
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Tidur seperti beruang di musim dingin —Winter bear.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Burung berkicau membangunkan mereka yang masih tertidur. Taehyung membuka matanya perlahan. Ia merasa kemarin masih bermimpi. Ia menemui Kekasihnya setelah ia pindah kampus. Pria itu melirik sekelilingnya. Menghela nafas beratnya. Ia masih belum menemukan kekasihnya.
"Jung Yerin..." Desahnya seraya mengusap wajahnya penuh frustasi.
"Apa? Kenapa kau begitu terlihat menyedihkan, oppa?" Taehyung menatap suara itu.
Wajah yang ia rindukan dengan celemek melekat di tubuhnya. Huh! Taehyung mengusap matanya dan mempertajam penglihatannya. Ia masih menatap wajah gadisnya yang tertawa melihat tingkahnya.
Taehyung berdiri, melangkah dengan cepat memeluk gadisnya dengan erat, seakan takut kalau gadisnya lari.
"Aku merindukanmu, Jung Yerin. Ku mohon jangan meninggalkan ku lagi." Gadis itu bingung. Sejak kemarin Taehyung terus mengatakan itu. Yerin merasa bersalah saat Taehyung menitikan air mata.
"Hei hei oppa. Kau tidak boleh begini. Aku kan sudah berjanji untuk tetap di sisimu. Kenapa kau masih seperti ini." Ucap Yerin yang dengan lihai menghapus air mata dari pipi Taehyung dan mengecup dua mata itu.
"Itu cara mu saat menghentikan aku menangis." Ucap Yerin sambil tersenyum. Taehyung kembali memeluk Yerin. Merasakan kenyataan kalau ia sungguh menemukan gadisnya. Bukan hanya mimpi.
"Aku mencintaimu. Sangat." Bisik Taehyung.
Yerin tersenyum bahagia, merasakan kalau dirinya benar-benar di cintai oleh lelaki yang ia sukai.
"Ini sudah lewat pukul 7. Aku ada kelas pukul 10 nanti, bagaimana dengan mu Oppa?" Yerin melepaskan pelukannya tapi Taehyung begitu enggan memberi jarak kepada gadisnya.
Alih-alih menjawab, Taehyung mengecup lembut bibir yang sangat ia rindukan itu. Mengulum pelan dan menyesapnya penuh rasa rindu. Taehyung menahan tengkuk Yerin dan menarik gadis itu untuk memperdalam Ciuman mereka.
"Aku benar-benar merindukan mu." Ucap Taehyung lagi.
"Aku tahu Oppa. Aku tahu." Yerin membingkai wajah tampan Taehyung. Lalu mengecup singkat bibir Taehyung.
"Kita harus ke kampus, atau kita akan terlambat." Ucap Yerin mengingatkan.
"Baiklah, tunggu aku sebentar." Ucap Taehyung yang di balas anggukan oleh Yerin.
"Aku sudah memasak sarapan, jadi cepat selesaikan mandi mu itu Oppa." Ucap Yerin yang membuat Taehyung sedikit lega.
"Tetap bersuara. Aku takut kau meninggalkan ku." Pekik Taehyung membuat Yerin menggelengkan kepalanya.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Pagi-pagi begini mading kampus sudah ramai. Mungkin ada pemberitahuan penting yang harus mereka baca. Yerin yang sedang bersama SinB mendekat ke arah mading.
__ADS_1
Mata Yerin membulat kalau hari ini kedoknya terbongkar. Jennie dengan sengaja membuat poster tentang kejelekan Yerin. SinB langsung membuka mading yang tertutup oleh kaca itu dan menyobek semua poster itu.
"Bisakah tingkah mu tidak seperti kurang pendidikan?!? Kau merusak kerja keras seseorang!" Chanyeol yang baru saja mengomentari SinB berjalan mendekat bersama Lalisa, Jennie, Kai dan Baekhyun.
"Tapi tidak dengan fitnah yang di tempel di mading! Dasar senat gila! Kenapa harus memilih orang seperti mu menjadi senat!" Geram SinB.
"Ada apa?" Tanya Sowon yang baru datang bersama tunangannya, Kim Seokjin.
"Lihat ini." SinB memberikan poster itu pada Sowon.
Sowon tersenyum menahan kesal. Lalu menatap Yerin yang tertunduk. Dia berjalan mendekati sepupunya. Yerin menatap Sowon dengan sorot ketakutan. Sowon membelai kepala Yerin dengan lembut. Sementara mereka hanya memperhatikan Sowon.
Diam sampai Sowon berjalan mendekat ke arah Lalisa. Menatap gadis itu dengan sinis. Lalu melewati Lalisa, mendekati Jennie yang menatap Sowon dengan angkuh.
Hening sebelum. . .
PLAK. . .
Sowon tersenyum puas setelah menampar Jennie dan gadis itu tak bisa membalasnya. Sowon menggeram sebelum mulai berbicara.
"Kau sangat tidak tahu diri." Sowon menunjuk kening Jennie hingga gadis itu terdorong kebelakang. Sedangkan Kai dan Chanyeol yang sedang di tatap Seokjin tidak bisa berbuat apa-apa.
Siapa yang tidak tahu dengan Kim Seokjin? Mencari masalah dengan keluarga mereka akan berdampak sangat fatal.
Seokjin menahan Sowon yang ingin sekali menjambak Jennie. Taehyung juga baru datang saat Eunha memberi pesan pada Jimin.
"Hyung. Bawa Sowon pergi. Biar aku yang mengurusnya nanti. Kalian semua! Tunggu saja nanti." Ucap Taehyung yang berakhir dengan ancaman.
Taehyung membawa Yerin pergi. Semuanya pun ikut bubar, tinggal Jennie yang terlihat cemas. Kai juga terlihat dingin dengannya sejak Sowon mengatakan itu semua.
"Eonnie... Seharusnya kau tidak terlalu menyinggungnya. Sekarang kita dalam masalah." Ucap Lisa yang hanya membuat Jennie semakin ketakutan.
"Hanya satu jalan yang bisa ku bantu. Jennie harus minta maaf dengan Yerin atau pindah kampus." Chanyeol bersuara.
"Oppa kau tidak akan meninggalkan eonnie kan?" Tanya Lisa pada Kai. Jennie hanya tersenyum melihat pria itu bungkam.
"Chan Oppa. Aku memilih pindah kampus. Tolong urus ini untuk ku. Bilang pada teman mu, aku minta maaf dan berpisah dengan cara seperti ini." Ucap Jennie sebelum pergi dengan air mata yang mengalir.
Di sana Jennie sadari. Hal yang ia anggap mudah, tidak semudah yang ia fikirkan. Persahabatan mereka. Jennie hanya memikirkan Rose sekarang. Ia ingin menyusul sahabatnya ke Australia. Kadang hanya Rose yang mengerti kebimbangan nya.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Semuanya berkumpul di Koridor kampus. Sowon pergi bersama Seokjin entah kemana. Sedangkan di sana ada Taehyung, Yerin, Jungkook, Jimin, Eunha, Yuju, dan SinB. Mereka menatap wajah pucat Yerin dengan cemas.
"Aku tidak akan tinggal diam dengan masalah ini. Jaga dirimu baik-baik. Jangan sampai kau terpengaruh dengan hal bodoh seperti ini. Aku tetap dengan mu." Ucap Taehyung yang berlutut di hadapan Yerin yang duduk.
__ADS_1
"Hya! Aku baik-baik saja. Jangan begitu mencemaskan ku, oppa." Ucap Yerin dengan senyumnya.
"Baguslah" Taehyung mengecup kening Yerin dengan lembut dan memeluk gadisnya hangat.
"Jimin! Kau tahu harus berbuat apa bukan?" Jimin mengangguk dan pergi dari sana.
"Kalau aku hyung?" Tanya Jungkook yang siap melakukan apapun.
Taehyung tersenyum menatap adiknya yang sangat ia sayangi itu. Jungkook menatapnya dengan sungguh-sungguh. Tapi Taehyung harus memikirkan Jungkook juga.
"Harus ada yang kau selesaikan." Ucap Taehyung yang membuat Jungkook mengerutkan keningnya.
"Kalian... Aku ingin titip Yerin sebentar. Aku harus mengurus sesuatu." Taehyung memberikan Yerin kepada SinB dan Yuju. Mencium tangan Yerin sebelum melepas tangan itu.
"Jungkook kau harus lebih dewasa sekarang. Jangan kunci hatimu karena aku. Aku tetap menyayangimu meskipun kau berbuat kesalahan sekalipun." Taehyung melirik Eunha lalu menatap Jungkook lagi.
Para pria punya kode masing-masing di antara mereka. Jungkook paham maksud Taehyung. Ia hanya mengangguk meskipun ia bingung harus memulainya dari mana. Setelah hyungnya pergi, Eunha juga akan pergi bersama yang lainnya.
"Bisa kita bicara?" Pinta Jungkook dengan sopan dan lembut. Yuju dan yang lainnya mengangguk paham membiarkan Eunha pergi dengan Jungkook.
Jujur, Eunha juga bingung harus apa saat Jungkook memutuskannya sebelah pihak. Perkataan Jungkook tempo hari membuatnya merasa tak berguna. Saat ia menyalahkan Jungkook karena tak mempercayainya, pada akhirnya dia jadi menyalahkan diri sendiri karena juga tak percaya pada Jungkook dengan menyembunyikan kenyataan itu.
Eunha menatap Jungkook yang berjalan di depannya. Langkah kecilnya membuat jarak mereka menjauh. Jungkook menoleh ke belakang, melihat Eunha yang berjalan seraya menatap kakinya. Gadis itu tertinggal jauh di belakangnya.
"Apa kau mau berjalan di samping ku lagi?" Eunha mendongakkan wajahnya. Menatap Jungkook yang juga sedang menatapnya dengan serius.
"Maafkan aku..." Setelah mengatakan itu Eunha menangis tersedu. Dia merasa bersalah saat melihat Taehyung kehilangan arah dan Jungkook yang selalu mengabaikannya. Eunha selalu menyalahkan dirinya sendiri. Ia belum sempat mengucapkan kata itu padanya.
"Aku tidak memikirkan masa lalu lagi. Aku harap kau juga melupakannya. Maafkan aku yang menyalahkan mu. Kau mau kembali bersama ku lagi?" Eunha mengangguk dengan hidung memerah dan wajah yang basah karena air mata.
"Anjing kecilku." Gumam Jungkook yang menarik Eunha kedalam pelukannya.
.
.
.
.
.
.
Continue . . .
__ADS_1