PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
09


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


I just "boomm boomm" Youre heart —KTH


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


"Hya! Chagi kau kemana saja???"


Lalisa. Gadis itu memeluk Taehyung saat pria itu baru saja keluar dari Villa nya. Untung saja Yerin lebih dulu keluar dari Villa itu.


"Jangan semaumu di sini!"


Lalisa segera melepaskan pelukannya. Membiarkan Taehyung menggenggam tangannya. Itu lebih baik dari pada memeluk Taehyung tapi pria itu terus mengancam.


"Masing-masing kita akan di jadikan kelompok. Biarkan aku satu kelompok dengan mu yaaaa tae?" Ucap Lisa dengan wajah imutnya. Taehyung tersenyum seraya tangannya terulur membelai puncak kepala Lisa namun matanya tak lepas memandang aktivitas Yerin.


"Itu tergantung osisnya."


Mendengar jawaban itu Lisa hanya bisa menghela nafas. Gadis itu lebih memilih berkumpul bersama Rose, Jennie dan Jisoo yang sedang bersama kakaknya Rose. Park Chanyeol.


"Kalian satu grup dengan siapa?" Tanya Lisa yang masih menggenggam tangan Taehyung.


Taehyung melepas tangan itu dan mengeluarkan ponselnya. Menyuruh Jimin dan Jungkook untuk mendekat ke arahnya. Tak lama kemudian mereka datang dengan gadisnya.


"Jimin! Kau berpacaran dengan Seulgi?" Tanya Kai yang berdiri di samping Sehun dan Chanyeol.


"Oh. Kami sudah lama, giliran kau yang harus gerak cepat." Ucap Jimin dengan bangganya menunjukkan genggamannya dan Seulgi kepada mereka.


"Kami sudah berpacaran." Jennie menggenggam tangan Kai. Membuat pria itu terkejut.


Jimin tertawa kecil, mendekat ke arah Jennie tanpa melepas tangannya dengan Seulgi. Pria itu menjulurkan tangannya yang bebas. Mengusap kepala gadis mungil itu.


"Kelinci kecil yang manis. Kau harus jadi anak baik ya?" Ucap Jimin sambil tersenyum manis.


'Meski tidak menjadi kekasih mu. Cukup menjadi seseorang yang kamu sayangi saja aku sudah bahagia.' gumam Jennie dalam hatinya.


Jennie tersenyum, bergelantungan manja di tangan Kai yang siap merengkuh tubuh kecilnya. Kai berterima kasih pada Jimin yang sudah membantu menjalin hubungan nya dengan Jennie. Gadis itu sangat sulit di dekati. Tapi karena bantuan Jimin dan kegigihannya, ia berhasil mendapatkan kelinci kecil milik Jimin.


"Sowon!" Gadis penuh pesona itu menoleh. Saat teman sekelasnya atau musuhnya itu memanggilnya.


"Ada apa?" Sahut Sowon menatap Taehyung yang bersama teman-temannya.


"Aku hanya mengatakan pada hyung tentang apa yang terjadi. Kata hyung, jaga dirimu baik-baik." Ucap Taehyung yang tersenyum sinis sekali.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan padanya, Kim Taehyung!!!" Geram Sowon namun di tahan oleh Yuju.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Memangnya kenapa?" Setelah itu Taehyung pergi seakan tak peduli.


Sowon memang tidak takut pada Taehyung tapi tidak dengan Seokjin, yang berstatus sebagai tunangannya karena orang tuanya yang berhutang dengan keluarga mereka.


"Kak. Sudahlah, dia hanya menginginkan emosi mu saja." Yuju membujuk Sowon agar emosinya mereda. Yuju juga kesal dengan Eunha yang kembali menjadi tawanan Jungkook dengan senyum lebar di wajah gadis itu.


"Kau kenapa Yuju?" Yerin yang baru datang dan merasa heran dengan tatapan kesal Yuju hanya mengikuti pandangan temannya itu.


"Oooh Eunha. Dia sudah berbaikan dengan Jungkook. Mungkin Pria itu benar-benar tulus. Kita hanya bisa mendukungnya bukan?" Yuju hanya menghela nafasnya, lalu mengangguk pasrah.


Semuanya berkumpul untuk mendengar intruksi dari OSIS. Masing-masing sudah mempunyai kelompoknya.


Baekhyun satu kelompok dengan Yerin, Seulgi, Kai, Sehun dan Eunha. Sedangkan Taehyung satu kelompok dengan Lisa, Jisoo, Chanyeol, Jennie dan Jimin. Jungkook memandu Tim fans fanatiknya, yaitu Hwasa dan anggotanya.


"Hyung ayo kita tukar kelompok..." Rengek Jungkook pada Taehyung dan Jimin.


"Jungkookie... Kau adalah Osis dan kau adalah pemimpin mereka. Jadi tidak ada perubahan anggota. Mengerti?" Jelas Baekhyun dengan bangga saat melihat wajah kesal Taehyung karena berpisah dengan Yerin.


Game kali ini adalah menemukan 30 pita yang sudah di sembunyikan panitia. Dan Tim panitia kali ini bukan Osis. Melainkan tim konsumsi mereka. Jadi meski anggota OSIS sekalipun tidak ada yang tahu letaknya.


Bagi tim yang paling sedikit menemukan pita, mereka akan kena hukuman. Yaitu timnya harus melakukan nyanyi di api unggun nanti sambil menari. Sebenarnya itu hanya untuk hiburan saja.


"Chagi... Aku takut sendiri." Ucap Lisa yang memegang baju Taehyung saat Taehyung beranjak ingin pergi.


"Aku harus ke toilet. Kau dekat Chanyeol hyung saja. Hyung..." Panggil Taehyung pada Chanyeol.


"Aku titip Lisa. Dia kelinci nakal." Ucap Taehyung sambil mengedipkan sebelah matanya pada Lisa. Gadis itu hanya terkekeh pelan karena ulah Taehyung. Chanyeol hanya mengangguk paham.


Taehyung segera pergi dari sana. Mengedarkan pandangannya, memantau anak anjingnya. Di sana, Taehyung melihat Yerin yang sedang memanjat pohon tanpa kelompoknya. Baekhyun sangat jauh dari posisi Yerin saat ini. Taehyung menggeleng pelan. Heran akan gadis yang satu ini.


Taehyung berjalan mendekat saat Yerin baru ingin turun dari pohon itu. Dengan sengaja Taehyung menarik Yerin ke bawah saat satu pijakan lagi Yerin sampai ke bawah.


"Hya!" Jantung Yerin seakan mau copot. Rasanya akan benar-benar terjatuh. Ia tidak menyadari kedatangan Taehyung yang benar-benar seperti iblis.


"Aku menangkapmu. Jadi tidak usah berteriak!" Kesal Taehyung.


"Mau apa ke sini? Bukannya aku sudah menjauh dari orang-orang yang tidak kau sukai?!?" Kesal Yerin dan mendirikan matanya.


Taehyung terkekeh pelan dan mendorong Yerin. Menyudutkan gadis itu di pohon seraya tangannya menahan pinggang Yerin dan tangan satu lagi membelai pipi Yerin.


"Hanya butuh asupan vitamin dari mu." Yerin menahan senyumnya. Lalu teringat Lisa yang satu kelompok dengan Taehyung membuatnya jengkel.

__ADS_1


"Kau bisa memintanya dengan kekasih mu. Kenapa harus dengan ku!" Ucap Yerin yang memilih menatap ke arah lain.


Taehyung tersenyum gemas melihat ekspresi Yerin saat ini. Taehyung menjilat bibir bawahnya. Menahan diri untuk tidak menyerang Yerin saat ini.


"Jadi kau cemburu?"


"Tidak!"


"Ah... Banyak pita yang sudah kau dapat. Bolehkan aku memintanya dan memberikannya pada Lisa?" Mata Yerin melebar. Taehyung membuatnya kesal.


"Cari saja sendiri." Ucap Yerin seraya mendorong tubuh Taehyung. Namun pria itu tak bergeser sedikitpun.


Taehyung tersenyum, lalu kembali mencium bibir manis itu dengan lembut. Mengemut perlahan sampai gadisnya benar-benar menikmati temponya. Taehyung mengusap punggung Yerin membuat gadisnya terangsang dan memperdalam ciuman mereka.


Taehyung benar-benar gila. Ia menggesek kan punya dengan milik Yerin si bawah sana. Tentu saja masih dengan celananya. Kedua tangan Taehyung memeluk gadis itu dan meremas bokong Yerin, hingga gadis itu terkejut dan berusaha melepas ciuman mereka.


Namun bukan Taehyung namanya jika bisa lepas semudah itu. Taehyung masih terlena akan tubuh Yerin hingga ia sekarang terfokus dengan leher jenjang Yerin.


"Oppa.. Hentikan.." Rintih Yerin saat Taehyung menyesap kulit lehernya.


"Ahhh... Bau mu itu... Aku tidak bisa berhenti." Geram Taehyung yang terlihat sangat frustasi saat menghentikan dirinya sendiri.


Yerin tersenyum saat melihat Taehyung yang begitu ketergantungan pada dirinya. Tapi itu tidak baik untuk saat ini. Mereka masih sekolah dan belum cukup umur. Masih banyak yang Yerin pertimbangkan.


"Kembali lah ke kelompok mu. Bukan kah aku sudah memenuhi stok vitamin mu?" Ucap Yerin membelai lembut pipi Taehyung.


"Kau seperti heroin untuk ku. Aku benar-benar kecanduan! Dasar anak nakal!" Geram Taehyung lalu mengecup pelan bibir Yerin.


Yerin terkekeh pelan saat Taehyung memilih pergi. Lalu kembali mengumpulkan pita yang di dapatnya. Yerin kehilangan tiga miliknya dan menatap Taehyung yang sudah menjauh terkekeh pelan.


"Dasar! Anjing gila!" Kesal Yerin yang melihat tiga pitanya itu berada di tangan Taehyung.


.


.


.


.


.


Continue

__ADS_1


__ADS_2