
Jam menunjukkan pukul dua siang. Kami mulai menjalankan rencana yang kususun. Karena ruang UKS terletak di sebelah ruangan ini, kami dapat dengan mudah berusaha masuk kedalamnya.
Aku berusaha membuka ruang UKS sedangkan mereka berdua mengawasi jikalau ada mayat hidup yang mendekat. Setelah pintu terbuka kami pun masuk dan segera menutupnya kembali. Ternyata di dalam ada dua murid perempuan. Sepertinya mereka begitu ketakutan di dalam selimut itu.
“Kalian! Kami manusia, bukan mayat hidup.” Aku mendekati mereka berdua yang tertutupi selimut dan berniat untuk membukanya.
“Kalian rupanya?” kataku setelah mengetahui bahwa mereka berdua adalah Liana Putri anak kelas XI IPA 1, dan Yuli Fitria yang sekelas denganku.
“Kelvin? Kamu selamat? Terus Destian juga, sama Ferel?” tanya Yuli sambil menangis.
“Iya kami selamat, dan mungkin hanya kita yang selamat. Kami beruntung bisa kesini dan mendapatkan beberapa senjata ini,” jawab Destian.
“Kalian dapat itu dari mana?” tanya Lia.
“Tadi ada beberapa orang bersenjata masuk sekolah ini dan menjadi zombi. Kami mengambilnya. Sudahlah, jangan menangis. Jika para zombi itu mendengar kita disini. Mereka akan datang untuk kita. Dunia sudah berubah, kita hanya punya dua pilihan. Membunuh atau dibunuh,” jawab Ferel.
Setelah itu aku menjelaskan apa yang terjadi pada Yuli dan Lia, bagaimana cara kami sampai disini, mengenai pengamatan yang kami lakukan, dan juga rencana yang telah aku buat.
“Yuli dan Lia akan membawa peralatan medis dari ruang UKS ini. Kita akan ke kantor TU dulu untuk mengambil kunci mobil. Aku akan duluan nanti, Yuli dan Lia akan berada di belakangku. Sedangkan Destian dan Ferel, kalian dibelakang mereka berdua untuk melindungi bagian belakang.” Aku mencoba mengisi ulang peluru pistol.
“Yuli, Lia. Aku tau kalian pasti sulit menerima kenyataan yang mengerikan ini. Aku dapat melihat dari pandangan mata kalian yang penuh putus asa. Tapi, aku tak punya pilihan lain. Kalian harus bertahan jika ingin hidup. Tenang saja, kami akan berusaha melindungi kalian,” kataku menenangkan mereka berdua.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul setengah tiga. Kami bersiap untuk menuju kantor TU. Kantor TU ada disebelah kanan, kira-kira 30 meter dari ruangan UKS ini. Letaknya di sebelah kiri koridor. Saat aku mengintai, terlihat kerumunan mayat hidup ada di depan pintu kantor TU. Sepertinya jumlahnya ada lima. Tapi, pasti ada yang di dalam kantor.
Kemudian kami pun keluar dari ruang UKS dengan susunan seperi yang aku terangkan tadi.
Lima meter lagi sampai, aku menyuruh Ferel untuk ke depan dan membuka jalan bersama denganku. Ferel menembakkan senjatanya dan mengenai lima mayat hidup itu. Karena kami masih amatir dalam menggunaka senjata, hanya tiga mayat hidup yang tumbang. Sedangkan yang dua datang ke arah kami. Aku berusaha menebas kedua kepala mereka secara vertikal. Dan akhirnya tengkorak mereka pecah dan mengeluarkan banyak darah. Kelima mayat hidup tadi tumbang, aku masuk ke kantor TU untuk mengambil kunci bersama Ferel, sedangkan mereka bertiga menunggu diluar. Aku terpaksa menembakkan satu peluru pistol ke kepala mayat hidup yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Itu membuatku sedikit kaget. Aku mengambil satu kunci dari gantungan lalu keluar dan berlari ke arah mobil.
“Cepat masuk! Des, ini kuncinya.” Aku melemparkan kunci ke Destian.
“Inikan mobil Pazero milik Pak Kepsek. Bagaimana kau bisa tau?” tanya Destian sambil menyalakan mesin mobil.
Kami pun pergi keluar sekolah menggunakan mobil dengan tujuan entah kemana.
Jam menunjukkan pukul tiga, hari sudah mulai sore. Mobil terus berjalan mengikuti jalanan yang terlihat. Dari dalam mobil, terlihat betapa hancurnya kota ini. Kendaraan terbakar dimana-mana, mayat hangus, bahkan beberapa mayat hidup yang berkeliaran.
“Bagaimana kondisi keluarga kalian? Apakah kalian sudah mencoba hubungi? Kalian membawa ponsel bukan? Aku mencoba mnghubungi rumah, tapi tetap tidak tersambung,” tanyaku ditengah keheningan.
“Sudah Vin. Sama saja, sepertinya koneksi jaringan saat ini mati total. Bahkan beberapa rumah listriknya padam.” Destian menjawab disusul dengan mereka yang mengiyakan.
__ADS_1
“Sekarang kita cari dulu makanan dam minuman, serta pakaian. Pakaian kita sudah terkena darah. Kita harus menggantinya,” kataku kepada mereka.
“Baiklah,” kata Destian.
“Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah dunia akan kiamat? Semua orang mati dan menjadi mayat hidup,” tanya Yuli.
“Mungkin ini pandemik. Seperti insiden Black Death di Eropa tahun 1300-an dan Spanish Flu pada tahun 1918 yang menewaskan 100 juta jiwa di dunia. Bedanya, pandemik ini lebih parah. Saat ini dunia sedang terinfeksi virus yang mematikan. Hal ini pasti ada alasannya. Tapi saat ini, kita tidak tau bagaimana cara menghentikannya. Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah bertahan dan berusaha,” jawab Ferel.
“Tapi pada saat itu tidak semua populasi dunia lenyap bukan? Bagaimana caranya pandemik pada saat itu dapat teratasi?” tanya Yuli.
“Banyak teori yang berpendapat. Ada yang menyimpulkan bahwa virus yang menginfeksi mengalami mutasi, ada juga yang menyimpulkan karena tidak ada lagi yang diinfeksi. Tapi tetap saja, belum ada bukti yang jelas akan hal itu. Pandemik saat ini jauh lebih cepat. Pandemik Spanish Flu merenggut 100 juta jiwa dalam waktu satu tahun. Sedangkan pandemik ini, dalam beberapa jam saja dapat melenyapkan suatu negara.” Aku menerangkan sembari mengelap darah yang ada pada pedang.
“Kelvin! Bensinnya mulai habis. Kita harus mengisinya dulu di SPBU. Di depan sana akan ada SPBU,” kata Destian tiba-tiba menyela.
Setelah sampai di SPBU. Aku, Destian, dan Ferel turun dari mobil. Destian mengisi penuh bensin mobil sedangkan kami berdua mengawasi sekitar. Tidak ada seorang pun yang ada di SPBU ini.
Aku pergi sebentar untuk mengambil uang yang tersisa di kantor SPBU, sedangkan Ferel terus mengawasi keadaan. Di dalam kantor, aku mendapatkan lumayan banyak uang. Setelah itu aku keluar dan kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan.
**Halo readers, gimana menurut kalian? Author[s] bakal seneng dan berterima kasih jika readers berikan komen yang mendukung.
Jangan lupa di vote dan like juga yah...
See you next slide** :)
__ADS_1