
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Touch me right there —KTH.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
"Perhatikan semua!"
Sambil memukul papan tulis, guru itu berusah membuat siswanya fokus kepadanya. Hingga hening dan semua mata tertuju padanya. Ia menghela nafas sebentar.
"Karena siswa di sebelah penuh, teman kita dari kelas sebelah akan pindah di sini. Jeon Jungkook, masuklah!"
Deg
Yerin menatap pintu kelasnya. Menatap pemuda itu yang benar-benar akan pindah ke kelasnya. Nafasnya sedikit menggebu karena kesal. Entah apa yang di ingin Jungkook di dalam kelasnya.
"Hallo semua..." Sapa Jungkook dan tersenyum puas melihat tatapan Yerin dan Eunha yang terlihat gelisah saat menatapnya.
"Mungkin kalian semua sudah saling kenal. Jadi Jungkook silahkan pilih bangku mu." Jungkook berjalan menuju meja di samping Eunha yang kosong. Disana memang ada tas, menandakan kalau sudah ada orang di sana. Tapi Jungkook memanglah Jungkook.
Pemuda itu membuang tas yang ada di sana ke tempat lain. Lalu duduk di samping Eunha yang berada di sebelah kanan kelas di samping dinding.
"Aku mau di tempatmu. Apa kita bisa bertukar tempat?" Tanya Jungkook lembut karena banyak mata yang sedang memperhatikan mereka.
"A-aku lebih dulu di sini dan di samping ku sudah ada Yuju. Lebih baik kau mencari kursi lain." Ucap Eunha sedikit ragu.
Yuju yang baru saja kembali dari toilet menatap tempat duduknya dengan bingung. Saat melihat tasnya tak lagi di sana, ia menoleh ke arah pemuda itu.
"Ini bukanlah kelas mu, jadi bisa kau pergi!?!" Ucap Yuju dengan nada tegas.
"Sayang. Bisakah kau jelaskan pada teman mu kalau sekarang kita sudah jadi teman sekelas?" Kata-kata Jungkook membuat kening Yuju berkerut.
"Dia pindah ke kelas ini." Ucap Eunha pelan.
"Tapi ini tempat duduk ku." Ucap Yuju yang masih pada pendirian.
"Kalian yakin ingin berdebat dengan ku masalah tempat duduk?" Suara rendah itu membuat Yuju pergi dengan kesal ke kursi di mana tasnya berada. Ia malas jika pemuda itu selalu terlihat penuh ancaman.
"Dan kau? Jika aku tidak pindah di tempat mu sekarang, bahu mu cukup ku jadikan dinding tempat ku bersandar." Lagi-lagi ancaman. Eunha berdiri. Mempersilahkan Jungkook untuk bertukar tempat dengannya.
Eunha kesal saat ia terus di kendalikan oleh murid pindahan itu. Sejak Jungkook pindah ke sekolah mereka beberapa minggu yang lalu, hidup Eunha menjadi sulit. Meski mereka berada di kelas yang paling dasar, Jungkook selalu mempersulitnya.
"Anak baik..." Ucapan Jungkook di iringi belaian tangannya di puncak kepala Eunha membuat gadis itu membeku. Jungkook tersenyum lalu memilih melipat tangannya untuk menjadi bantal dan tidur.
.
__ADS_1
.
.
.
Kring... Kring... Kring...
Bell istirahatpun berbunyi. Jungkook terbangun saat tubuhnya tersenggol oleh Eunha yang sedang memasukan buku-bukunya ke dalam laci meja.
"Sudah bell?" Tanyanya dengan wajah bantal.
"Menurutmu?"sahut gadis itu dengan nada jengkelnya.
Jungkook hanya tersenyum menanggapi sifat judes Eunha. Jemari Jungkook mengucek matanya. Menyadarkannya kalau ini memang sudah waktunya istirahat. Jam pelajaran yang membosankan hanya menjadi waktu untuk tidur bagi Jungkook. Setelah meregangkan otot, Jungkook menatap dia, orang yang berdiri di depan pintu kelas. Jungkook juga melirik Yerin yang masih di dalam kelas di tinggal oleh Eunha dan Yuju.
"Hya! Bakpao! Kau tak istirahat?" Tanya Jungkook saat melihat Yerin masih fokus dengan catatannya.
"Jaga ucapanmu atau aku benar-benar menendang mu!" Tepat saat Yerin mengatakan itu. Dua hyung nya Jungkook masuk ke dalam ruang kelas itu.
"Jeon Jungkook! Kenapa kau pindah ke kelas ini? Bukannya ini kelas yang paling menyeramkan? " Ucap Jimin sambil tertawa geli melihat lirikan tajam Yerin saat dirinya masuk ke dalam kelas mereka bersama Taehyung yang masih fokus pada game diponsel nya.
"Di kelas sebelah membosankan dan terlalu padat. Setidaknya di sini aku bisa uji nyali dan pertunjukan romance." Ujar Jungkook yang memainkan kedua alis matanya melirik Taehyung dan Yerin.
"Tutup pintunya." Perintah Taehyung saat terdengar suara terburu-buru memasukan buku dalam laci meja yang berasal dari Yerin.
"Hyung! Apa kau dengar ia mengancam ku? Dia akan menendangku. Itu menyakitkan." Taehyung hanya tertawa pelan saat Jungkook berkata begitu dengan nada yang imut.
"Kau memang sangat jahil Jeon Jungkook. Tapi sekarang aku benar-benar sangat bosan." Yerin menelan ludahnya dengan kasar. Lalu berdiri untuk pergi dari tempatnya secepat mungkin.
"Wah... Sepertinya ada yang kurang beruntung... " Jimin terkekeh saat Yerin menghentikan langkahnya karena Tatapan tajam itu tengah menatapnya.
"Aku hanya punya beberapa detik jika kau ingin kabur... Tapi itu tadi." Ujarnya seraya melangkahkan kaki mendekat ke arah gadis itu.
Yerin sungguh bingung. Kenapa ia tak bisa melawan pria itu seperti ia melawan Jungkook atau Jimin. Seperti Taehyung punya remot tersendiri untuk mengendalikan nya.
"Kemarilah." Taehyung menyandarkan tubuhnya pada dinding dekat pintu kelas.
Ia tersenyum puas saat Yerin berjalan ke arahnya. Ia juga melihat tangan gadis itu mengepal kuat hingga tangannya terulur untuk meraih kedua tangan itu.
"Kau menahan amarah? Kepadaku?" Tanya Taehyung yang membuat Yerin tak tahu bagaimana cara menghadapi iblis yang satu ini. Sedangkan dua penonton di sudut kelas itu belum puas dengan aksi hyungnya satu ini.
"Aku akan berhati-hati lain kali. Aku akan pergi secepat mungkin saat kau berada di sini. Ku mohon lepaskan aku." Pinta Yerin dengan wajah yang tertunduk. Satu jari Taehyung membawa Yerin untuk menatapnya. Taehyung tahu kalau gadis itu sedang kebingungan tapi sungguh sial karena taehyung memang sedang suntuk.
"Berikan aku satu hadiah dulu. Aku akan melepaskan mu dengan mudah." Ucapan Taehyung semakin membuat Yerin bingung. Tangan Taehyung membawa kedua tangan Yerin untuk membingkai wajah Taehyung.
__ADS_1
"Di sini." Taehyung menunjuk bibirnya yang menggoda.
Sungguh Yerin tak sanggup untuk berhadapan dengannya. Ia benar-benar menahan kemarahannya. Namun di atas marahnya ia sedang ketakutan.
"Sekarang atau aku akan memperkosa mu di sini." Ucapan itu lolos begitu saja dari bibir Taehyung yang semakin membuat Yerin bergetar ketakutan.
Kejadian tahun lalu membuatnya trauma dan ketakutan berhadapan dengan Taehyung. Tapi pria itu selalu saja mengganggunya terus menerus. Seakan Yerin di takdirkan untuk di kendalikan oleh Kim Taehyung.
Yerin mendekat kan wajahnya. Lalu mengecup lembut bibir lembut itu. Namun Taehyung tak membiarkan bibir itu mendarat hanya sebentar di atas bibirnya. Dengan mudah Taehyung membalikan posisi. Menyudutkan Yerin pada dinding dan merapatkan tubuh mereka hingga benar-benar menempel.
Taehyung menyesap bibir manis itu. Menahan tengkuk Yerin agar menyecap lebih dalam. Menyentuh benda lembut di dalamnya yang menari menyentuh bibir Taehyung. Yerin menyerah untuk memberontak. Membiarkan Taehyung menguasainya.
Taehyung melepas ciuman mereka dan menyatukan kening mereka. Membiarkan Yerin berpacu dengannya menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Aku tak suka bermain sendiri. Jika kau tidak membalasnya, aku akan bermain sendiri di atas tubuh mu." Lagi-lagi kata-kata itu.
Yerin menarik tengkuk Taehyung dan merasakan bibir itu. Menggigit kecil, ******* habis bibir Taehyung. Hingga Yerin lupa diri untuk berhenti. Taehyung menikmati setiap sentuhan tangan Yerin yang menyentuh tubuhnya saat mereka berciuman. Hingga tangan Taehyung mulai masuk ke dalam baju Yerin.
Gadis itu menghentikan gerakannya. Sadar dengan apa yang ia lakukan, Yerin menunduk. Membiarkan Taehyung berhenti menyentuh kulit punggungnya.
"Aku sudah melakukannya." Ucap Yerin tapi setelah Yerin melakukan itu terhadap Taehyung. Pemuda itu malah menginginkan lebih tapi Taehyung harus menahannya. Ia tak bisa kelepasan lagi untuk yang kedua kalinya meski ia bisa menjangkau Yerin dengan mudah.
"Ternyata kau sangat sexy dan berpengalaman saat melakukan itu ya..." Ucapan Jungkook mendapat tatapan tajam dari Taehyung.
Taehyung menatap bibir Yerin yang terlihat membengkak. Jemari Taehyung terangkat untuk menghapus bekas salivanya yang masih tertinggal di sana.
Setelah melakukan itu Taehyung membiarkan Yerin pergi atau ia akan melakukan hal yang lebih dari itu.
"Setelah ini kau tau harus apa. Lain kali akan lebih buruk dari ini." Ucap Taehyung seraya mengusap pipi Yerin dengan lembut. Yerin mengangguk.
"Pergilah." Yerin segera pergi dari sana dengan mata yang berkaca-kaca.
Hari ini Yerin kembali di ingatkan apa yang sudah di lakukan Taehyung padanya tahun lalu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Continue. . .