PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
04


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


But i still want you —KTH


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Fikiran nya tengah melayang. Ia sedang terduduk di tribun yang kosong. Lapangan basket itu sepi. Tapi gadis itu memilih di sana untuk bersembunyi. Matanya terus berkaca-kaca terbayang tentang yang lalu.


Tentang kaki kecil yang selalu berlari mengekori bocah laki-laki yang tampan. Tentang dia yang selalu memberikan semua rasa manis untuk bocah laki-laki itu.


"*Tae.. Ini.." Gadis mungil itu menjulurkan tangannya, memberikan cokelat yang sudah ia siapkan.


"Jung Yerin! Berhenti menggangguku!" Ancam bocah laki-laki itu namun Yerin kecil terus mengabaikan*.


Dulu memang tinggi badan Tae terlalu rendah dari Yerin. Jadi Yerin selalu ingin melindunginya tanpa Yerin sadari kalau hal itu membuat bocah laki-laki itu kesal dan mendendam.


"Kenapa kau begitu membenci ku!" Gumamnya saat mengingat masa lalu.


Yerin menghapus air matanya yang sedikit menetes. Yerin mengusap mukanya dengan kasar. Lalu meremas jemari tangannya sendiri agar menghilangkan rasa cemas di hatinya.


Lalu pintu itu terbuka. Yerin menatap seseorang di depan pintu itu, berdiri seraya tertuju ke arahnya namun matanya fokus pada ponsel. Yerin gelapan. Dia bingung antara bersembunyi atau diam.


"Kenapa kau tidak pergi?"


"Ba-baiklah. Aku akan pergi." Yerin segera turun dan melangkah keluar saat kembali mendengar nada perintah itu dan pemuda itu berjalan ke arah Yerin.


Namun gadis itu selalu gugup dan takut saat mencoba lari dari sang pemangsa ini. Yerin salah langkah dan terjatuh.


BUGH


Awsssshhh


Rintihnya menatap lututnya yang tergores dan tangannya yang memerah. Taehyung memasukan ponselnya ke dalam saku. Menatap gadis itu datar.


Dengan sekali tatapan. Taehyung menggendong Yerin, membuat gadis itu lebih gelagapan lagi. Ia takut sangat takut dengan seorang Kim Taehyung yang dulu selalu di pujanya.


"Biar aku yang mengobatinya. Aku bisa sendiri." Bisik Yerin saat Taehyung membawanya ke UKS.


"Kau masih menyepelekan ku?" Taehyung menatap dalam Yerin yang berada dalam gendongannya.


"Bukan....Maaf." Hanya kata itu yang bisa Yerin ucapkan dan diam di dalam gendongan pria itu.


Taehyung merebahkan Yerin di atas ranjang UKS dan mengambil kotak P3K. Pria itu dengan telaten membersihkan luka Yerin tanpa komentar. Begitu dengan Yerin yang menahan sakit saat Taehyung dengan sengaja menekan lukanya.


Setelah di plester, Taehyung menatap Yerin yang terlihat ketakutan padanya. Taehyung menatap dekat wajah Yerin hingga jaraknya bisa di ukur dengan penggaris.


"Kau masih takut dengan ku?" Yerin hanya mengangguk. Menggigit bibir itu agar tak mengatakan apapun yang membuat Taehyung marah.


Tangan Taehyung terulur. Membelai lembut bibir Yerin yang tergigit hingga lepas dengan sendirinya karena Taehyung terus membelai.

__ADS_1


"Maaf." Gumam Yerin, menghasilkan senyuman Taehyung.


"Kau semakin mengerti aku." Ucap Taehyung yang membingkai wajah Yerin.


Jika di lihat dengan intens. Mereka seperti kucing dan ikan. Wajah Yerin terlihat pasrah ketakutan dan Taehyung yang terlihat kelaparan.


Dengan gerakan lambat, Taehyung menempelkan bibirnya dengan punya Yerin. Lembut dan manis, hingga pemuda itu tak bisa menahan diri untuk tidak ******* nya. Yerin menutup matanya. Merasakan rasa ingin Taehyung padanya. Membiarkan ketakutan itu hilang.


Taehyung mengecup lembut bibir bengkak itu dan membelai lembut bibir itu. Menatap mata Yerin yang sudah tenang tanpa ketakutan.


"Istirahat saja di sini."


"Tapi aku—" Yerin menghentikan ucapannya saat tatapan Taehyung berubah menjadi sedikit menakutkan.


Namun suara perut Yerin menggantikan bibirnya untuk berbicara. Taehyung tersenyum dan mengecup kening Yerin lembut.


"Biar jungkook yang membelinya." Ucap Taehyung yang mengeluarkan ponselnya dan menulis pesan.


Yerin tersenyum malu. Namun ia hanya bisa diam dan mengarahkan matanya ke arah lain. Sampai bunyi ponsel Yerin mengacaukan ketenangan itu.


"Byun Baekhyun?" Taehyung menyebutkan nama sangat penelepon di ponsel Yerin.


"Aku mengangkatnya sebentar. Aku akan menghidupkan speaker nya." Ucap Yerin yang mengambil ponselnya dari tangan Taehyung yang membuat pemuda itu kesal sampai ke ubun-ubun.


"Halo kak, ada apa?"


"I-iya kak. Aku tidak bisa jadi biarkan orang lain yang menggantikan ku." Sahut Yerin menjawab pertanyaan seseorang dari sebrang sana.


"Jeon Jungkook dari kelas mu sudah mendaftar. Apa kau tidak menyesal?" Yerin kembali menatap Taehyung yang kini menatapnya tajam.


"Iya kak. Aku sudah yakin jadi jangan tanya hal ini lagi kak." Ucap Yerin yang merasakan hawa dingin di ruangan UKS itu.


"Aku ingin menemuimu. Kau di mana?" Lagi-lagi Yerin bingung menghadapi situasi ini. Dia selalu di kepung oleh malaikat kematian.


"Hyung! Ini pesanan mu." Jungkook masuk ke dalam UKS. Menatap bingung hyungnya yang terdiam seraya memegang ponsel dan Yerin yang terlihat sedang menelfon.


"Jung Yerin! Apa dia di sana?" Yerin kembali mendengar suara Baekhyun yang terdengar panik saat mendengar suara Jungkook.


"Dia di sini dan mendengar semuanya." Ucapnya jujur dan merasa bersalah.


"Oh begitu. Baiklah, aku akan menutup telfonnya."


Lalu sambungan telfon itu mati. Taehyung juga menatapnya dengan sangat mematikan dan Jungkook ada di sebelahnya.


"Habiskan." Perintah tuan pengendali itu dengan sangat tegas.


Yerin segera memakan apapun yang sudah di belikan Jungkook. Taehyung terus memotret wajah manis itu yang melahap makanannya dengan cepat.


'Apa ia Selapar itu?' gumam Taehyung dalam hati.

__ADS_1


Jungkook terkikik pelan melihat Yerin yang hanya takut dengan Hyungnya. Pasalnya Yerin selalu membanting nya saat latihan Taekwondo. Bahkan Jungkook merasa heran kenapa gadis mungil itu bisa sekuat itu.


"Kau bisa makan dengan perlahan. Tidak ada yang berebut dengan mu." Sindir Jungkook yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Yerin.


"Hyung kenapa kau tidak ke lapangan tadi?" Tanya Jungkook.


"Aku sudah di sana tadi." Jungkook menoleh Taehyung dengan raut bingung.


"Aku tidak melihatnya."


"Karena peliharaan ku terluka." Jungkook mengangguk paham.


Sedangkan Yerin hanya memutar matanya sebal. Untung saja pria itu tak melihatnya, jika tidak. Entah apa yang terjadi setelahnya.


"Kalau begitu pergilah. Aku sudah tidak apa-apa." Ucap Yerin karena sudah malas dengan keberadaan mereka berdua.


"Kau mengusir ku?" Yerin langsung menggeleng kan kepalanya.


"Maaf" Singkat nya.


"Kami pergi. Dan kau harus tetap di sini sampai aku menjemput mu. Mengerti?"


'Selalu saja memerintah tapi tidak suka jika di perlakukan seperti itu. Dasar menyebalkan' dumal Yerin di hatinya.


Telunjuk Taehyung mengetuk dahi Yerin yang berkerut. Sambil tersenyum mengerikan Taehyung berkata "jangan mengumpat ku di dalam hati mu. Paham?!?"


Yerin menghela nafasnya dan mengangguk lalu menatap kepergian mereka dengan bahagia.


"Anak anjing mu sangat manis hyung"


"Urus saja anak anjing mu!" Ucap Taehyung dan berjalan lebih dulu dari Jungkook.


.


.


.


.


.


.


.


.


CONTINUE. . . .

__ADS_1


__ADS_2