PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
27


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Cover? Kau tak perlu menilai. Kau hanya di perbolehkan melihat! —PJM


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Acara pernikahan TaeRin berlangsung dengan sederhana, hanya teman terdekat dan para kerabat yang datang ke acara pernikahan mereka. Seluruh kampus hampir tidak tahu kalau mereka sudah menikah.


Setelah hari pernikahan itu, Yerin tinggal di apartemen milik Taehyung. Kim Tae Hee yang awalnya tak menyukai Yerin harus diam dan melihat sisi baik gadis itu. Seminggu setelah pernikahannya, Yerin seringkali ke rumah utama keluarga Kim hanya untuk sekedar menemani Tae Hee memasak bersama.


Ibu mertuanya itu kini sangat menyayanginya. Taehyung cukup senang dengan hal itu. Ia juga fokus pada kuliahnya untuk menepati janji pada ayahnya.


"Wajah mu terlalu berseri! Aku tahu kau akan melakukannya setiap saat bukan?" Kesal Jimin saat Sahabat nya terus tersenyum sejak pagi.


"Hya! Apa yang kau katakan! Setelah menikah aku belum melakukannya, aku harus menahannya beberapa hari ini karena setiap wanita kedatangan tamu!" Taehyung membela diri dengan ucapan ketusnya di akhir.


Jimin dan Jungkook tertawa puas saat Taehyung mengatakan itu dengan raut wajah kesal tapi kembali ceria membuat dua sahabatnya itu bingung.


"Lalu apa yang membuat mu senang hyung?" Tanya Jungkook yang berhasil menghilangkan tawanya.


"Mama dan Yerin sudah sangat dekat sekarang." Mereka berdua mengangguk paham. Mereka tahu apa yang terjadi antara Yerin dan orang tua Taehyung bahkan sejak SMP dulu kecuali Jungkook.


"Lalu apa lagi?" Tanya Jimin yang belum puas dengan jawaban Taehyung.


"Hari ini ia sudah selesai kedatangan tamu."


PLETAK!!!!


Jimin menjitak keras kepala Taehyung dengan kesal. Jungkook hanya menggelengkan kepalanya.


"Selalu saja! Aku tahu otak mu hanya di penuhi oleh nafsu!"


"Wajar! Aku pria!"


"Aku tidak begitu" Sahut Jungkook membuat Taehyung dan Jimin menoleh dengan kening berkerut.


"Otak mu tidak pernah berfikir untuk menyentuh Eunha lebih jauh?"


"Tidak pernah. Bahkan aku cukup puas dengan memeluknya. Kau saja yang selalu mesum dengan kekasih mu hyung!"


Taehyung dan Jimin tertawa kencang dan saling tatap membuat Jungkook terdiam bingung.

__ADS_1


"Wajar kami berfikir seperti itu. Kami pria normal! Apa kau tidak tertarik dengan Eunha?" Jimin menatap Jungkook lekat.


"Hya! Aku tidak mengizinkan kalian berfikir kalau aku tidak normal hyung!" Jungkook memiting dua hyungnya dengan tangan kekarnya.


Jimin dan Taehyung menepuk tangan Jungkook untuk menyerah dan tertawa lepas setelahnya. Konyol jika melihat maknae kekarnya tiba-tiba tidak tertarik dengan gadis seimut Eunha.


"Dasar maknae laknat!" Umpat mereka berdua


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


Matanya perlahan terbuka saat ia merasakan hembusan nafas di lehernya. Gadis itu tersenyum menatap pria yang sudah menjadi suaminya beberapa minggu yang lalu.


"Sudah pulang?" Taehyung mengangguk seraya memeluk Yerin erat.


"Lapar..." Keluhnya.


"Ya sudah lepaskan aku. Aku akan menyediakan makanan mu."


"Tidak! Aku hanya ingin memakan mu..." Wajah Taehyung menelusup ke dada Yerin. Memeluk gadis itu erat.


Taehyung menghirup setiap aroma Yerin yang membuatnya mabuk kepayang dan terasa nyaman.


"Aku akan menyiapkan makanan mu, Kim Taehyung!!!" Geram Yerin karena Taehyung yang belum melepaskannya malah meraba-raba tubuhnya dengan penuh sensasi.


Mata Taehyung turun ke arah bibir merah muda yang menggodanya. Yerin yang belum siap di buat tersedak oleh Taehyung. Pria itu tertawa lebar melihat istrinya tersedak karena ciumannya.


"Kau gila! Dasar mesum!" Umpatnya yang membuat Taehyung terkekeh pelan.


Tanpa menghiraukan Yerin, Taehyung ******* bibirnya, menyesapnya seperti permen dan mengecupnya mengakhiri hasratnya.


"Aku ngantuk. Ayo kita tidur." Yerin yang sudah lelah hanya menghela nafasnya lalu mengikuti Taehyung menuju kamar tidur mereka.


"Baiklah..." Sahut Yerin.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


"Hei"


Pria itu menjepit hidung kekasihnya dengan dua jari besarnya itu. Gadis itu meringis sakit dengan hidung memerah dan menatap tajam kekasihnya itu.


"Kau selalu menjepit hidung ku!!!" Setelah menggerutu Eunha menangis dan menutup mukanya. Jari Jungkook terlalu kuat pada hidung mungil milik Eunha.

__ADS_1


"Aku minta maaf." Ucap Jungkook yang melepaskan tangan Eunha dari wajah gadis itu dan mengecup lembut puncak hidung Eunha yang memerah. Jungkook membelai hidung Eunha lembut.


"Masih sakit?" Gadis itu mengangguk membuat Jungkook menariknya dalam pelukan.


"Aku bahkan menyakiti mu. Maafkan aku ya, Chagi..." Tingkah manis Jungkook membuat Eunha mengangguk.


Jantungnya berdebar saat Jungkook bersikap manis padanya. Eunha tersenyum dan membalas pelukan itu yang bahkan sangat ia rindukan.


"Besok kita pergi jalan, ya?" Pinta Eunha dengan wajah imut itu tapi Jungkook malah menatapnya dengan bingung dan merasa bersalah.


"Maaf. Aku harus mengajarkan tugas. Deadlinenya lusa, jadi aku harus mengejarnya. Mian..." Eunha hanya mengangguk mengerti dan kembali tersenyum.


Mereka selalu menghabiskan waktu berdua di kontrakan Eunha. Gadis itu juga bisa menghitung dengan jari waktu jalannya bersama Jungkook di luar. Malah, pria itu tak pernah mengajaknya. Hanya ia berusaha untuk terlihat mempunyai kekasih seperti Jungkook.


Entahlah. Kadang Eunha berfikir kalau hubungan mereka yang terlihat baik-baik saja malah terlihat rapuh. Ia merasa Jungkook hanya bermain-main dengannya. Berbeda dengan Yerin yang di perlakukan bak permaisuri oleh Kim Taehyung, Seulgi yang di cintai Jimin, Lalisa yang selalu di lindungi Chanyeol. Bahkan Yuju sekarang selalu keluar bersama Hanbin yang baru saja jadi pacarnya.


"Besok aku mau pergi." Ucap Eunha seperti hanya notifikasi saja. Gadis itu melirik Jungkook yang sudah larut dengan ponselnya. Gadis itu tersenyum, menghibur hatinya yang semakin ragu dengan hubungan mereka.


"Kemana?" Tanya Jungkook tanpa mengalihkan pandangannya.


"Bersama Changkyun. Kami ada projek bareng."


"Ooh begitu, Hati-hati di sana. Kalau ada apa-apa katakan padaku." Eunha hanya mengangguk atas ucapan Jungkook yang masih fokus dengan ponselnya.


"Aku ngantuk. Jika kau pulang, tutup pintunya untuk ku." Pesan Eunha yang beranjak dari tempatnya menuju kamar tidur.


Eunha berbaring miring. Matanya basah karena air mata. Entahlah, resah itu selalu hadir di setiap harinya. Entah karena Jungkook yang semakin cuek atau hubungan mereka semakin lama semakin membosankan.


Eunha menghapus air matanya. Cukup lama ia menangis, ia berusaha untuk memejamkan matanya dan tidur. Namun samar-samar suara pintu kamarnya berbunyi. Ranjangnya mulai bergoyang dan seseorang memeluknya dari belakang.


"Maafkan aku, sayang ku. Aku hanya tak ingin pendirian ku goyah seperti yang hyung ku lakukan pada kekasihnya. Aku hanya ingin menjagamu sampai waktu kita tiba. Aku mencintaimu." Bisik prianya yang mengira Eunha sudah tertidur.


Gadis itu menghela nafas lega. Ia hampir menangis kembali karena terus berfikiran buruk pada Jungkook. Eunha membalikan tubuhnya menghadap Jungkook dan memeluknya. Mereka tidur dengan nyaman malam itu.


.


.


.


.

__ADS_1


CONTINUE


__ADS_2