PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
16


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


I love you more and more—KS


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Mata merah Jimin tertunduk. Tangannya terus menggenggam tangan Seulgi yang bebas dari jarum infus.


Saat itu Seulgi yang tertahan karena gunting di tangan Jennie, berusaha menghindar. Namun Jennie mengarahkan Gunting itu ke Jimin. Dengan langkah cepat Seulgi menepis tangan Jennie tapi tidak sesuai harapan. Tepat di kening Jennie gunting itu tertusuk karena terpental. Sedangkan Jimin yang tidak bisa menahan tubuhnya yang tumbang, terjatuh. Tubuh Jimin membuat Seulgi terdorong menabrak Lemari. Di atas lemari terpajang vas bunga.


Vas itu terjatuh tepat di atas kepala Seulgi. Membuat gadis itu kehilangan kesadaran. Mereka berdua di larikan ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, mereka bedua di nyatakan Koma.


Jimin terdiam melihat darah segar yang mengalir dari kepala Seulgi. Ia menyalahkan diri sendiri saat melihat Seulgi yang terbaring di ranjang rumah sakit..


"Maafkan aku. Maafkan aku Kang Seulgi." Jimin terus mengucapkan itu seraya menggenggam tangan gadisnya. Ia merasa bodoh saat tidak bisa menahan tubuhnya hingga membuat Seulgi harus berada di rumah sakit.


"Ini kecelakaan. Kau tidak perlu menyalahkan diri sendiri." Taehyung meremas bahu Jimin, mengalirkan sebuah pencerahan.


"Aku kembali membuatnya terluka tae.... Apa aku masih pantas—"


"Ssssttt... Hya! sudah lah mungkin dia sedang lelah, jadi dia akan istirahat. Kau tidak usah berfikir terlalu jauh." Taehyung menghentikan Jimin yang terus menyalahkan diri sendiri.


Sementara di kediaman Jennie, orang tua gadis itu kembali. Nona muda Ruby tidak dapat di tolong. Jennie menghilang dari kehidupan mereka selama-lamanya. Meski begitu rasa kalut dan frustasi di otak Jimin tidak bisa pergi begitu saja.


"Tae..." Panggil Yerin lembut.


Pria itu menatap gadisnya di depan pintu kamar rawat Seulgi. Yerin menunjukan tangannya yang membawa satu plastik makanan. Taehyung mengangguk dan berjalan mendekat ke arah gadisnya.


"Jimin oppa harus makan. Dia akan sakit dan jika Seulgi eonnie sadar dengan keadaan—"


"Iya aku tahu." Yerin tersenyum karena Taehyung yang selalu memahaminya.


"Jimin!" Panggil Taehyung yang sedang berjalan menuju sofa di ruangan itu bersama Yerin.


Pria malang itu menoleh menatap Taehyung dengan kantung matanya. Pria itu benar-benar terlihat sangat menyedihkan. Taehyung hanya menggeleng pelan melihat sahabatnya hancur karena Seulgi yang tak kunjung sadar di hari ke sebelas setelah masuk Rumah sakit.


"Ayo makan!" Ajakan itu hanya di jawab senyum oleh pria malang itu.


"Kau lanjut saja dulu dengan Yerin. Aku akan makan nanti." Taehyung menggeleng keras. Ia menatap tajam Jimin.


"Makan sekarang atau kau ingin Seulgi tak pernah sadar? Dia melihat mu begitu menyedihkan saat ia koma. Jadi Siapa tau Seulgi tak mau menemuimu lagi. Dan dia..."


"Baiklah-baiklah aku akan makan!" Jimin selalu tidak suka dengan cara membujuk Taehyung. Itu terasa seperti nyata bagi Jimin. Dan pria itu tak ingin itu terjadi.


Yerin tersenyum melihat Jimin memakannya dengan lahap. Taehyung membelai puncak kepala Yerin yang tersenyum sendiri. Ia tahu apa yang di rasakan Yerin saat ini. Gadis itu melihat Taehyung pada diri Jimin saat ia pergi tanpa mengabari prianya.


Begitu frustasi Taehyung hingga saat di pertemukanpun terasa seperti mimpi. Yerin menggenggam tangan Taehyung. Menatap wajah tampan prianya yang menatapnya heran.


"Apa yang sedang kau fikirkan?" Taehyung menyentil kening Yerin pelan. Gadis itu mendengus pelan dan mengusap keningnya karena sakit.

__ADS_1


"Tidak ada!" Kesal Yerin. Jimin tersenyum melihat tingkah sahabatnya dan kekasih Sahabatnya itu. Dia jadi semakin merindukan Seulgi.


Jimin menghela nafas gusar nya. Ia mengurung diri di rumah sakit dan menjaga Seulgi tanpa mengurus dirinya sendiri.


"Hya Jimin Oppa!" Jimin menatap Mata hazel Yerin.


"Kau harus pulang untuk membersihkan diri." Ucap Yerin.


"Tidak. Seulgi membutuhkan ku. Aku akan tetap di sini." Mendengar jawaban Jimin, Yerin menjadi kesal dan menatap Taehyung untuk membujuk pria itu.


Taehyung terkekeh pelan melihat wajah manyun Yerin. Lalu menatap Jimin yang tertunduk.


"Kau harus pulang. Aku dan Yerin akan menggantikan mu menjaga Seulgi di sini. Dan aku tidak menerima penolakan!" Tegas Taehyung saat Jimin ingin menyanggah kata-kata Taehyung.


"Aku akan pulang nanti." Ucap Jimin.


"Sekarang!"


"Baiklah, aku pamit dulu dengan Seulgi." Pasrah Jimin daripada ia harus mendengar kalimat ancaman dari Taehyung.


Yerin tersenyum lembut. Memang seorang Taehyung membawa dampak besar untuk semua orang termasuk sahabatnya. Yerin kira hanya dia yang selalu menurut saat di kendalikan pria itu. Kini ia terkekeh pelan saat melihat Jimin yang juga sang pengendali harus menuruti perkataan Taehyung.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Setelah kepergian Jimin. Yerin dengan telaten membersihkan tubuh Seulgi yang tak bernyawa sedangkan Taehyung harus pergi mencari Jungkook. Ia juga akan mengurus absen mereka berempat.


Ibu Seulgi juga belum tahu tentang keadaan anaknya yang koma. Jimin tidak membiarkan ibu Seulgi tahu karena takut tidak akan di pertemukan lagi oleh gadis yang sangat ia cintai.


"Melihat Jimin Oppa yang seperti itu, aku jadi semakin sedih mengingat Tae oppa yang ku tinggal hingga dua tahun." Ucap Yerin lagi yang sekarang sedang melap tangan Seulgi.


"Dia sangat mencintai mu hingga ia tidak tahu harus mengejar mu di dunia apa. Jangan sampai ia kehilangan akal sehatnya dan menyusul mu ke tempat yang tidak semes— Hya!"


Yerin terlonjak kaget saat tangan Seulgi menggenggam tangannya. Perlahan mata itu terbuka menerawang seluruh kamarnya.


"Ka-kau sudah sadar Eonnie? Aku akan panggil dokter dulu..."


"Ini di mana? Kenapa aku di sini?" Seulgi memegang kepalanya yang berdenyut sakit.


"Kau tunggu di sini Eonnie. Aku harus mencari dokter dan menelpon Taehyung Oppa."


Seulgi tercengang saat Yerin pergi meninggalkannya. Dia menatap langit-langit kamar rumah sakit dan bau obat itu dalam diam.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mendengar kabar dari Taehyung. Pria itu berlari dengan rambut basahnya setelah mandi. Baju kaos dengan kemeja dan jeans hitamnya membuatnya terlihat tampan. Jimin menghela nafasnya saat ia berada di ujung tangga. Menatap kamar rawat Seulgi penuh penyesalan.


"Maafkan aku sekali lagi, Kang Seulgi." Gumamnya lalu melangkah pasti menuju gadisnya.


Pintu terbuka, di sana ada Jungkook, Taehyung, Eunha dan Yerin yang berada di sekeliling Seulgi. Jimin tersenyum dan jalan mendekat ke arah gadis yang ia rindukan setiap detiknya.


"Kang Seulgi..." Panggil Jimin membuat gadis itu menoleh.


Menatap Jimin dengan mata yang berkedip-kedip lucu. Mulut Seulgi sedikit terbuka seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku sangat merindukan mu."


Baru saja Jimin ingin memeluk Seulgi, gadis itu mendorong Jimin pelan. Menolak pelukan itu. Jimin menatap heran gadisnya.


"Kenapa?" Tanya Jimin yang ketakutan.


"Kau... Siapa?"


PLASSSSSS


Jimin terhenyak. Seperti di dorong ke jurang tanpa dasar. Jimin menatap Taehyung mencari jawaban. Tapi yang Taehyung lakukan hanya memanggil dokter mencari tahu apa ada yang salah dengan kepala Seulgi.


"Jangan katakan dia lupa ingatan!" Kesal Jimin dengan air mata yang mulai keluar dari sudut matanya.


"Yerin, dia siapa?" Pertanyaan Seulgi membuat Jimin menoleh lagi.


"Seulgi... Kau ingat mereka semua?" Tanya Jimin yang terdengar seperti rengekan.


"Iya. Tapi kau siapa? Apa kau mengenal ku?" Lagi-lagi suara Jimin tercekat di tenggorokan. Ia tak tahu harus berkata apa.


"Dokter tolong periksa tunangan saya. Apa ada yang salah dengan kepalanya?" Jimin terburu-buru mendekati Dokter saat dokter masuk ke kamar inap Seulgi.


"Sebentar. Saya akan periksa dulu." Ucap dokter itu membuat Jimin harus menunggu dengan tangis.


"Tae.... Aku sendiri yang membuatnya lupa dengan ku..." Taehyung memeluk Jimin. Membiarkan sahabatnya melepaskan keluh nya di pundaknya.


"Jangan menyimpulkan sendiri. Kita dengar dulu kata dokter." Ucap Taehyung menghibur sahabatnya.


"Maaf Jimin, tapi kali ini untuk mu juga." Bathin Taehyung.


.


.


.


.

__ADS_1


Continue. . . . . . . .


__ADS_2