PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
24


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Mataku memang tidak melihat ke arahmu tapi otak dan tubuhku selalu bekerja untuk mu—JJK


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


"Kim Taehyung?!? Kapan kau pulang?"


Pria dengan setelan kantor itu menatap adiknya yang sudah lama tidak ia jumpai. Taehyung kembali ke rumah utamanya. Ia mendapati NamJoon yang sedang menatapnya penasaran.


"Aku baru saja sampai." Ucap Taehyung.


Namjoon mengangguk paham lalu menoleh ke arah belakang Taehyung. Gadis manis yang bersembunyi di belakang Taehyung tambah membuatnya semakin penasaran.


"Apa dia... Jung Yerin?"


"Iya hyung." Tegas Taehyung.


"Aaaah... Sepertinya aku merasa akan ada pertempuran malam ini. Ya sudah, bawa Yerin beristirahat di kamar mu. Kau juga istirahat dan persiapkan mentalmu. Aku akan menelfon Seokjin hyung untuk pulang." Taehyung mengangguk dan pamit membawa Yerin pergi ke kamarnya.


Benar! Hari ini Taehyung akan mengenalkan seorang gadis yang dulu pernah ia perkosa. Belum lagi orang tuanya selalu berusaha melenyapkan keluarga gadis itu demi nama baik keluarga mereka. Tanpa mereka sadari putranya begitu mencintai gadis itu.


Setelah kemarin. Taehyung akan nekat menikahi Yerin. Meskipun orang tuanya tak menyetujui pernikahan mereka sekalipun, para hyungnya selalu ada di belakang dia untuk mendukung nya.


"Tae... Aku takut... " Yerin yang duduk di atas ranjang Taehyung menarik ujung kaos Taehyung.


Pria itu menatap gadisnya lembut. Ia tersenyum dan membelai puncak kepala Yerin dengan manja. Taehyung menghela nafasnya.


"Kau hanya perlu percaya pada ku. Apapun yang aku inginkan pasti akan aku dapatkan. Termasuk menikahi mu." Tegas Taehyung.


Pria itu memeluk gadisnya dengan hangat. Mengecup kening Yerin dan kembali memeluknya erat.


Taehyung membawa Yerin berbaring di atas ranjangnya yang empuk. Sambil berpelukan, Taehyung menyelipkan anak rambut Yerin yang menutupi wajah gadis itu ke belakang telinga.


"Ada hal yang harus ku korbankan demi sebuah perjuangan. Aku akan kehilangan segalanya demi mendapatkan mu. Apa kau keberatan?" Tanya Taehyung.


"Apa kau pikir, aku menyukaimu hanya karena kau tuan muda di keluarga Kim? Aku menyukai mu dan sekarang aku bahkan berani mencintaimu. Meskipun kau kehilangan segalanya termasuk paras tampan mu itu."


Taehyung tersenyum mendengar ucapan Yerin. Itu sangat menghiburnya, membuat ia semangat untuk mempertahankan apa yang ia inginkan. Taehyung menyimpan kepala Yerin di dada bidangnya. Mengecup puncak kepala Yerin dengan rasa sayang.

__ADS_1


"Aku benar-benar mencintaimu." Taehyung memeluk Yerin. Membiarkan gadis itu memejamkan mata, hingga mereka tertidur.


. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Malam itu hening. Ketika Taehyung menggenggam erat tangan Yerin untuk bergabung ke meja makan keluarganya. Di sana, Nyonya besar Kim menatap sinis Yerin yang sangat ia kenali. Karena Nyonya Kim sendiri yang menyuruh gadis itu dan kakaknya, Hoseok, untuk pergi dari kota itu.


"Dasar tidak punya urat malu! Berkata kalau dialah korbannya tapi sebenarnya dia mengincar sesuatu yang besar!" Geram Nyonya Kim saat Yerin ingin duduk di samping Taehyung.


"Maaa! Aku yang mencarinya. Aku yang menginginkannya!" Tegas Taehyung.


"Cukup! Kita makan malam dulu! Baru selesaikan ini semua!" Titah Tuan besar Kim sekaligus kepala keluarga di sana.


Tidak akan ada yang berani menentang Tuan Besar itu. Mereka semua mulai makan malam dalam keadaan diam. Yerin tidak bisa menahan debaran di jantungnya. Ia sangat takut saat ini tapi genggaman tangan Taehyung yang erat membuatnya merasa kalau ia tidak sendiri.


"Papa...." Seokjin mulai bersuara saat makan malam selesai dan semuanya tetap hening.


Kim Myungsoo menatap putra pertamanya itu. Begitupun dengan Kim Tae hee yang juga menatap Seokjin.


"Aku akan menikahi Sowon secepat mungkin." Ucap Seokjin yang membuat kedua orang tua terlihat bahagia.


Pasalnya Seokjin terus menunda pernikahan mereka karena Seokjin dan Sowon di satukan dengan pernikahan bisnis. Seokjin merasa kalau Sowon tidak menyukainya meskipun ia sendiri dapat menerima Sowon, gadis yang di nilainya cantik dan anggun.


"Iya benar, bahkan aku akan mempercepat nya tapi setelah pernikahan Taehyung yang akan di laksanakan besok." Jelas Seokjin yang membuat mereka berdua terdiam.


Yerin dan Taehyung juga mulai gugup saat orang tua Taehyung menatap ke arah mereka. Bahkan tatapan mematikan Tae hee di balas tatap oleh Taehyung saat melihat gadisnya ketakutan.


"Kau menakuti kekasih ku maa..." Ucap Taehyung memperingati.


"Dia bahkan belum lulus kuliah Seokjin, apa yang mau ia berikan pada istrinya kelak?"


"Aku akan membantunya Maa. Kau tidak usah khawatir akan hal itu." Sahut Seokjin.


"Aku juga akan menjaga mereka berdua. Lagi pula kisah ku juga hampir sama dengan mereka lalu kalian kenapa begitu berbeda?" Ucapan Namjoon membuat orang tuanya terdiam tanpa bisa menjawab.


"Aku rasa semua orang di sini setuju. Aku mohon restu kalian. Besok kami akan mengadakan pernikahannya." Jelas Taehyung yang memberanikan diri saat kedua hyungnya mendukungnya.


"Kau kira, gadis rendahan itu masuk ke dalam keluarga kita!"


"Maaa! Bukannya dulu kau pernah cerita nasib keluarga kita yang buruk sebelum aku lahir?"

__ADS_1


"Kami berjuang untuk mu! Bukan berpangku tangan pada seseorang untuk naik kelas sosial!"


"Baiklah kalau itu kata mu maaa. Biarkan kami juga berjuang untuk hidup kami. Biarkan kami sendiri. Kau tak perlu melihat ku setelah pernikahan aku dan Yerin. Besok aku berjanji akan jadi hari terakhir untuk menjadi putra mu."


Plak!!!!


Tae hee menampar putra bungsunya. Taehyung hanya diam saat rasa panas itu menjalar di pipinya. Mata Tae hee berair. Tak menyangka kalau putra bungsu kesayangannya itu akan berkata seperti.


"Terserah apa katamu! Kau bahkan bahagia melihat mama mati, bukan? Aarrgghht..." Tae hee memegang kepalanya yang berdenyut. Jantungnya juga terasa di remas sangat sakit.


Dan


BUGH


Tae hee tumbang. Suaminya segera menggendong istrinya menuju kamar mereka. Seokjin segera memanggil dokter pribadi keluarga mereka dan Namjoon berdiri di samping Taehyung.


"Kau tidak seharusnya berkata seperti itu pada mama. Dia sangat menyayangi mu. Sekarang apapun dia untuk menentangnya karena rasa sayangnya padamu, dia pasti akan mengizinkannya Taehyung. Tidak dengan kau putus hubungan di keluarga ini. Bukankah aku dan Seokjin sudah berjanji untuk membantumu."


Taehyung mengangguk. Dia merasa bersalah atas ucapannya yang keterlaluan. Taehyung menatap wajah gadis manis di sebelah nya menyiratkan ke khawatiran.


"Terus berdoa agar semua ini tetap baik-baik saja saja. Percaya pada ku. Aku tak kan meninggalkan mu." Taehyung membelai puncak kepala Yerin sebelum merangkul gadis itu dan kembali ke kamar Taehyung.


Ia cukup berada di kamarnya agar tidak memperkeruh keadaan. Biarkan ibunya sadar tanpa melihatnya itu lebih baik dari pada mengundang emosi ibunya.


"Tae tae... " Panggil Seokjin di depan pintu kamar Taehyung.


"Bicaralah baik-baik pada mama. Biarkan Yerin beristirahat di sini dahulu." Taehyung mengangguk.


"Aku pergi dulu. Kau tidak usah memikirkannya." Ucap Taehyung sebelum pergi menyusul Seokjin.


'Semoga baik-baik saja. Semoga Taehyung benar-benar di ciptakan untukku.' bathin Yerin.


.


.


.


.

__ADS_1


Continue. . . . . .


__ADS_2