PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
26


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Keseriusan ku hanya perlu kau lihat dan buktikan. Bukan dari ucapanku! —KTH


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Pagi sunyi itu membuat mereka satu sama lain menjadi canggung. Taehyung menatap ibunya yang masih diam karena ucapannya semalam. Fikiran Taehyung buntu. Ia hanya berfikir untuk pergi dan membawa Yerin ke apartemennya. Lalu menikah dengan diam-diam tapi Yerin tak kan setuju tanpa restu orang tua Taehyung.


"Hari ini aku akan menyiapkan semuanya secara singkat. Besok aku akan menikahi Yerin, maa, paa. Maaf jika membuat kalian harus mempunyai anak yang tidak sesuai dengan kehendak kalian. Aku hanya cukup pernikahan sederhana dengan kekasihku. Aku tidak akan menghabiskan uang kalian sepeserpun jika itu yang kalian ingin kan. Aku hanya ingin pamit hari ini." Jelas Taehyung yang membuat ibunya menatapnya.


"Kau benar-benar ingin memutus hubungan mu dengan mama Tae! Demi wanita rendahan itu?!?" Tae hee menghembuskan nafasnya terburu-buru karena emosi.


"Jika ada cara lain agar aku tidak meninggalkan Yerin dengan tidak memutus hubungan dengan keluarga ku. Aku akan melakukannya."


"Sudahlah putraku! lakukan menurutmu yang terbaik. Apapun itu yang membuat mu bahagia tapi sesuai dengan janji mu, kau akan meneruskan perusahaan ku setelah kau wisuda." Ucap ayah Taehyung yang setuju dengan pernikahan mereka.


Taehyung akan menyindir ayahnya habis-habisan sebagai ayah yang mengajarkan putranya tidak bertanggung jawab jika ayahnya tidak menyetujui pernikahannya.


Perusahaan? Taehyung juga mengincar itu tanpa perlu perjanjian ini sedangkan Seokjin sudah muak dengan perusahaan dan ingin fokus dengan kampus dan kedokteran nya.


Taehyung, Seokjin dan Namjoon segera bergegas. Mempersiapkan pernikahan Taerin. Cukup orang-orang yang mengenalnya dengan baik dan kerabat dekat yang akan datang di pernikahan Taehyung yang sederhana. Yerin hanya menyetujui apapun yang Taehyung perintahkan untuk mereka.


"Tinggal sedikit lagi sayang ku." Bisik Taehyung dan mengecup pipi Yerin pelan.


° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° °


Jimin berjalan dengan merangkul kekasihnya secara posesif. Mereka memasuki tempat itu setelah mendapat pesan dari Taehyung. Malam ini ia akan sibuk membantu sahabatnya yang menyusun pernikahannya. Seulgi datang untuk menemani Yerin mencoba baju pengantin. Di sana para sahabat Yerin juga datang. SinB dan hoseok juga datang untuk melihat adiknya mencoba gaun pengantin.


Namun sesuatu menganggu pandangan mereka. Jungkook dan Eunha juga datang secara bersamaan, hanya saja Jungkook yang datang sendiri dan Eunha bersama teman lama, Oh Sehun.


"Sudah lama tidak jumpa." Ucap Sowon yang mendekati Sehun untuk sekedar berjabat tangan. Mereka dulu satu kelas di SMA.


"Jadi benar, Yerin akan lebih dulu menikah darimu?" Itu guyonan garing yang Sehun berikan. Sowon hanya terkekeh pelan lalu menatap Eunha yang terdiam sejak tadi. Ia juga ingin meminta penjelasan apa yang terjadi pada Eunha dan Jungkook. Tampak Eunha menghindari tatapan Sowon yang menatapnya tajam.


"Dan kenapa kalian bisa bersama?" Tanya Sowon.


"Aku sedang mengejarnya." Bisik Sehun kepada Sowon namun di dengar jelas oleh Jungkook dan Jimin yang berada di samping Sowon.

__ADS_1


Telinganya panas tapi melihat wajah tak bersalah Eunha membuat Jungkook menghela nafasnya.


"Besok adalah pernikahan taetae Hyung dan bakpao. Aku tidak ingin mempermasalahkan ini sekarang." Ucap Jungkook yang menahan Jimin. Hyungnya itu tidak suka jika adiknya di usik. Apalagi ini milik adiknya.


"Kau akan urus masalah ini sendiri?" Jungkook mengangguk atas pertanyaan Jimin. Pria mungil itu menghela nafas dan menepuk pundak Jungkook. Membiarkan adiknya itu belajar dewasa.


"Baiklah." Ucap Jimin dan membawa Jungkook keluar dari fiting room itu. Di sana terasa sesak, Jimin membiarkan Seulgi menemani Yerin.


"Hyuna mendatangi ku kemarin. Bermain dengan ku seperti biasa. Aku hanya bingung bagaimana menghadapinya. Eunha melihat itu semua." Terang Jungkook saat mereka hanya berdua di luar dengan rokok yang masing-masing menemani mereka.


"Dia masih meminta French kiss menggelikan nya itu denganmu?" Tanya Jimin lalu terkekeh pelan saat Jimin melihat Jungkook mengangguk lesu.


Biasanya Taehyung dan dia yang akan menghadapi Hyuna hingga wanita itu pun menyerah karena mereka pria tampan yang terlalu memberikan service yang luar biasa padanya. Jungkook selalu di lindungi hyungnya saat menghadapi wanita kurang belaian seperti Hyuna dan hwasa. Kini hwasa tak lagi mengejar Jungkook saat ia berpacaran dengan Zico.


"Lalu Eunha meminta apa padamu?" Tanya Jimin seraya menyesap rokoknya dalam.


"Ia ingin menjauhiku selama seminggu dan apapun yang ia lakukan, aku tidak boleh marah." Jimin mengangguk. Ia paham perasaan adik kecilnya yang satu ini.


"Berikan dia kebebasan dan buat juga dirimu sebebas mungkin. Anggap saja kau bersalah tapi pembalasannya mungkin lebih kejam dari apa yang kau lakukan." Jungkook mengangguk. Membenarkan semua perkataan hyungnya.


"Yerin sudah selesai. Apa kita bisa pulang? Aku tidak enak badan." Keluh Seulgi yang di Angguki oleh Jimin.


"Kookie... Jaga hatimu. Jangan buat dirimu hancur. Aku pulang dulu." Ucap Jimin yang meremas bahu Jungkook menyalurkan kekuatan. Lalu pergi bersamaku Seulgi meninggalkan Jungkook yang memandang langit sendiri.


Jungkook menyesap sebentar lalu membuang rokoknya dan memijaknya mematikan api itu. Jungkook menatap Eunha yang baru keluar bersama Sehun. Tatapan mereka bertemu lalu detik kemudian Jungkook memutuskan kontak mata itu. Ia terlihat mengacuhkan Eunha.


Gadis itu terlihat sedih karena kekasihnya mengabaikannya. Apa ia keterlaluan? Eunha merunduk dan mengikuti langkan Sehun yang membawanya masuk ke dalam mobilnya.


Tanpa Eunha sadari, Jungkook mengikuti mereka. Mobil Sehun berhenti di tepi jalan yang Sepi, Jungkook menatap mobil yang bergerak, lalu tak lama kemudian ia melihat Eunha yang berlari keluar dengan mata sembab. Sehun meneriaki gadis itu tapi Eunha terus berlari menjauh. Gadis itu terlihat ketakutan tapi Jungkook hanya diam saja sampai gadis itu tepat berasa di samping mobilnya.


"Masuk!" Eunha menoleh, mendapati rahang mengeras Jungkook. Gadis itu segera berlari masuk ke dalam mobil kekasihnya.


"Dia ingin memperkosa ku..." Tangis Eunha pecah. Pria itu menarik kepala gadisnya untuk bersandar di dada bidangnya.


"Tunggu di sini dan tutup matamu" Bisik Jungkook seraya mengecup kening Eunha sebentar.


Jungkook keluar dari mobilnya, menarik kerah Sehun menuju mobil Sehun. Jungkook membuka pintu mobil Sehun dan mendorong pria itu ke dalam mobil.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan! Shit!" Umpat Sehun saat kepalan tangan Jungkook mendarat di sudut bibirnya.


"Aku membiarkan mu dengan kekasihku! Tapi kau melakukan sesuatu di luar pelanggaran, Boy!" Jungkook menunjukan Smirk nya.


Dan


BUGH


BUGH


BUGH


BUGH


Sehun terkapar saat Jungkook bertubi-tubi melemparkan pukulannya tanpa memberinya celah. Setelah puas melihat Sehun yang tak dapat mengangkat jarinya barang sedetikpun, Jungkook menutup pintu mobil Sehun dan menelfon Chanyeol. Seseorang yang dekat dengan Sehun untuk menjemput pria itu. Jungkook masih punya hati, dia tidak sekejam itu membiarkan rivalnya mati dengan cepat tanpa menikmati penderitaan yang akan Jungkook berikan secara perlahan.


Eunha menatap kekasihnya yang berkeringat masuk ke dalam mobil. Ia masih ketakutan saat Sehun ingin menjangkau resleting gaunnya. Eunha memeluk Jungkook erat.


"Masih ingin aku membiarkan mu?" Tanya Jungkook dengan lembut.


Eunha menggeleng. Ia tidak bisa tanpa kekasihnya. Hanya orang-orang jahat yang menginginkan tubuhnya bukan hatinya seperti Jungkook.


"Maafkan aku." Bisik Eunha.


Jungkook membelai surai panjang Eunha dengan lembut. Ia mencium mata dan pipi kekasihnya sebelum kembali melaju menuju kontrakan Eunha.


.


.


.


.


.


Continue. . . . . .

__ADS_1


__ADS_2