
09:23
Hari ini kami berencana untuk pergi ke Pulau Kumala lagi. Sekaligus bertemu dengan Alphian. Sebenarnya masih ada banyak yang ingin aku tanyakan padanya. Aku dan Destian mengusung semua senjata ke dalam Humvee. Setelah siap, kami pun berangkat dan menyeberang ke Pulau Kumala.
“Kau bawa pedang yang besar tidak?” tanyaku ke Destian di tengah perjalanan.
“Bawa, ada di belakang.”
Tak lama kemudian kami pun sampai di pulau tersebut. Kami bergegas menuju tangga bawah tanah. Namun, saat kami sampai di ruangannya. Kami tak menemukan dia berada di ruangan tersebut. Kami sudah mencarinya di setiap penjuru ruangan, tapi tak menemukan apa-apa. Dan juga, banyak yang berubah di dalam ruangan-ruangan ini.
“Kenapa semuanya nampak sangat berantakan? Padahal saat kita ke sini tidak begini,” tanya Yuli.
“Apa mungkin telah terjadi pertarungan?” Destian menoleh ke arahku dengan tatapan serius.
“Aku tidak tau, mungkin saja. Tapi dimana dia berada?” Aku terus menggeledeh tumpukan-tumpukan barang yang ada di ruangan itu. Dengan harapan bisa menemukan Alphian.
“Lihatlah, aku menemukan kertas di atas meja,” kata Lia yang berada di pojokan ruangan. Dia sepertinya menemukan sesuatu di sana.
“Kertas apa itu?” tanyaku menghampirinya.
“Tidak tau. Mungkin itu surat. Aku belum sempat membacanya.” Dia menyodorkan surat itu kepadaku. Tak berapa lama kemudian Destian bertanya. “Apa isi surat itu?”
“Ini surat dari Alphian,” jawabku. Aku pun membacakan surat tersebut.
“Sesuatu yang kau cari telah datang. Sebagai zellcontroller seharusnya kau bisa merasakan keberadaannya. Aku pergi untuk membereskan sesuatu di tempat lain. Aku tak akan mati sebelum bertemu denganmu lagi.
Kode 021, pemicu dari pandemik di daerah ini. Semoga kau beruntung. Kuharap kau tidak meremehkan kegagalan.”
Tertanda, Alphian Leonard.
__ADS_1
Aku harap aku bisa mengerti apa yang dia maksud. Jujur saja, aku masih ragu dengan pemahamanku.
“Zellcontroller? Apa itu?” tanya Destian begitu aku selesai membaca surat tersebut.
“Sepertinya itu julukan untuk manusia seperti kita,” dugaku.
“Jika dia mengatakan itu, berarti tidak hanya kalian bertiga yang menjadi zellcontroller,” sahut Yuli.
“Lagi pula, apa arti nama itu? Apa hanya sebuah nama yang dikarang?” tanya Destian.
“Bukan, itu berasal dari bahasa Jerman.
Artinya pengendali sel,” jawab Lia.
“Jerman? Aku rasa itu membuktikan pernyataan Yuli tadi. Salah satu pusat Plague Inc ada di Jerman kan?” Aku menatap ke arah Yuli.
“Iya, kamu benar. Berarti nama itu dibuat di Jerman. Jadi, serum yang kalian berdua gunakan berasal dari sana. Mungkin mereka berusaha menghentikan pandemik ini sehingga membuat zellcontroller sebagai pembasmi pemicunya.” Lia mengungkapkan semuanya. Aku rasa itu kesimpulan yang masuk akal.
Sekarang, kami tak tau apa yang akan kami lawan. Yang jelas, Alphian menyuruhku untuk tidak meremehkannya. Meskipun dia bisa dibilang hanyalah sebuah produk gagal. Dari data yang kami ambil saat itu, kami menemukan data tentang sampel dengan kode 021. Sampel yang harus kami basmi. Namanya adalah...
“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Destian. Saat ini kami masih berada di dalam ruang bawah tanah.
“Kita latihan saja. Ngomong-ngomong menurutmu kemana Yuel pergi?” tanyaku balik.
“Aku tidak tau pasti, yang jelas tadi malam aku merasakan keberadaan sesuatu. Aku pikir itu keberadaannya,” jawab Destian. Sudah kuduga, aku juga merasakan hal yang sama.
“Berarti, yang datang kesini adalah sampel yang bernama Yuel itu?” timpal Yuli dengan pertanyaannya.
“Aku rasa begitu. Untuk sekarang, kita lanjutkan saja tujuan utama kita kesini. Uji coba.” Aku pun melangkah keluar dari dalam ruang bawah tanah.
“Apa kau yakin di tempat ini? Bagaimana jika ada zombi yang datang?” tanya Destian yang menyusulku dari belakang.
“Aku rasa mereka tidak akan datang. Lagi pula kita tidak akan latihan di sini,” jawabku.
__ADS_1
“Jadi dimana?”
“Di sana.” Aku menunjuk ke arah sangkar burung raksasa. Dulunya itu adalah tempat berbagai jenis burung yang di pamerkan saat wisata pulau ini masih aktif. Tapi sekarang terbengkalai, dan di dalamnya hanyalah tempat kosong yang dikelilingi jaring-jaring besi. Aku rasa itu tempat yang cocok.
Kami pun bergegas menuju sangkar tersebut menggunakan Humvee.
10:13
“Kalian akan latihan di sini?” tanya Lia begitu kami sampai di dalam sangkar tersebut. Aku mengganjal pintunya dengan sebuah plang.
“Iya, kami butuh analisa tentang evolusi ini.” Destian mulai memanipulasi sel-sel kedua lengannya. Seperti biasanya, dia selalu mengembang kempiskan lengannya. Entah kenapa dia selalu senang melakukan itu.
“Mulai kah?” Aku berdiri di hadapan Destian, jaraknya sekitar 10 meter. Yuli dan Lia mundur di belakang, sedangkan kami berdua tepat berada di tengah-tengah.
“Skuy.”
Kami berdua mulai berevolusi masing-masing. Aku mengubah semua tulang jari tangan menjadi lancip dan mengeraskan ujung kuku. Tulang hasta kutonjolkan keluar untuk melindungi daging lenganku.
Destian hanya memperkuat kedua lengannya dengan cara membesarkannya. Sekarang dia nampak seperti manusia dengan tangan yang besar. Aku rasa dia akan menggunakan pukulan untuk menyerang.
Kami berdua berlari saring mengampiri. Aku baru sadar, ternyata kecepatan lari kami tidak seperti biasanya. Sepertinya, serum yang kami gunakan juga meningkatkan hal lain.
Aku juga merasakannya kemarin. Otot-otot di tubuhku lebih berkembang dari biasanya.
Dalam waktu yang singkat kami telah berhadapan. Aku menyatukan kelima jariku dan menghunuskannya kedepan. Kali ini aku menggunakan tangan kanan. Destian bersiap memukul dengan tangan kanan di belakang. Sedangkan tangan kirinya membuka ke arah depan untuk menangkap serangan. Aku tak tau apa yang dia pikirkan. Seharusnya tangan kirinya akan terluka jika menangkis seranganku.
Begitu aku melancarkan serangan, tangan kananku di putar dan di pegangnya dengan erat. Kini aku berada dalam ancaman. Dia ingin menyerangku dengan pukulan tangan kanannnya. Dengan cepat aku menggerakkan tangan kiriku yang dari tadi masih memiliki banyak celah.
Aku menghunuskannya tepat menuju kepala. Namun, sesaat sebelum serangan kami mengenai diri kami masing-masing. Kami menghentikannya. Sehingga, bisa dibilang pertarungan saat ini dalam keadaan seri.
__ADS_1
......