tersebut.
Dan dari beberapa informasi tersebut. Ternyata Plague Inc merupakan organisasi sekaligus perusahaan yang mengembangkan senjata. Dan baru-baru ini terlihat di halaman tersebut bahwa mereka sedang mengembangkan senjata biologis.
....
**Halo readers! Thanks buat yang selalu mengapresiasi karya Author[s]...
Jangan lupa like, komen, dan vote yah... Bakal di feedback kok.
__ADS_1
See you next slide** :)