
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki itu mengisi ruangan yang kosong. Angin menghembus di sela-sela rambut tebalnya membekas kesepian. Wajah penuh karya Seni tampak terdiam. Tatapannya kosong. Pikirannya tengah melayang entah kemana.
"Ini hari pertama." Gumamnya seraya melirik arloji di tangan kirinya.
Sesaat kemudian ia kembali fokus pada lamunannya. Sesekali jemarinya mengetuk meja dan terhenti saat ia menaikan sebelah alis matanya.
"Game mungkin hal yang bagus." Ujarnya lagi sambil mengeluarkan ponsel dari balik Jaketnya.
"Kim Taehyung!"
Pemuda itu menghentikan gerakannya dan menatap seseorang di depan pintu kelas tengah berjalan ke arahnya.
"Apa?" Tanyanya.
"Kau harus keluar. Ada hal yang menarik?"
Taehyung menarik sebelah alis matanya ke atas seraya menatap Park Jimin yang masih setia menunggunya.
"Cepat atau JK akan mendahului mu lagi." Mendengar itu Taehyung segera berdiri meski malas. Ia mengekori Jimin yang menjadi petunjuk jalan.
"Bodoh!"
Taehyung menatap sebuah kerumunan dan terdengar olehnya suara mengumpat itu penuh tekanan. Di sana Jimin sudah berdiri di samping JK yang sedang duduk di depan seorang gadis yang juga di kelilingi teman sekelasnya.
Taehyung berjalan mendekat ke arah kerumunan itu. Mereka yang mendesak memberi jalan yang lebar untuk Taehyung. Pemuda itu memperhatikan sejenak apa yang Sedang gadis itu lakukan. Mencari arti kata menarik yang keluar dari mulut Jimin.
"Hyung! Apa kau tak dengar? Dia mengumpat pada ku!" Jungkook mengatakan itu sambil terkekeh pelan ke arah Taehyung.
__ADS_1
Gadis itu mengepalkan tangannya dan menoleh kebelakang mendapati Taehyung yang menatapnya dalam. Gadis itu merunduk dan kembali menatap JK dengan lapar.
"Sekali lagi kau mengganggu teman-teman ku! Aku tak kan sungkan pada kalian!" Ucap gadis itu dan beranjak pergi.
Namun tak sesuai harapan. Tubuhnya terhempas ke belakang menabrak dada bidang yang keras itu saat tangannya di tarik seseorang. Dengan ragu, gadis itu mendongakan kepalanya berusaha untuk terlihat berani di hadapan Kakak kelas yang menariknya.
"K-kenapa kau menarik ku! Bu-bukannya aku tak punya urusan dengan mu?!?" Gadis itu tergagap dan matanya berusaha menghindar dari tatapan Kakak kelas di hadapannya itu.
"Jung Yerin." Yerin memberanikan diri menatap Taehyung agar pria itu melanjutkan ucapannya.
"Jika Jungkook mengusik Eunha. Apa kau juga tak kan sungkan pada ku?" Suara berat milik Taehyung membuat Yerin semakin gelagapan.
Jungkook dan Jimin yang memperhatikan itu sejak tadi hanya tertawa puas melihat ekspresi Yerin seperti sedang di kendalikan pawangnya.
"Maafkan aku. Aku tak bermaksud seperti itu. Bisakah kau membiarkan ku pergi?" Yerin memejamkan matanya dengan kepala yang tertunduk dengan suara sangat pelan hingga Jungkook dan Jimin tak dapat mendengar itu namun Taehyung mendengarnya dengan jelas.
"Jangan mengumpat lagi dan jangan berulah! Menjauhlah sejauh kau tak dapat ku tangkap. Jika sekali lagi aku menemukan mu yang tengah memaki sahabat ku. Mungkin aku akan mengurung mu di sisi ku." Bisik Taehyung membuat roma Yerin meremang.
"Aku berjanji." Gumam Yerin.
"Pergilah." Sebuah kata dengan nada memerintah membuat Yerin segera pergi menjauh, sejauh mungkin dari Para Pengendali itu.
Tubuh Yerin masih gemetar. Ia ketakutan meski ia ingin melindungi teman-temannya yang selalu menjadi incaran kejahilan Park Jimin dan Jeon Jungkook.
"Ku dengar kau bertemu Kim Taehyung?"
"Hya! Sowon!" Yerin berlari ke arah sahabatnya dan memeluknya sangat erat.
"Kenapa lagi sekarang?" Tanya Sowon yang terlihat penasaran.
"Jungkook sudah keterlaluan. Dia mengunci toilet siswi, sementara Eunha dan Yuju berada di dalam." Curhat Yerin yang membuat Sowon paham kenapa Yerin kembali bertemu sosok yang Yerin selalu hindari.
"Lain kali cari aku jika kalian berurusan dengan Jungkook atau Jimin." Ucap Sowon dan di angguki oleh Yerin.
__ADS_1
#################################
"Hyung!" Panggil Jungkook saat Taehyung berjalan menuju kelasnya.
"Dia gadis yang menggemaskan. Apa kau tak bisa melepaskan nya untukku?"
Pertanyaan itu bukan hanya sekali dua kali di dengar Taehyung. Pemuda itu hanya menatap adiknya sebentar lalu menghela nafas berat dan kembali melangkahkan kakinya.
"Jimin! Apa kau tahu kenapa hyung tak mau melepas gadis itu!" Tanya Jungkook yang baru beberapa minggu kembali setelah bertahun-tahun berpisah dengan hyung-hyungnya.
"Kau tak kan bisa mendapatkannya. Aku akan memberitahukan satu hal pada mu tapi kau jangan menyebarkannya. Hanya kita yang tahu." Jungkook mengangguk lalu mendekatkan telinganya ke arah Jimin.
"...... " Jungkook mengangguk setelah mendengar bisikan Jimin.
"Ternyataa begitu. Aku akan membuat mereka sering bertemu." Ujar Jungkook seraya terkekeh geli bersama Jimin.
"Hya pabo! Yerin akan membunuh mu lebih dulu jika kau melakukan itu. Dia punya sertifikat taekwondo tingkat nasional jika kau main-main dengannya." Terang Jimin.
"Aku tidak peduli. Aku juga punya sertifikat itu. Lagipula aku punya taetae hyung di sisi ku." Ucapan Jungkook membuat Jimin menatap kesal ke arah Jungkook.
"Kenapa kau terus memanggilku dengan nama dan memanggil hyung pada Taehyung!!!" Geram Jimin. Untung saja Jungkook dengan refleks yang cepat segera menghindar dari jangkauan Jimin.
"Kau terlalu small untuk ku panggil Hyung."
"HAAA AAAAA!!! JEON JUNGKOOK! AKU AKAN MEMBERI MU PELAJARAN"
--
---
-----
------
__ADS_1
-------
Continue. . . .