
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Main-main? Aku tahu yang mana yang harus ku permainkan. —JJK
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Gadis imut itu tengah mengambil sebuah kotak yang terbungkus rapih dari dalam lokernya. Wajahnya terlihat sangat ceria dengan senyum yang merekah. Bibirnya bersenandung kecil, dengan melangkah penuh kegembiraan dia berjalan menuju ruang kelas kekasihnya. Gadis itu melirik ruangan itu telah kosong.
"Malam ini aku akan menunggumu. Ini sudah satu minggu kau tidak menjumpai ku, kookie..."
Di sana terlihat seorang pria tampan yang sedang memangku gadis cantik dengan rambut yang menggantung selutut. Gadis cantik itu juga terkadang mencuri ciuman dari bibir sexy milik pria tampan itu.
"Noona... Apa kau bisa turun sekarang? Aku hanya segan dengan kekasih mu." Gadis cantik dan sexy itu melingkarkan tangannya di leher pria tampan yang tak lain Jungkook itu.
"Aku akan melepaskan mu setelah kita melakukan French kiss." Permintaan Hyuna di balas helaan nafas oleh Jungkook.
Dengan Lihai Jungkook menarik tengkuk Hyuna dan mencumbunya. ********** dan saling menyentuh lidah mereka. Sampai suara benda jatuh itu menghentikan Jungkook.
"Eunha?" Gumamnya saat mendapati gadisnya yang berlari menjauh dari pintu kelasnya. Secepat kilat Jungkook melempar Hyuna dari pangkuannya lalu bangkit dan pergi mengejar kekasihnya. Fikiran nya tengah kacau. Ia takut Eunha salah paham dengannya.
Di tengah kampus terlihat sangat sepi. Di sana ada kolam ikan yang di tumbuh pohon lindung di sekelilingnya. Di sana Jungkook melihat gadisnya menangis di tepi kolam ikan itu. Eunha Jongkok dan menghapus air matanya yang terus mengalir.
"Aaaaaaaak!!!!" Pekik Eunha saat tubuhnya melayang.
Jungkook menggendong gadisnya itu yang masih dalam keadaan Jongkok. Ia mendudukan gadisnya di kursi dekat kolam itu. Eunha menepis tangan Jungkook yang ingin menghapus air matanya.
Bukannya memulai bicara untuk menjelaskan, Jungkook malah tersenyum menahan tawa. Ia bingung dan bahagia melihat wajah sedih Eunha karena cemburu. Tapi ciumannya dengan Hyuna itu tidak ada artinya di bandingkan sentuhan tangan dari Eunha.
"Chagiiiiii.... Kau marah pada ku?" Pertanyaan Jungkook dan senyuman jahil itu semakin membuat Eunha Jengkel dan marah.
Jungkook memeluk Eunha dari samping dengan gadis itu yang terus mendorongnya, memberontak meminta untuk di lepaskan.
"Lepasin! Lepasin aku Jeon Jungkook! Lepasin..." Setelah susah payah memberontak dari tubuh kuat Jungkook akhirnya Eunha menyerah dan menangis dengan kuat. Jungkook di buat kelabakan dan bingung. Pria itu dengan cepat menghapus setiap air mata Eunha yang jatuh.
"Maafin aku ya sayang. Maafin aku... Udah jangan nangis lagi ya... Kamu boleh hukum aku tapi berhenti nangis ya..." Ucap Jungkook yang membujuk Eunha.
Jungkook menyandarkan kepala Eunha di dada bidangnya, ia melirik kotak yang ia pungut karena Eunha menjatuhkannya di depan kelasnya.
"Apa kau hanya mau main-main dengan ku?" Tanya Eunha dengan sisa tangisnya.
"Hey, apa maksudmu?" Jungkook di buat terperangah oleh perkataan Eunha. Apa ia seburuk itu di mata kekasihnya? Apa setiap gadis akan menafsirkan apa yang di lihatnya sebagai bukti nyata? Jungkook tertawa di buatnya membuat Eunha kembali menangis.
"Sayaang... Sayaangg... Udah ya nangisnya. Maaf kalau aku ketawa tapi sumpah kamu lucu." Ucap Jungkook membuat Eunha menatapnya bingung dan meminta penjelasan.
"Aku main-main sama kamu? Ya enggak lah! Jujur ya, sebelum aku sama kamu. Aku gak pernah punya pacar sama sekali. Bahkan aku takut dengan gadis-gadis seperti hwasa dan hyuna tadi." Jelas Jungkook tapi kerutan di kening Eunha membuat Jungkook paham untuk menjelaskannya lebih lanjut.
"Apa yang kamu lihat tadi karena Hyuna memintanya. Dia memaksa dan spesies seperti mereka itu adalah orang gila. Bisa saja mereka menyakiti kamu karena dia gak dapet keinginannya dari aku." Penjelasan Jungkook membuat Eunha manyun.
Gadis itu menarik Jungkook dan memeluk prianya erat.
"Aku akan menjagamu lain kali! Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh milik ku." Ucap Eunha sungguh-sungguh.
"Tapi jika kau benar-benar main-main dengan ku. Aku juga bisa main-main dengan mu." Ancam Eunha.
"Memangnya siapa yang bisa menjadi selingan untuk mu? Untung ada aku yang menahan mu di sisi ku, benar bukan sayang ku?" Perkataan Jungkook membuat Eunha terdiam lalu gadis itu tertawa hambar yang tidak terbaca oleh Jungkook.
__ADS_1
'Jadi kau mengira tidak ada lelaki yang mendekatiku selain dirimu? Bodoh! Aku hanya menjauhkan mereka karena takut kau sama seperti hyung-hyung mu. Tapi kau malah meremehkan ku! Kita liat saja nanti!' bathin Eunha yang hanya tersenyum memaksa.
Gadis itu menghapus air matanya dengan kasar lalu melempar tatapannya ke arah kolam. Merasa kesal dengan kekasihnya hari ini. Belum lagi, kalau Jungkook melupakan hari ini. Apa amarah Eunha akan bertambah?
"Apa ini untuk ku?" Tanya Jungkook yang memperlihatkan kotak hadiah yang sempat Eunha jatuhkan tadi.
Gadis itu hanya mengangguk, lalu berkata. "Bukalah, itu hadiah dari ku untuk mu. Aku pergi dulu." Ucap Eunha dingin dan bangkit dari duduk nya.
"Tunggu. Apa kau masih marah pada ku?" Nada dingin itu membuat Eunha berbalik.
Jungkook sadar. Mengingat kata-kata yang telah ia ucapkan barusan. Sesuatu yang sangat menyinggung Eunha sebagai seorang gadis. Maksud Jungkook hanya bercanda tapi melihat tanggapan Eunha yang terdiam membuat ia mulai takut. Gadisnya mulai menunjukan taringnya.
"Tidak. Aku hanya lelah. Kau buka sendiri kotak itu dan biarkan aku pulang." Tatapan Eunha tak kalah tajam dengan Jungkook.
"Dalam rangka apa kau memberikan ku hadiah? Hmm?" Jungkook berdiri dan memeluk Eunha dari belakang.
"Kau bahkan lupa ini hari apa!" Gumam Eunha yang terdengar jelas oleh Jungkook.
"Ini hari sabtu? Memang kenapa?"
"Terserah, aku ingin pulang!" Kesal Eunha saat Jungkook terus memeluknya. Ia akan luluh jika Jungkook terus. Bersikap manis padanya.
"Aku akan mengantar mu pulang." Ucap Jungkook yang di akhiri dengan kecupan singkat di kulit pundak Eunha.
Jungkook menarik Eunha masuk ke dalam mobilnya. Gadis itu diam saja, ia masih marah dengan Hyuna yang sembarangan menyentuh miliknya. Dia juga kesal Jungkook yang meremehkan nya.
"Apa kau suka berbagi?" Tanya Eunha namun matanya memandang ke arah jalan.
Jungkook terdiam. Apa Eunha akan membalas kelakuannya yang ia anggap hanya masalah sepele.
"Berarti kau tidak menganggap aku milikmu."
"Apa?!? " Jungkook menepikan mobilnya mendadak.
"Maksudmu apa?!?terus mempersalahkan kau milik ku atau bukan huh?" Bentak Jungkook yang membuat Eunha tertunduk.
Baru saja Eunha ingin membuka pintu mobil, Jungkook segera melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Eunha hanya menutup mata, berharap hidupnya masih panjang.
Eunha menatap Jungkook tajam saat Jungkook malah membawanya ke apartemen pria itu. Jungkook menggendong Eunha menuju apartemen nya dengan keadaan Eunha yang memberontak meminta untuk pulang. Mereka menjadi pusat perhatian, hingga pria itu masuk ke dalam lift khusus untuknya. Jungkook menurunkan Eunha. Gadis itu terlihat pucat saat menatap rahang Jungkook yang mengeras.
"Apa kau ingin aku menandai mu sebagai milik ku seperti yang di lakukan hyung pada Yerin? Huh? Aku akan mewujudkannya kalau begitu, agar kau terkurung di sisiku selamanya!" Setelah mengucapkan itu.
Jungkook tidak membiarkan Eunha membalas perkataannya, ia ******* habis bibir Eunha. Satu tangannya menahan tengkuk gadis itu, dan tangannya yang bebas meremas bokong Eunha. Jungkook membuat gadisnya melemas. Dengan sigap Jungkook menggendong Eunha kembali dengan bibir yang masih saling bertautan. Meski Eunha menghindar sekalipun, ia susah untuk melepaskan pria ganasnya itu.
BRAKSSSS
Sedikit sulit Jungkook membuka pintunya dengan Eunha dalam gendongannya. Jungkook menutup pintunya dengan kaki. Lalu membawa gadis itu menuju kamarnya. Namun Eunha memaksa untuk turun. Ia ingin pergi dari apartemen itu tapi Jungkook kembali menariknya.
"Kita selesaikan semua masalahnya." Ucap Jungkook tegas.
"Kau marah padaku karena melihat aku dan hyuna berciuman. Lalu aku sudah menjelaskannya pada mu. Apa hukumannya untuk ku?" Ucap Jungkook dengan mata sendunya.
"Baiklah. Aku akan memaafkan mu tapi satu minggu ini kau tidak boleh berbicara padaku. Meski kau marah, kau tidak boleh mencengkram tangan ku, memaki ku ataupun melarang ku. Kau paham?" Jelas Eunha dengan emosi yang terpancar dari matanya.
"Baiklah, tapi itu berlaku mulai besok, bukan hari ini." Jungkook sudah memikirkannya baik-baik. Ia akan membebaskan Eunha seminggu ini, hanya seminggu bukan? Itu bukanlah hal yang berat.
__ADS_1
"Dan aku ingin pulang!"
"Kau harus menginap di sini! Masuklah ke kamar ku." Ucap Jungkook dengan nada pelan.
"Tapi aku..." Eunha menghentikan ucapannya saat Jungkook menatapnya.
"Baiklah." Eunha segera menuju kamar Jungkook.
Baru saja gadis itu membuka pintu kamar Jungkook, sebuket bunga mawar jatuh di hadapannya. Entah bagaimana Jungkook merancang itu hingga tepat Eunha menangkap bunga mawar itu. Eunha menoleh menatap Jungkook yang tersenyum tipis.
"Kau ingat hari ini?" Jungkook mengangguk, membuat Eunha berhamburan peluk padanya.
"Masih banyak yang belum kau lihat di kamar ku." Ucapan Jungkook membuat Eunha semangat memasuki kamar prianya.
Tedy bear yang memeluk bantal love dengan gambar mereka berdua di dalamnya. Eunha menutup mulutnya karena shock. Belum lagi satu tempat di kamar Jungkook yang di jadikan mading oleh pria itu sudah berisikan banyak foto mereka berdua yang tersusun menjadi tulisan Ini Love U. Dan terakhir, lampu kelap kelip itu membuat Eunha memandangi satu kotak berudu berwarna pink yang membuatnya penasaran.
"Itu hadiah untuk mu. Happy Anniversary sayangku" Ucap Jungkook yang membuat Eunha menahan tangisnya saat mengambil kotak itu.
"Sini" Jungkook menarik Eunha ke atas ranjangnya. Mereka duduk di sana dengan hadiah mereka yang di tangan masing-masing.
"Kita bukak bareng-bareng." Ucap Jungkook.
Mereka berdua sama shocknya dengan kado pemberian kekasihnya. Jungkook menatap kartu top up unlimited games yang sering ia mainkan. Ia memeluk Eunha. Gadis itu juga menatap kalung cantik yang Jungkook berikan untuknya.
"Terima kasih." Ucap Eunha.
"Terima kasih sayang. " Ucap Jungkook.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Jungkook yang di balas anggukan oleh Eunha.
Jungkook mengambil alih kalung itu dan memakaikannya di leher Eunha. Pria itu juga menyimpan cardnya di laci meja. Lalu menarik Eunha untuk berbaring di dalam pelukannya. Jantung mereka berdetak lebih cepat. Membuat suasana menjadi canggung.
Hingga mereka saling tatap. Jungkook memulai berbicara lebih dulu. "Apa kau tidak bisa mengurangi masa hukuman ku?"
Eunha menggeleng tegas. Mengingat itu jadi kesal lagi. Jungkook mengangguk pasrah jika itu sudah keputusan kekasihnya.
"Tapi malam ini, kau milik ku seutuhnya." Bisik Jungkook yang mengulum bibir Eunha. Menahan kedua tangan gadis itu. Baru saja ciuman itu turun ke leher jenjang milik Eunha dan Jungkook menandai kulit putih leher itu dengan beberapa tanda miliknya.
'Aku tidak melakukannya. Aku terlalu menyayanginya' bathin Jungkook.
Pria itu sangat menjaga gadisnya hingga ia tak mampu merusak kekasihnya itu meski hasratnya menggebu sekalipun, ia akan menahannya.
"Tidurlah, maaf aku menyakitimu." Bisik Jungkook lalu mengecup kening Eunha dan memeluk gadis itu.
Eunha menghela nafasnya dan membalas pelukan Jungkook. Ia ingin melupakan kejadian hari ini dan tertidur dengan nyaman di pelukan kekasihnya. Besok ia sudah mulai kembali mengeluarkan taringnya.
.
.
.
.
Continue. . . . .
__ADS_1