PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
07


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Ajari aku caranya merelakan tanpa harus membenci—JY


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Hari ini hari di mana sekolah mengadakan perjalanan wisata di setiap tahunnya. Tiap kelas memiliki satu bus.


"Bus no berapa?"


Yerin menoleh, mendapati Baekhyun sedang menatapnya. Gadis itu tersenyum sangat manis, membalas senyuman Baekhyun yang tertuju padanya.


"9 kak. Kalau kakak?" Tanya Yerin ramah.


"Aku di Bus pertama bersama anak OSIS lainnya. Temanmu Eunha juga ikut di Bus kami." Ucapan Baekhyun membuat kening Yerin berkerut.


"Untuk apa?"


"Ku dengar dia baru meresmikan hubungan nya dengan Jungkook."


"Hah?" Yerin benar-benar terkejut sedangkan Baekhyun hanya terkekeh pelan melihat ekspresi lucu Yerin.


"D-dimana dia sekarang kak?" Tanya Yerin.


"Di dalam Bus." Sahut Baekhyun membuat langkah Yerin dengan cepat berbalik menuju Bus Eunha.


Baru saja menatap Bus yang akan di tumpangi Eunha. Yerin langsung mendapatkan pemandangan yang membuatnya kesal. Yerin menatap Eunha duduk bersandar di jendala dengan mata sembab dan air mata yang terus mengalir. Sedangkan Yerin mendapati Jungkook sedang bernyanyi dengan gitar di tangannya bersama Jimin, Taehyung dan juga para gadis di kursi paling Belakang.


Untung saja Bus belum berangkat. Yerin memberanikan diri masuk ke dalam Bus itu. Menatap tajam Jungkook yang juga tengah menatapnya.


"Hey bakpao? Ada apa kau kemari?" Tanya Jungkook dengan senyuman menghiasi wajahnya.


Yerin melirik Taehyung yang memilih menatap ponselnya. Yerin menarik nafas dan memberanikan diri. Dalam sekali tarikan.


PLAK


Rasa panas itu menyesap kedalam tulang pipi Jungkook. Semua teman-temannya terkejut saat Yerin menampar Jungkook di depan semuanya. Taehyung menatap Yerin lekat tapi gadis itu sudah tak peduli lagi.


"Jangan pernah menyentuh sahabat ku!" Tegas Yerin sebelum pergi ke bangku Eunha.


Jungkook baru saja ingin marah tapi setelah melihat Yerin pergi ke tempat Eunha malah membuatnya semakin bingung.


Eunha menangis.


Jungkook benar-benar bingung. Setahunya, ia meninggalkan Eunha dalam kondisi gadis itu tertidur. Ia tidak tahu kalau gadisnya menangis. Ia tak tahu apa sebabnya.


"Yerin?" Eunha memeluk Yerin yang datang untuknya.


"Bawa aku pergi dari sini. Ku mohon..." Pinta Eunha.


Yerin mengangguk. Mengambil Tas Eunha dan membawa gadis itu turun. Yerin memperingati Jungkook agar pria itu tak menahan mereka. Jungkook terdiam dan bingung. Ia memilih duduk di tempatnya dengan Kursi Eunha yang kosong.


"Kenapa?" Gumam Jungkook dalam hati.


Jimin dan Taehyung yang tak suka melihat adiknya yang terdiam segera mendekati Jungkook.

__ADS_1


"Kejar dia. Kenapa kau tak menahannya?" Jungkook menatap Jimin.


"Hyung..." Rengeknya. Jimin memeluk adiknya itu dengan sayang sedangkan Taehyung hanya menatap mereka lekat.


"Aku akan pindah bus" Pernyataan yang tak bisa di gugat itu membuat Jimin dan Jungkook tercengang.


Taehyung keluar dari Bus itu membuat kekasihnya mengejarnya. Lisa menatap heran Taehyung yang tiba-tiba turun dari Bus, sementara mereka akan berangkat.


"Tae, kau mau kemana?" Tanya Lisa dengan raut khawatir. Taehyung berputar menatap Lalisa dengan tajam.


"Kembali ketempat mu! Jangan ikuti aku!" Perintahnya.


"Tapi... Baiklah" Lalisa mengalah saat mata tajam Taehyung menatapnya datar.


Taehyung kembali melangkahkan kakinya menuju Bus yang di tumpangi Yerin. Langkahnya di percepat saat tampak Bus itu ingin jalan.


"Aku akan di sini, menggantikan Jungkook!" Ucap Taehyung yang tak menerima sanggahan.


Semuanyaa terdiam saat Taehyung memasuki Bus mereka. Pria itu mengedarkan pandangannya. Mendapati Yerin yang berdiri, membiarkan Eunha duduk di samping Yuju.


"Aku akan duduk di belakang. Lebih baik kau menjaganya ya..." Ucap Yerin kepada Yuju.


Bukannya Yerin tidak mau menjaga Eunha, tapi karena Yerin mabuk saat berkendaraan membuat Eunha yang akan kerepotan nantinya. Jadi ia meminta Yuju untuk menjaga Eunha. Eunha juga sudah tahu tentang kelemahan Yerin.


Baru saja Yerin berbalik untuk duduk di belakang, tubuhnya sekarang mematung. Menatap seseorang yang sangat ia hindari untuk saat ini. Dengan keberanian dadakan yang di bentuk di tubuhnya, Yerin berjalan ke tempat duduk belakang yang kosong melewati Taehyung yang menatapnya tajam. Sedangkan Taehyung mengikuti gadis itu dan duduk di sampingnya.


"Apa alasannya?" Tanya Taehyung tiba-tiba.


Yerin hanya diam dan mengangkat kedua bahunya dengan wajah yang menatap ke arah jalanan mengabaikan orang yang bertanya. Taehyung benar-benar kesal tapi ia menahannya.


Yerin menoleh menatap Taehyung dengan tajam. Rasa muak, takut dan kesalnya sudah menumpuk menjadi satu. Sebuah emosi yang tak terbendung lagi.


"Berhenti menggangguku. Aku sudah muak dengan mu! Jangan mengingatkan aku tentang hal menjijikkan di masa lalu! Kau kira aku akan selamanya tunduk menjadi mainan mu? Kau sungguh memuakan Kim Taehyung!!!" Geram Yerin lalu berdiri. Pindah tempat duduk yang paling depan. Tempat di mana Sowon berada.


Yerin harus menyiapkan kantong plastik untuk muntah nya dari pada di belakang menahan kesalnya.


Saat Yerin pindah ke tempatnya, Sowon melirik ke arah belakang. Mendapati Taehyung yang sedang menatap Yerin tajam.


"Dia lagi? Ada apa kali ini?" Tanya Sowon yang bingung dan marah karena Yerin selalu terlibat.


"Eunha menangis. Aku tahu itu karena Jungkook. Jadi aku menampar pria sialan itu dan iblis ini mengikuti ku. Aku sudah muak kak..." tangis Yerin yang benar-benar tak tertahan lagi.


"Sudahlah. Tetap di sampingku." Terang Sowon seraya membawa kepala Yerin bersandar ke pundaknya.


Sowon. Sepupunya yang sangat dekat dengan Yerin. Sowon juga tunangan dari Kakak kandung Kim Taehyung yaitu Kim Seokjin. Sowon berjanji untuk melindunginya. Gadis mungil yang malang itu.


. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Keluar dari Bus, mereka langsung di serbu angin segar pegunungan. Mereka akan menginap semalam di Villa. Dan tanpa mereka sadari kalau Villa dan studi tahun ini di biayai oleh keluarga Kim Taehyung.


"Harap semuanya berkumpul." Pekik Baekhyun selaku ketua OSIS.


Semuanya berbaris dengan rapih. Tampak Lisa yang sedang mencari Kekasihnya namun tak kunjung tampak. Sedangkan Taehyung berada di belakang Yerin dan Sowon.


Yerin terus menggenggam tangan Sowon karena menyadari iblis itu terus mengikutinya. Yerin sangat ketakutan dan marah. Ia ingin sekali melampiaskan nya di sana tapi karena perjanjian itu, Yerin di buat bungkam.

__ADS_1


"Pembagian kamar sudah di bagi. Silahkan kalian cari teman kelompok kalian." Ucap Baekhyun.


Sowon berpisah dengan Yerin. Meski meminta Baekhyun untuk bisa sekamar dengan sepupunya. Tetap saja Baekhyun tidak bisa berbuat apa-apa. Ini ketetapan dari seseorang pengendali itu.


"Aku harus bersama Yuju, dan Umji. Kalian berdua tidak boleh saling meninggalkan. Paham?" Peringatan dari Sowon di angguki oleh Yerin dan Eunha tanda mereka mengerti.


Satu orang tiga kamar. Kebetulan Yerin dan Eunha sekamar. Mereka berada dengan nomor yang sama. Saat mereka memasuki kamar mereka. Ada yang terlupakan oleh mereka. Kalau penghuni kamar satu lagi itu adalah Lalisa, kekasih Kim Taehyung.


"Oh... Jadi kalian yang di sini?" Tanya Lisa dan bermanja di lengan Taehyung.


Eunha mengangguk. Sedangkan Yerin mengabaikan sepasang kekasih itu dan masuk ke dalam kamarnya, memilih ranjang terlebih dahulu.


Tak lama mereka menyusun barang-barang mereka. Jungkook, Jimin dan Seulgi datang menghampiri mereka.


"Apa kalian sudah bersiap. Hari ini masih ada kuis dan permainan lainnya yang akan di lakukan." Ucap Jimin ramah.


"Ayo" Suara Taehyung memimpin semuanya.


Taehyung keluar sendiri, membuat Lalisa sedikit berlari mengejarnya. Jimin dengan Seulgi dan Jungkook sedang menatap Eunha.


"Coba katakan, apa salah ku?" Tanya Jungkook yang bingung, sementara Yerin benar-benar dongkol melihat ini.


"Ayo Eunha, abaikan saja dia! Kesalahan sendiri saja tidak tahu!" Kesal Yerin dan membawa Eunha pergi dari sana.


"Sayang, kalau kau bersikap seperti ini terus. Kau akan membawa masalah untuk sahabat di sebelah mu itu. Kau tahukan apa arti aku untuk dua hyung ku? Kau terus melukai ku." Pekik Jungkook yang membuat langkah Eunha berhenti.


"Yerin, dia sedang mengancam mu." Bisik Eunha yang tidak tega jika terjadi apa-apa pada Yerin.


"Aku yakin, aku tidak apa-apa. Jika kau mau berbalik karena dia silahkan tapi jika karena aku, kau tidak perlu melakukan itu. Aku akan meminta perlindungan pada kak Sowon." Jelas Yerin.


"Biarkan aku mengucapkan satu kalimat untuknya." Izin Eunha yang di angguki oleh Yerin.


Eunha berbalik menatap Jungkook yang sedang menunggunya.


"Kesalahan mu. Yang pertama adalah karena kau kekasih ku dan aku memilih menyudahinya. Yang kedua kau menertawakan ku di bus. Apa menjadi kekasih mu membuat ku menjadi anak anjing untukmu! Yang ketiga kau meninggalkan ku saat aku sedih karena candaan berkelas mu itu! Aku tidak bisa bersama orang berkelas seperti dirimu Jeon Jungkook." Setelah mengatakan itu Eunha membawa Yerin lari secepat mungkin.


Jungkook yang baru saja mengejar Eunha kembali mempercepat larinya dan


Hap


"Kau harus menjelaskan padaku lebih banyak." Ucap Jungkook menarik Eunha paksa menjauh dari Yerin.


"Dan kau ikut dengan ku!" Sedangkan Yerin mulai ketakutan saat iblis itu berhasil menangkapnya.


'YaTuhan. Lindungi aku' doanya dalam hati.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Continue. . . .


__ADS_2